
"Jawab kakak bahwa kau berbohong Owner. Tidak mungkin Amanda masih diteror" ucap Rizky yang sudah memegang kedua pundak adik bungsunya itu
"Cihhh, apa semuanya kakak anggap kebohongan hah? Orang suruhan kakak tidak becus dalam menjalankan tugas. Aku yang selalu mengawasi gerak-gerik Kakak Iparku" jawab Owner masih enggan menatap Kakak tertuanya itu
"Jawab dengan serius Owner" tekan Rizky mengulang kalimatnya lagi
Dengan cepat, Owner menoleh dan saling melemparkan tatapan tajam nan menusuk. Kedua Tuan Muda itu saling menyimpan amarah yang begitu banyak. Senyum smirk milik Er terbit dan itu semakin membuat Thio yang sejak tadi diam hanya bisa semakin menahan tubuhnya agar tidak beranjak keluar dari tempat ini
"Aku butuh jawaban dan akan ku beri kakak jawaban" lirih Owner yang sudah semakin berani dengan menunjuk dada bidang kakak tertuanya itu
Rizky kini memundurkan kembali langkahnya lalu memejamkan kedua mata tajam elang nya lalu kembali menatap ke arah adiknya. Tatapan kali ini terlihat sangat...sendu. Owner yang menyadari sorot mata pria di hadapannya itu sudah begitu sendu, dia pun juga merubah raut wajah dan tatapannya
("Jangan mengatakan hal yang membuatku semakin gila kak") batin Owner berharap sebelum kakaknya menjelaskan apapun
"Kau butuh jawaban bukan? Maka akan kakak jawab. Kau siap?"
Owner dengan ragu menganggukkan kepalanya secara tegas. Rizky menatap ke arah Thio lalu beranjak pergi mendahului kedua adiknya itu. Sesaat, Er dan juga Thio saling melempar pandangan mereka dengan alis yang sudah terangkat sebelah
Terlihat Rizky membuka pintu besi itu dan tak lama ke-empat pria berbadan besar yang tadi dijumpai Owner masuk dan membungkuk memberi hormat kepada dirinya dan mungkin juga kepada sahabatnya, Alan
"Kalian bisa menikmati gadis sialan ini"
Sontak itu membuat Er membulatkan kedua matanya. Katakan jika telinganya sedang bermasalah sekarang. Kakaknya mengatakan hal yang tidak bermoral untuk saat ini. Dia menyuruh ke-empat pria itu menikmati gadis yang tadi ditampar oleh Rizky?
Owner berjalan dengan cepat dan menatap tajam ke-empat pria itu. Mereka pun meneguk saliva dengan susah payah. Jika Tuan Muda Rizky mereka kejam dan tidak kenal orang maka Tuan Muda Owner mereka akan lebih parah dari itu. Maka, mereka memilih diam tak bergerak
"KENAPA KALIAN DIAM HAH?"
Teriakan itu membuat semua orang terlonjak kaget begitu pun dengan Er. Amarah yang tadi sempat reda kini kembali naik sampai ke puncaknya. Thio yang sudah meraih pundak kokoh itu hanya bisa pasrah ketika tangannya ditepis dengan kasar oleh sahabatnya itu
__ADS_1
"KAU GILA KAK? DIA WANITA. WANITA. KAU TEGA HAH? KAU MENYURUH ORANG-ORANG MU MENIKMATINYA? KAU GILA BAHKAN SANGAT GILA" bentak Owner yang sudah menarik baju kakaknya itu ke atas
"Katakan padaku apa alasannya hah? Apa yang kalian ributkan sampai kau bisa segila ini hah?" bentak Er lagi
Bughhh
Satu pukulan keras membuat Owner mundur beberapa langkah ke belakang. Pelipisnya sudah membiru namun itu masih tidak ada rasanya untuk seorang 'IBLIS' seperti Owner
"Ayo lakukan lagi Kak. Lebih baik kau menghabisiku daripada harus mengorbankan seorang wanita yang bahkan belum diketahui apa kesalahannya. Ayo cepat, aku akan menikmatinya" suruh Er yang kembali melangkah mendekati kakak nya itu
"Kau tidak tau apapun bocah" geram Rizky
Bughhh
Bughhh
Bughhh
"DIA, WANITA SIALAN INI SUDAH MENGHANCURKAN SEGALANYA. KAU BENAR, MUNGKIN AKU BELUM MENCINTAI AMANDA DAN HAL ITU JUGA YANG MENJADI ALASAN KENAPA AKU BELUM MENYENTUHNYA SAMA SEKALI. TAPI, ****** INI MENJEBAKKU. DIA MENCAMPURKAN OBAT PERANGSANG KE DALAM MINUMAN KU DI ACARA ULANG TAHUN AMANDA. UNTUNGNYA ADA THIO YANG LANGSUNG MEMBAWA KU KE KAMAR DAN MEMANGGIL AMANDA
AKU SUDAH MENGAMBIL HARTA PALING BERHARGA AMANDA, OWNER. AKU MEMINTA DENGAN PAKSA DAN AMANDA MENYETUJUINYA HANYA KARENA MERASA KASIHAN. APA KAU PIKIR AKU SENANG HAH? TIDAK ER TIDAK. AKU BELUM MENCINTAINYA SEUTUHNYA DAN AKU MENGHANCURKANNYA. KAU BENAR, AKU HANYA PRIA BAJINGAN" teriak Rizky sembari membentak mengeluarkan sesak di dadanya
"Kau berbohong dan aku tau. Kau begitu mencintai Kak Amanda. Untuk apa membohongi dirimu sendiri hah?" balas Owner yang juga ikut membentak
Rizky beranjak dari hadapan adik bungsunya itu dan mengusap wajah nya dengan kasar. Rambut yang acak-acakan, wajah yang sudah dipenuhi amarah dan baju yang sudah bercampur dengan darah. Itulah penampilan Rizky saat ini. Dia kacau benar-benar kacau
"Argghhhhh" teriaknya dan membanting apapun yang ada di sana
"Untuk kali ini biarkan kakak menghabisinya, Er. Hanya itu pinta kakak untukmu saat ini. Kalian berempat, silahkan nikmati dia sepuas kalian. Jika sudah bosan maka buang dia ke kolam buaya milik ku" ucap Rizky dengan nada pelan namun terdengar seperti perintah yang tidak boleh dibantah
__ADS_1
Owner yang mendengar itu hanya bisa diam menatap kakak nya itu yang sudah sangat terlihat kacau. Uluran tangan yang diberikan oleh Thio langsung diterimanya dan menatap semuanya
"Kalian ikuti apa kemauan Kakak ku. Dia pantas menerimanya" ucap Owner memperjelas dan melangkah keluar mengejar Kakak nya Rizky
🌻🌻🌻
"Kau harus kembali Kak" lirih Owner menatap ke samping kanannya tempat kakak tertuanya berada
Thio hanya melirik lewat kaca spion mobil milik sahabatnya itu. Gelengan kepala itu juga dilihat oleh Owner. Dia paham bahkan sangat paham apa yang ada dalam pikiran dan hati Thio
"Pulang ke rumah" jawaban Rizky membuat kedua pria tampan lainnya menatap ke arahnya
"Kakak yakin? Ayah sangat murka namun dia masih menahan amarahnya karena ada Kakak Ipar dan juga Zaen di rumah" jelas Owner dengan tatapan khawatir
Rizky langsung menoleh menatap mata adik bungsunya itu. Lihat? Baru beberapa menit yang lalu mereka bertengkar hebat, tapi pria muda itu sudah kembali mengkhawatirkan dirinya. Rizky mengacak rambut Er lalu tersenyum kecil
"Kakak akan menghadapi semua orang terutama Ayah. Hanya 1 orang yang membuat ku sedikit ragu untuk kembali dan kau pasti tau siapa" jawab Rizky yang kembali mengalihkan matanya yang kini menatap lurus ke depan
Hening, setelah mendengar penjelasan dari Tuan Muda Sulung Graham itu, keadaan dalam mobil kembali hening. Owner atau pun Thio tau bahwa Rizky memanglah orang yang bertanggungjawab. Untuk pertama kalinya mereka menyadari gelagat dan juga tatapan pria itu menjadi sendu hanya karena kehadiran perasaan untuk gadis yang tak lain adalah istrinya sendiri, Amanda Citra Graham
"Kakak takut kalau nanti Kak Amanda akan menjauhi kakak begitu?" tanya Owner lagi memecahkan keheningan
"Bukan. Kakak takut jika kakak akan membuatnya menangis dan kecewa lagi, Er. Dia masih berpikir bahwa kakak menikah dengannya hanya karena rasa kasihan dan masih terjebak dengan bayangan masa lalu kakak. Kau pasti tau maksud dari kakak kan?"
"Kalau begitu kakak jelaskan yang sebenarnya saat ini. Jelaskan bahwa itu alasan terdahulu, tapi itu semua sudah tidak berlaku karena kakak sudah begitu mencintai Kakak Ipar. Dan juga jelaskan apa alasan kakak yang selalu melarang dirinya memasuki area dapur. Sudah saatnya Kak Amanda mengetahui segalanya kak. Mau sampai kapan kita harus menyembunyikan semua masa lalu itu? Tidak mungkin kakak akan menyembunyikannya sampai benih kakak sudah tumbuh di rahim Kakak Ipar" jawab Owner begitu panjang berniat menyadarkan Kakak nya itu
"Ini tidak segampang dengan apa yang kau ucapkan Er. Mungkin yang kau katakan memang benar. Sepertinya Amanda kembali menerima sebuah teror. Gelagatnya sangat aneh terakhir kali kakak duduk bersama dengannya"
"Tapi kakak ingin menanyakan satu hal padamu" lanjut Rizky yang kembali menatap ke arah adiknya dengan raut wajah yang serius
__ADS_1
"Bagaimana jika masa lalu kakak masih hidup dan kembali menemui kakak, Er?" tanya Rizky ketika melihat alis Owner naik sebelah sebagai pertanda untuk mempersilahkan dirinya bertanya
🌻🌻🌻