CEO My Husband

CEO My Husband
PERTANYAAN OWNER


__ADS_3

Setelah makan malam selesai, Rizky kembali masuk ke dalam kamarnya. Menghela nafas panjang lalu duduk di pinggir kasur yang sudah berbalut sprai berwarna hitam itu


"Kau sangat lelah. Kemarilah, akan aku berikan minyak di kepalamu dan memijitnya" ucap Amanda yang entah sejak kapan sudah berada di ruangan yang sama dengan suaminya itu


Rizky bangkit dari duduknya dari mengikuti langkah istri kecil nya itu. Amanda duduk di kursi rotan yang ada di balkon kamar mereka lalu tersenyum dan melirik ke bawah seakan memberikan kode agar suaminya duduk di bawah


"Kau menyuruhku duduk di lantai? Ini sangat dingin Amanda" rengek Rizky menatap tak percaya ke arah istrinya itu


Amanda terkekeh dan meletakkan piring kecil yang sedari tadi dia bawa. Dia kembali masuk ke dalam meninggalkan suaminya yang masih senantiasa berdiri


"Baiklah baiklah kau tidak perlu memasang raut wajah seperti itu. Menyingkirlah, aku akan menggelar karpet ini" ucap Amanda dengan karpet bulu yang sudah berada di tangannya


Rizky benar-benar sudah banyak perubahan. Pria dingin yang bahkan tidak mau mengikuti perintah siapapun kecuali kedua orangtuanya, kini sudah seperti anak kecil yang menurut akan semua ucapan yang diucapkan oleh istri kecilnya itu


Amanda kembali duduk dan disusul oleh Rizky yang sudah duduk di atas karpet bulu yang tadi di gelar oleh istrinya


"Amanda, sepertinya aku akan pergi ke luar negara beberapa hari untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa Zaen" ucap Rizky dengan mata yang sudah dia pejamkan menikmati pijatan yang diberikan oleh Amanda


"Begitukah? Baiklah tidak masalah. Lagipula disini masih ada ayah dan juga kedua adikmu bukan? Jadi kau tenang saja. Kami akan aman selama bersama dengan mereka"


"Aku percaya atas kemampuan mereka berdua. Tapi mereka juga bisa ceroboh dalam mengawasi kalian kan? Bagaimana jika orang-orang itu mencari kesempatan yang baik?"


"Kau terlalu banyak berpikir. Itulah sebabnya aku bisa melihat dengan jelas kerutan di wajahmu. Kami akan baik-baik saja. Er akan menjagaku dengan sangat sangat baik. Bahkan lebih baik dari kakak nya ini" ledek Amanda dengan suara tawa kecil yang juga bisa di dengar


Rizky tersenyum kecil walaupun tidak bisa dilihat dengan jelas oleh istrinya


"Katakan padaku, kapan kau akan berangkat hmmm?" tanya Amanda yang masih sibuk memijit kepala suaminya itu


"Kemungkinan lusa. Thio masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dan meminta izin pada Ayah"


Amanda menganggukkan kepalanya mengerti dan suasana pun kembali hening. Hingga suara ketukan pintu sudah terdengar


"Biar aku buka" ucap Amanda yang hendak beranjak dari duduknya


"Tidak perlu. Aku yakin itu adalah Er. Biarkan saja, toh juga nanti dia akan masuk dengan sendirinya" cegah Rizky kembali menarik tangan gadis itu ke atas kepalanya


Amanda menurut dan melanjutkan kegiatannya dengan mata yang masih tertuju ke arah pintu. Dan tak lama pintu terbuka dan menampilkan adik bungsu mereka yang sudah memajukan bibir merah muda miliknya

__ADS_1


"Aku yakin bahwa kakak menyuruh kakak iparku untuk tidak membukakan pintu kan?" rengek Er yang sudah berkacak pinggang di hadapan Rizky


"Ada apa Er? Kau membutuhkan sesuatu hmmm?" tanya Amanda


"Aku hanya ingin mengobrol dengan kakak. Kak Manda, apa aku juga bisa mendapatkan pijatan seperti itu?"


"Tidak bisa. Kau kembalilah ke kamar mu sana. Mengganggu suami istri saja" omel Rizky yang langsung menatap tajam adiknya itu


Amanda tertawa lalu menggelengkan kepalanya melihat kakak beradik yang selalu saja berdebat jika sedang dekat


"Kemarilah. Kakak akan memberikan pijatan seperti ini juga. Tidak usah mendengarkan ucapan kakak mu itu"


Er mengembangkan senyumnya lalu duduk di samping kanan kakak sulungnya itu. Mendapatkan tatapan maut dari sang kakak tidak membuatnya takut sama sekali


"Ehk sepertinya kakak akan mengambil minyaknya sedikit lagi. Kalian mengobrol lah sebentar" ucap Amanda setelah melihat minyak yang dia bawa tadi memang sudah hampir habis


Amanda beranjak dari duduknya dan meninggalkan kakak beradik itu


"Kak, aku dengar kau akan membawa Thio bersamamu. Kenapa tidak membawaku saja" lirih Owner yang sudah duduk menghadap kakaknya itu


"Tidak masalah. Lagi pula aku meninggalkan tanggung jawab yang cukup besar untukmu dan juga Alan. Jadi fokus lah dalam menjalankan itu. Jangan sampai aku mendengar bahwa terjadi sesuatu kepada Amanda, Zaen dan juga Bunda. Jika terjadi sesuatu maka bersiaplah untuk menerima hukuman sesungguhnya Er" jelas Rizky dengan wajah serius yang sudah dia berikan kepada adik bungsunya itu


"Kalian selalu saja bertengkar" ucap Amanda yang entah sejak kapan sudah duduk kembali di posisinya


"Kami tidak bertengkar kak, hanya berbicara penuh amarah saja" jawab Er yang sudah menampilkan deretan gigi putihnya itu


"Bukankah kakak mengatakan hanya ingin menambahkan minyak saja? Tapi kakak kembali dengan 3 cangkir susu cokelat hangat disini" lanjut Er yang sudah melirik ke arah nampan yang dibawa oleh gadis kesayangannya itu


"Kakak tadi meminta pelayan untuk membuatkannya sebentar. Minumlah"


Rizky mengambil susu cokelat hangat miliknya dan membiarkan istrinya memijat kepala adiknya. Walau adiknya itu memang selalu menyebalkan tapi mau bagaimana pun kesehatan dan keselamatan nya masih dibawah pengawasan nya


"Kakak juga minumlah" suruh Er yang sudah mengambil cangkir milik Amanda


Amanda tersenyum lalu menerimanya dan meneguknya dengan perlahan


"Kak, aku ingin menanyakan suatu hal. Bolehkah?"

__ADS_1


Rizky menatap tajam ketika kalimat itu sudah dilontarkan oleh mulut adiknya. Perasaannya menjadi tidak enak mengenai hal yang hendak ditanyakan


Amanda menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan terus meneguk susu cokelat miliknya


"Kapan kalian akan memberikan kami seorang keponakan kecil yang imut, lucu dan menggemaskan?"


Uhuk uhuk uhuk


Amanda tersedak dengan minumannya sendiri. Rizky langsung bergegas meraih tisu yang ada di atas nakas dan membersihkan mulut gadisnya


"Kak, kakak tidak apa-apa? Aku hanya iseng bertanya saja. Kakak tidak perlu menjawabnya" ucap Er yang sudah panik dan ketakutan


"Ah tidak masalah Er. Kakak hanya sedikit kaget mendengar pertanyaanmu barusan. Hmmm mengenai itu, kalian masih bisa menunggu bukan?"


"Tentu saja. Aku sudah mengatakannya bukan? Aku hanya iseng bertanya. Tidak masalah kak, kapan kakak siap saja. Tidak perlu memaksakannya" jawab. Er dan kembali membalikkan badannya


Amanda tersenyum dan kembali melakukan kegiatannya dengan memijit kepala adik ipar bungsunya itu


Rizky hanya menatap wajah istrinya yang selalu saja menampilkan keceriaan. Wajah yang selalu tulus dalam menjaga keluarganya


"Amanda" panggil Rizky dengan lembut


"Hmmm"


"Besok aku tidak pergi ke kantor karena lusa akan pergi bersama dengan Thio. Bagaimana jika besok kita pergi ke luar untuk sekedar piknik biasa? Kau setuju?"


Amanda menghentikan gerakannya lalu menatap penuh tanya ke arah suaminya.


"Kau baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba kau ingin keluar bersamaku?"


Ternyata tidak hanya Amanda saja, Er juga sudah menatap ke arah kakaknya dengan alis yang sudah terangkat satu


"Aku baik-baik saja. Aku mengingat bahwa kita sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua. Hanya itu saja"


"Baiklah besok kita akan piknik" putus Amanda disertai dengan senyum hangat nya


Owner kembali menghadap ke depan setelah mendengar jawaban yang diberikan oleh kakak tertuanya

__ADS_1


("Apa ayah tidak mengatakan bahwa orang yang akan dihadapinya sangat berbahaya? Aku harus memperingatkan Thio untuk ini") batin Er


__ADS_2