CEO My Husband

CEO My Husband
KEPULANGAN RIZKY & THIO


__ADS_3

Gerbang besar nan tinggi disertai dengan warna keemasan itu terbuka dengan lebar. Mobil mewah milik Owner yang baru saja dia beli memasuki jalanan yang dikelilingi oleh pohon-pohon pinus di pinggiran jalannya. Yah, jalan ini disebut 'JALAN DEPAN' untuk memasuki pekarangan Rumah Besar Graham


Tidak sampai 5 menit, Thio sudah memberhentikan kendaraan roda empat itu di depan Rumah Kaca milik Amanda. Mereka semua keluar dari dalam mobil, mata ketiga pria tampan itu terpaku menatap ke depan. Amanda, yah gadis itu yang menjadi objek mereka saat ini.


Gadis itu sibuk menyirami bunga-bunga yang ada di Rumah Kaca tanpa sadar kehadiran suami dan kedua adiknya. Rizky mengeluarkan senyumannya walau hanya senyuman kecil. Baginya Amanda sudah menjadi candu bahkan sangat candu untuknya. Rasanya rasa sakit dan juga lelahnya hilang begitu saja hanya melihat tubuh mungil itu


"Ayo Kak" ajak Owner memukul pundak kokoh itu pelan dan berjalan mendahului dirinya


Rizky menundukkan kepalanya sebentar lalu melangkah menyusul kedua adiknya itu. Membiarkan Istri tercinta nya itu melanjutkan pekerjaannya. Menurutnya, lebih baik begini, Amanda tidak menyadari kehadiran dirinya yang saat ini terlihat begitu kacau bahkan sangat kacau


"Ada apa dengan kalian hah?" jeritan itu membuat Rizky menatap sendu Bunda dan meneguk salivanya susah payah


Dia tidak sanggup melihat Bundanya itu mengeluarkan air mata. Apalagi alasannya adalah dirinya. Rizky memang sialan. Anak tidak tau diri, bisanya membuat semua orang susah dan menangis


"Bunda" lirih Owner yang sudah menundukkan kepalanya tak berani menatap manik mata cokelat milik wanita yang sudah berumur itu namun tetap terlihat awet muda


Lyla semakin mempertipis jarak dirinya dan ketiga pria itu. Wajah pertama yang dia sentuh adalah Putra Bungsunya, Owner. Rizky dan Thio hanya bisa ikut seperti Owner, menundukkan kepala mereka sudah seperti anak kecil yang takut kena amukan dari sang Ibu Negara


"Er, apa yang terjadi dengan wajahmu sayang? Kenapa bisa babak belur seperti ini hah?" tanya Lyla masih dengan panik dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Jangan menangis Bunda. Kami hanya bertengkar saja" jawab Owner lembut dan menangkup kedua pipi sang Ibunda


Amanda yang baru menyelesaikan pekerjaannya terdiam kaku menatap ketiganya dari pintu samping terutama penampilan suaminya. Rizky, pria itu benar-benar terlihat sangat...kacau. Amanda dengan setengah kesadaran langsung berjalan mendekat lalu berdiri di samping Ibu Mertuanya


Rizky dan Thio yang melihat sepasang sendal rumahan yang bertambah langsung mendongakkan kepala mereka dan sedikit terkejut dengan kehadiran gadis kecil yang saat ini ingin mereka hindari namun tidak bisa


"Ka-kalian kenapa?" tanya Amanda pelan menahan tangisnya melihat keadaan ketiga pria di depannya yang sangat kacau dan babak belur


"Ayo kita duduk. Bi, tolong bawakan air dingin dan juga kain untuk mengompres yah. Amanda bantu Bunda yah" ucap Lyla yang sudah menghapus jejak air matanya dan menarik tangan Owner dan juga Thio untuk mengikuti dirinya


Amanda mengangguk kaku dan langsung berjalan meninggalkan Rizky yang masih berdiri kaku menatap kepergian istrinya. Hatinya seperti...menerima tusukan pisau berkali-kali. Namun sesaat dia sadar akan semuanya dan berjalan menyusul

__ADS_1


Mereka duduk di sofa Ruang Tamu dengan pelayan yang sudah membawa 2 mangkuk air dingin yang juga disertai batu es di dalamnya dan 3 kain bersih sesuai dengan yang diminta oleh majikan mereka


"Bunda, aku mau diobati oleh Kakak Ipar saja" pinta Owner menahan tangan Bundanya yang akan mulai membersihkan lukanya


"Thio juga Bunda" lirih Thio menatap sendu


Helaan nafas panjang bisa terdengar melalui mulut Lyla. Wanita paruh baya itu mau tidak mau pun menganggukkan kepalanya setuju. Amanda yang mendengar semua keinginan mereka hanya bisa menatap heran satu per satu lalu menatap Bundanya


"Kakak akan membersihkan lukamu terlebih dahulu" ucap Amanda yang sudah bergerak ke hadapan sahabat Owner, Thio


Amanda berlutut di hadapannya namun dengan cepat Thio berpindah tempat. Dia memilih duduk di atas karpet bulu berwarna biru langit dengan pola awan yang juga bisa terlihat jelas. Bukan hanya pria itu saja, Owner dan Rizky juga ikut duduk di bawah. Amanda hanya semakin bingung begitu juga Lyla yang masih berdiri di hadapan semuanya


Tidak ingin berlama-lama, Amanda langsung mengambil kain bersih berwarna putih itu dan memasukkan nya ke dalam air dingin lalu memerasnya dengan kuat dan menatap wajah Thio yang bisa dibilang memiliki lebam dan goresan yang sedikit


"Tahan yah" lirih Amanda menatap Thio dengan khawatir


Thio hanya tersenyum hangat dan menganggukkan kepalanya. Luka dan lebam ini tidak sakit, menurutnya ini hanya pukulan kecil yang dilakukan oleh Tuan Muda Sulungnya tadi karena dengan berani menahan pria itu untuk membunuh wanita sialan tadi


Yah, alasan dia menghubungi Owner tadi karena sudah tidak sanggup menahan sisi iblis yang hampir keluar seutuhnya dari diri Rizky. Pria itu sudah bersiap-siap ingin membunuh Bao Chen setibanya di tempat itu. Namun yang ada justru Thio yang mendapatkan luka akibat pisau itu menggores sedikit tangan dan juga wajah tampannya


"Kalian sudah kembali?"


Pertanyaan itu bergema. Alan yang baru saja menyelesaikan tugas kantor di ruang kerjanya memilih turun untuk mengecek kondisi Kakak Ipar dan juga Bunda tercintanya. Namun yang dia dapatkan kehadiran ketiga pria yang bisa dia kenali begitu jelas walau hanya dari belakang


Alan melangkahkan kakinya menuju Ruang Tamu. Matanya membola lalu tak lama kembali menatap datar ketiganya. Tanpa dijelaskan atau bertanya pun, Alan tau apa yang terjadi dengan ketiga pria itu


Dia memilih duduk di sebelah Bundanya dengan bersidekap dada. Menatap satu per satu dimulai dari menatap Kakak tertuanya yang juga menatapnya dengan datar. Lalu Owner yang juga sama seperti Kakaknya, lalu Thio yang fokus menatap wajah Amanda dengan sendu


"Jangan menatap Kakak Iparku seperti itu" ucap Alan dan langsung melempar bantal sofa ke arah Thio dan mengenai wajah nya


"Alan" tegur Amanda menatap tajam ke arah Adik Ipar keduanya itu

__ADS_1


Alan langsung menyatukan kedua tangannya dengan deretan gigi yang sudah dia berikan kepada gadis itu. Lalu kembali dengan wajah datarnya. Gila, keempat pria itu memang gila. Dalam waktu secepat itu bisa berganti-ganti mimik wajah begitu saja. Memang luar biasa


"Alan, tolong ambilkan kotak P3K" ucap Amanda yang kembali menatap ke belakang


Alan tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju Ruang Medis yang memang khusus untuk penyimpanan segala macam obat. Baik obat-obatan Rumah Sakit atau pun obat-obat herbal yang terkadang dibawakan oleh Bunda dan juga Ayahnya. Tak lama, dia keluar dan kembali menghampiri Kakak Iparnya dan memberikan kotak P3K yang diminta oleh gadis itu


"Ku habisi kau Alan" ucap Rizky ketika Alan menyentuh tulang pipi kanannya dan menekannya dengan kuat


Amanda yang mendengar itu langsung menoleh dan kembali menatap tajam adik kedua dari suaminya itu. Kenapa dengan Alan? Dia begitu jahil kali ini


"Sudah selesai. Pergi dan istiratlah sebentar. Nanti ketika sudah bangun langsung bersih-bersih. Setelah itu temui Kakak yah, kakak akan mengobatinya kembali" suruh Amanda dengan lembut tak lupa dengan senyum tulusnya


"Terimakasih Kak. Kalau gitu, Thio ke atas dulu" balas Thio dan berjalan meninggalkan semua orang


Helaan nafas panjang dari Amanda terdengar jelas ketika dirinya sudah duduk di depan adik ipar bungsunya. Wajah Owner sudah dipenuhi dengan lebam, sudut bibir yang berdarah, hidung mancung yang juga sudah biru, dan pelipis yang juga berdarah.


Melihat itu, Amanda bersidekap dada dan menatap tajam ke arah Owner. Yang ditatap hanya bisa menampilkan raut wajah takut dan jakun yang bergerak dari atas ke bawah.


"Kau juga tidak ingin menjelaskannya, Tuan Muda Owner? Lihat wajahmu, sudah tidak bisa dijelaskan lagi" ucap Amanda dengan tegas masih dengan setia menatap adik bungsunya itu


"Aku...aku hanya bertengkar dengan Kakak" lirih Owner yang sudah menundukkan kepalanya takut menatap manik mata hazel milik Kakak Iparnya


Amanda sontak membulatkan kedua mata indahnya dan langsung menoleh ke arah suaminya yang duduk di sisi kanan Owner. Rizky juga kaget menatap mata milik istrinya sontak dia menundukkan kepalanya karena seketika dia merasa sangat terintimidasi. Owner benar-benar tidak waras, bagaimana bisa dia menjawab pertanyaan dari Amanda dengan begitu jujur?


"Apa yang kalian ributkan sampai babak belur seperti ini hah?" tanya Amanda yang tidak menatap wajah adik ipar nya melainkan masih menatap tajam ke arah suaminya itu


"Memangnya apalagi Kak, mereka pasti meributkan mengenai-"


"Jangan menyambar begitu saja, Alan. Kau diam saja" belum sempat Alan menyelesaikan ucapannya, kakak tertuanya itu sudah memotongnya terlebih dahulu


Alan hanya menghela nafas panjang lalu memutar kedua bola matanya malas. Kakak dan juga adiknya itu memang benar-benar tidak waras. Terbiasa menyelesaikan masalah dengan kepala yang dipenuhi dengan amarah

__ADS_1


Amanda yang mendengar itu hanya bisa diam dan melanjutkan kegiatannya mengobati luka-luka di wajah dan juga tangan adik ipar bungsunya itu. Namun dihatinya? Tentu saja gadis itu sudah menahan caci maki yang akan dia ucapkan untuk suaminya itu


🌻🌻🌻


__ADS_2