CEO My Husband

CEO My Husband
BERTEMU (AGAIN)


__ADS_3

Er sudah turun dari pesawat yang sedari tadi mereka tumpangi dan pada akhirnya tiba di tujuan yang mereka inginkan


Hembusan angin membuat rambut yang sudah tertata rapi itu kembali sedikit hancur. Er menghela nafasnya panjang sembari memejamkan matanya


"Semoga apa yang ku rasakan selama beberapa hari ini adalah hal yang baik. Let's play" ucap Er kepada dirinya sendiri


Dia menuruni anak tangga untuk memijakkan kakinya hingga ke daratan. Di bawah sana sudah terlihat Tuan Armand bersama dengan seorang pria muda yang seumuran dengan Er


Er memakai kacamata hitamnya dan terus berjalan menuju ke 2 pria tersebut


"Tuan Muda, ini adalah Andrew. Tangan kanan sekaligus murid terbaik saya di kerajaan" ucap Tuan Armand sedikit berbisik di kalimat terakhir


Er melepas kacamatanya dan tersenyum ramah sembari menerima juluran tangan yang diberikan oleh Andrew


"Suatu kehormatan dan kebanggaan untuk saya karena bisa bertemu dan menjemput salah satu dari Tuan Muda Graham" ucap Andrew antusias


"Tidak perlu berbicara seperti itu. Senang berkenalan denganmu" jawab Er yang juga menepuk pundak kokoh milih Andrew


Mereka melepas jabat tangan mereka dan melihat sekitar yang memang sangat sepi. Mungkin saja Andrew sudah mengatur segalanya


"Dimana Paman Chand Tuan Muda?" tanya Tuan Armand


Er berbalik dan kembali menatap pesawat pribadi miliknya menunggu kehadiran pria yang memang masih mereka tunggu


"Aku pikir sejak tadi dia sudah mengikuti ku dari belakang" ucap Er sembari menyisir rambutnya menggunakan jari-jari tangannya


"Permisi, saya harus menerima telpon terlebih dahulu" ucap Andrew meminta izin


Andrew sedikit berjalan menjauh dari Er dan juga Tuan Armand


"Ahk itu dia" ucap Tuan Armand secara tiba-tiba


Er yang tadi sedang menunduk kini sudah mendongakkan kembali kepalanya dan melihat Paman Chand yang sudah menuruni anak tangga dengan kacamata hitam yang ada di matanya


("Rahasia sebesar apa sehingga kau membuatku menunggu lama seperti ini Paman?") batin Er yang masih terus menatap Paman Chand


"Maaf membuat kalian lama menunggu" ucap Paman Chand yang sudah berdiri di hadapan Er


"Tidak masalah untuk membuat kami lama menunggu mu Paman. Tapi ku harap ini yang terakhir karena kau tidak akan pernah seperti ini lagi" jawab Er yang tidak ingin membalas tatapan mata yang diberikan oleh Paman Chand


Tuan Armand langsung mengerti kondisi yang saat ini sungguh mencekam menurutnya

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memperkenalkan murid terbaik sekaligus tangan kanan saya selama mengurus kerajaan kepadamu Paman Chand" ucap Tuan Armand yang berharap bisa memecahkan suasana tadi


Paman Chand mengalihkan pandangannya dan menatap Tuan Armand sembari menganggukkan kepalanya


("Aku berharap orang tersebut tidak lah orang dari masa laluku") batin Paman Chand yang sudah sangat berharap


Semua gerak gerik yang dilakukan oleh Paman Chand tidak lepas dari pandangan Er yang secara diam-diam masih memantau semuanya


"Andrew kemarilah" teriak Tuan Armand


Paman Chand mengikuti arah pandangan Tuan Armand. Dia bisa melihat pria tinggi dengan badan yang tegap dan juga pakaian yang cukup formal namun dia belum bisa melihat wajah dari pria tersebut


Seketika mata Paman Chand membulat sempurna. Badannya hampir saja jatuh jika saja Er tidak sigap menangkap tubuh tua nya itu


"Kau baik-baik saja Paman?" tanya Er dengan nada yang terdengar sangat khawatir


Paman Chand berusaha untuk menenangkan tubuh, otak dan juga hatinya. Dia berdiri kembali lalu segera membuka kacamata hitamnya dan menatap Er


"Saya baik-baik saja Tuan Muda. Terimakasih sudah menolong" ucap Paman Chand sembari menundukkan kepalanya


Er hanya diam dan kembali menatap Paman Chand


"Andrew, dia adalah Paman Chand. Orang kepercayaan Tuan Muda Er sekaligus Bapak dari keluarga besar yang berhasil dibangunnya. Kau pasti sudah mengerti maksud dari perkataan ku tadi bukan?" ucap Tuan Armand memulai penjelasannya


"Kau baik-baik saja Andrew? Kenapa matamu berkaca-kaca seperti itu?" tanya Er dengan alis nya yang sudah terangkat sebelah


Andrew mengalihkan pandangannya ke samping lalu menatap langit dan kembali menatap mata Paman Chand yang juga dengan mata yang berkaca-kaca


"Saya baik-baik saja Tuan Muda" jawab Andrew dengan sekilas menatap ke arah Er


"Senang bertemu dengan Anda Paman Chand" ucap Andrew dengan tangan yang sudah dia julurkan di hadapan badan mereka berdua


Paman Chand menerima uluran tangan itu


"Saya juga senang bertemu dengan mu Andrew"


"Kalian saling mengenal?" tanya Er lagi


Kenapa kalian lupa bahwa Er seorang Mafia? Dia bahkan bisa melihat dan menilai raut wajah seseorang. Dan saat ini dia sedang melakukan hal itu. Dia mendapatkan ada suatu kejangkalan diantara Paman Chand dan juga Andrew


"Ya"

__ADS_1


"Tidak"


Jawaban kompak yang diterima oleh Er dan juga Tuan Armand


"Mana yang harus kami percaya?" tanya Tuan Armand


"Paman Chand, kau pernah atau tidak bertemu dengan Andrew?" tanya Er langsung pada Paman Chand


Paman Chand tidak berani menatap manik mata milik Er setelah mendengar ada nada dingin dalam pertanyaan itu


"Mungkin saja pernah Tuan Muda. Saya lupa"


"Kalian pernah bertemu sebelumnya Andrew?" tanya Er lagi pada Andrew


"Pernah Tuan Muda. Namun kesan terakhir kami bertemu sangat buruk jadi kemungkinan Paman Chand tidak bisa mengingatnya"


Paman Chand langsung kembali menatap Andrew


"Tidak disangka Paman, Kita Bertemu lagi" sambung Andrew dengan sebuah senyum kecilnya


"Dan aku berharap kali ini, Paman Chand bisa menyelesaikan segalanya tanpa kepergian yang tidak diketahui atau dengan sebuah janji. Aku berharap Anda sudah berubah dan menjadi lebih baik walaupun tidak bisa memperbaiki masa lalu setidaknya buktikan bahwa penilaian saya tidak salah" lanjut Andrew lagi


"Ada apa dengan masa lalu kalian?" tanya Er sebelum Paman Chand ingin mengatakan sesuatu tadi


"Maaf Tuan Muda, bukankah Tuan Muda mengatakan bahwa dia orang kepercayaan Anda? Saya pikir sebelum menjadi kepercayaan Tuan Muda... dia sudah menceritakan segalanya mengenai dirinya sendiri. Tapi ternyata 1 penilaian saya terhadap Paman Chand salah. Dia masih saja menjadi seorang pria yang sanggup menyembunyikan sebuah rahasia.


Tapi saya harap rahasia yang dia simpan tidak menghancurkan segalanya terutama menghancurkan proses pencarian teka-teki Tuan Muda dan menghancurkan proses penyelesaian ini semua" jawab Andrew dengan mata yang masih menatap manik mata Paman Chand


"Andrew, jangan bilang bahwa Paman Chand adalah..."


"Tidak perlu dijelaskan Tuan Armand. Biar saja hanya kau yang tau karena saya sudah menceritakan segalanya kepada Anda sebelum menjadi Kepercayaan Anda" potong Andrew cepat


"Silahkan Tuan Muda. Kita akan menuju ke daerah Kerajaan sekarang karena Anda juga butuh istirahat yang cukup" ucap Andrew yang sudah menatap ke arah Er dengan senyum lebarnya


Andrew berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh Tuan Armand


"Kau tidak ingin menjelaskan apapun Paman?" tanya Er dengan nada yang mengintimidasi


"Tidak ada sebelum waktunya" jawab Paman Chand singkat dan meninggalkan Er


Er berbalik dan menatap punggung pria paruh baya itu

__ADS_1


"Kau memberikan jawaban yang salah Paman. Kau lupa bahwa aku akan tau segalanya tanpa kau beritahu. Dan jika aku sudah tau semuanya tidak dari mulutmu maka kau tau apa kejadian selanjutnya bukan?" ucap Er pelan dengan senyum devilnya yang terlihat jelas


🌻🌻🌻


__ADS_2