CEO My Husband

CEO My Husband
DOKTER SHEN LIN?


__ADS_3

"Kau belum menjawab pertanyaan yang Ayah tanyakan tadi Er. Apa kau mengenalnya?" tanya Bryant lagi yang juga mengikuti arah lirikan mata Dokter cantik itu yang ditujukan kepada Putra Sulungnya


Er yang awalnya masih menatap ke arah gadis itu kini sudah memutar arah pandangannya ke arah Ayahnya Bryant.


"K-kami sepertinya pernah bertemu" jawab Er dengan raut wajah yang sedang berpikir


Tampak wanita yang sedang mengenakan pakaian Dokter itu hanya tersenyum kecil dan melihat ke arah Amanda


"Aisss kau ini lama sekali berpikirnya" omel Alan dengan tangan yang sudah memukul kepalanya


"Aduhhh... apa-apaan kau ini Kak. Kau memukul kepalaku begitu keras, kau pikir ini batu sehingga memukulnya harus sekeras itu?" ucap Er yang mengomel juga dan sudah mengusap kepalanya yang baru saja dipukul oleh Kakak Keduanya itu


"Berhenti bertengkar. Kalian selalu saja bertengkar dimana pun dan kapan pun. Tidak memiliki rasa malu sedikit pun hah?" omel Andy yang juga semakin membuat suasana semakin ramai


Amanda, Lyla dan juga orang yang baru saja ingin diinterogasi oleh Bryant itu hanya bisa tertawa sembari menggelengkan kepala mereka melihat tingkah laku semua pria yang ada di hadapan mereka saat ini


Rizky duduk di samping tempat tidur Amanda dan memijit pangkal hidungnya. Kenapa bisa-bisanya di saat seperti ini kedua adiknya itu tidak bisa diajak serius sama sekali


"Hentikan"


Sontak semuanya diam menutup mulut masing-masing. Rizky Arkansas Graham sudah membuka suara dan harus langsung dihentikan jika tidak ingin diberikan hukuman diluar nalar kalian


"Aku akan bertanya padamu saja Bu Dokter. Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?" tanya Rizky langsung menatap Dokter Shen Lin


Gadis yang merasa namanya itu disebut langsung menghilangkan senyumnya sebentar lalu kembali tersenyum namun arah matanya menuju Er yang berdiri di belakang tubuh Alan


"Kami pernah bertemu di Swiss Tuan Muda. Dia membantu ku pada saat tas ransel ku diambil oleh pria jahat yang memakai topi dan juga masker berwarna hitam. Dia memukuli pencuri tersebut dan menyuruh pria yang ada di sampingnya itu untuk membawa pencuri itu ke Kantor Polisi. Itu saja Tuan Muda" jelas Shen Lin


"Maksudmu, dia menyuruh Thio membawa pencuri itu ke Kantor Polisi?" tanya Andy


Shen Lin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh rekan kerjanya itu

__ADS_1


"Bahkan kau juga tidak mengingatnya Thio?" tanya Rizky yang sudah menatap Thio dengan alis yang sudah dia naikkan sebelah


"I-iya Kak. Aku juga tadi berusaha mengingat wajah Bu Dokter ini" jawab Thio dengan gugup sembari menggaruk kepalanya yang tidak tau gatal atau tidak


"Ayah sepertinya semua Putramu kecuali aku butuh untuk berlibur sebentar" ucap Rizky menatap ke arah Bryant


Bryant hanya terkekeh dengan tangan yang sudah merangkul wanita paruh baya dengan wajah yang masih awet muda di sampingnya itu


"Tidak Kak. Belum saatnya untuk berlibur. Masih ada banyak pekerjaan yang belum ku selesaikan. Jadi nanti ketika semua pekerjaan itu selesai aku akan meminta BlackCard pada Ayah agar aku bisa langsung berlibur sesukaku" tolak Er langsung


"Ayah pun tidak akan memberikannya. Kalian semua sudah memiliki uang dan kartu masing-masing" ucap Bryant yang juga langsung menolak argumen Er


"Ayah memang terlalu pelit. Sudahlah lupakan saja"


"Dokter Shen Lin, nanti jika Amanda sudah bisa pulang ke rumah datanglah ke rumah kami dan makan malam bersama. Bagaimana?" ajak Lyla yang sudah membuka suara


"Ahk tidak perlu Bibi. Membantu Nona Amanda sudah menjadi tanggungjawab saya. Lagipula saya juga sangat senang bisa bertemu dan mengobrol dengan Keluarga yang amat dihormati di negara ini dan beberapa negara lain"


"Er sudah memutuskan. Maka nanti dia yang akan menjemputmu ketika kau sudah pulang kerja Bu Dokter" ucap Alan memberikan senyum jahilnya kepada Er


Sontak mata Er membulat sempurna dan langsung menginjak kaki Alan


"Kau tidak mau Er?" tanya Rizky langsung


"Ahk? Aku tidak mengatakan bahwa aku tidak mau Kak. Apa yang dikatakan Kak Alan itu benar. Dokter Shen, kau tenang saja...karena aku yang akan menjemputmu nanti dan kita akan makan malam bersama" jawab Er langsung ketika sudah mendapat pertanyaan dari Kakak Tertuanya itu


"Mohon maaf Tuan Muda Er, kau barusan mengatakan KITA?" goda Andy yang sudah menahan tawanya agar tidak lepas begitu saja


Terlihat sekali lagi mata dan wajah Er yang menahan amarah.


"Hentikan. Kenapa jadi menggoda Er dan juga Bu Dokter?" ucap Amanda membela Er

__ADS_1


"Kau memang Kakak Iparku yang paling terbaik Kak Amanda. Hanya kau yang mengerti aku dengan baik daripada semuanya. I Love You So Much Kak" ucap Er yang langsung mencium pipi kanan Amanda


Bukannya mendapat ciuman balik atau sekedar pelukan, Er justru sudah mendapatkan tatapan tajam dari suami wanita yang tadi dia cium


"Mohon maaf semuanya, tapi sudah saatnya Nona Amanda untuk istirahat agar proses pemulihannya lebih cepat" ucap Dokter Shen Lin dengan tawa yang masih bisa di dengar oleh orang


"Dia benar. Kalian diam dan biarkan Menantuku ini untuk istirahat" ucap Bryant yang sudah mendekat ke arah Amanda dan langsung mencium puncak kepala Amanda


"Biarkan Rizky yang menjaganya. Kita pergi untuk makan siang. Ayo ayo" ucap Bryant lagi yang sudah merangkul Istrinya itu


Semua menuruti dan keluar satu per satu setelah tersenyum kepada Amanda. Tersisa Tuan Muda Rizky dan juga Istrinya yaitu Amanda


"Kau juga istirahatlah. Aku tau kau dan juga yang lainnya tidak tidur dan beristirahat dengan baik" ucap Amanda kepada Rizky


Rizky tersenyum kecil dan kembali mencium telapak tangan Amanda cukup lama.


"Aku merindukan suara dan segalanya tentang mu. Kenapa kau suka sekali membuatku hampir tiada Amanda? Kenapa kau selalu saja jatuh sakit ketika aku berada jauh darimu? Kenapa kau-"


"Hentikan Tuan Muda. Pertanyaan mana yang harus terlebih dahulu ku jawab?" potong Amanda dengan menutup mulut suaminya itu menggunakan tangannya


Rizky menurunkan tangan itu dan kembali menciumnya lalu tersenyum hangat


"Tidak perlu menjawabnya. Kau tidur lah lagi dan jawab jika kau sudah kembali ke rumah. Kau mengerti?" ucap Rizky sembari memperbaiki posisi selimut Amanda


Amanda tersenyum dengan bibir yang sudah terlihat sedikit tidak pucat dari sebelumnya


Cuppp


Satu kecupan singkat mendarat di bibir milik gadis itu. Rizky menempelkan jidatnya ke jidat milik istrinya itu dan kembali memberikan senyumnya


"Lekaslah sembuh. Aku merindukanmu" bisik Rizky

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2