CEO My Husband

CEO My Husband
SOSOK AYAH


__ADS_3

Amanda yang sedang sibuk merapikan semua pakaiannya dan juga milik suaminya. Rizky benar-benar melakukan apa yang dia katakan kemarin.


Hari ini lebih tepatnya sore hari nanti mereka akan berangkat ke kota Italia. Kota impian yang disukai oleh gadis cantik itu.


Amanda yang sibuk dengan kedua koper besar yang akan mereka bawa, berbeda dengan pria tampan itu. Rizky sudah duduk dengan laptop di hadapannya. Berkutat dengan berkas-berkas yang harus dia selesaikan sebelum pergi berlibur dengan istrinya kecil nya itu.


"Jangan terlalu serius menatap semua itu. Istirahatlah, bukankah sebentar lagi kalian akan pergi?" ucap Bryant yang sudah duduk di sofa hitam yang ada di ruang kerja putranya itu dengan secangkir teh hangat di tangan kanannya.


Rizky memalingkan pandangannya lalu menyenderkan punggungnya ke belakang. Tersenyum kecil ke arah ayahnya itu dan menggelengkan kepalanya kecil.


"Ayah tidak ingin berlibur juga dengan Bunda? Sepertinya ayah juga butuh liburan sejenak agar lipatan di wajah ayah sedikit berkurang" ucapnya dengan tawa yang sudah ditahan sebisa mungkin


Kalimat itu berhasil membuat pria yang sudah cukup umur namun masih tampan itu menatap tajam ke arahnya lalu melipatkan kakinya


"Kau ingin mengatakan bahwa ayahmu ini sudah tua? Begitukah? Kau benar-benar harus ku beri pelajaran Rizky"


Tawa yang sedari tadi berusaha ditahan kini sudah terdengar dengan jelas. Rizky tertawa keras sembari menggelengkan kepalanya. Bryant yang melihat dan mendengar tawa putranya itu juga ikut tertawa.


"Sepertinya sudah lama ayah tidak mendengar tawa lepas seperti itu. Tertawalah seperti itu ky, tidak perlu bersikap dingin lagi kepada semua orang. Lupakan masa lalu burukmu dan fokuslah pada masa sekarang dan kedepannya. Amanda, kau harus lebih fokus pada istrimu itu. Keputusanmu mengajak nya untuk berlibur memang tepat. Setidaknya kalian berdua bisa melupakan sejenak masalah yang akan menghampiri kalian" lirih Bryant menatap lembut putranya itu


Rizky mengatur nafasnya dan menghentikan tawanya. Tersenyum lembut ke arah ayahnya lalu menatap pajangan foto besar yang ada di dinding depannya atau yang berada di belakang Bryant. Foto pernikahan dirinya dan juga gadis mungil yang dia nikahi secara mendadak tanpa adanya cinta dan kasih sayang melainkan rasa penasaran, kasihan dan tujuan tertentu.


Rasa yang tidak pernah dia duga lambat laun muncul dalam dirinya. Pernikahan yang sampai sekarang masih baik-baik saja. Rasa sayang dan juga cinta yang tumbuh semakin besar terhadap wanita itu. Wanita yang selalu memperlihatkan senyumnya di setiap situasi, suara yang lembut jika ingin menenangkan setiap orang dan suara cemprengnya yang akan selalu dirindukan setiap kali keempat pria muda itu berbuat salah.

__ADS_1


"Pergilah dan bersiaplah. Kau ini benar-benar keterlaluan, membiarkan istrimu membereskan segalanya" ucap Bryant yang sudah bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu ruang kerja putra sulungnya


Rizky terkekeh kembali dan menggelengkan kepalanya melihat punggung tegap milik ayahnya itu. Ayah yang selalu bisa menempatkan dirinya di waktu dan situasi apapun. Ayah yang bisa menjadi sahabat atau pun tempat bertengkar mereka.


Rizky bangkit dari duduknya dan berjalan keluar menuju kamarnya dan juga istrinya itu


Sesampainya di kamar bernuansa putih dan sedikit hitam itu, dia melihat dua koper dan ransel yang sudah terisi penuh dan berdiri dengan rapi. Lalu kemana gadis yang merapikan itu semua?


Tak lama senyum itu kembali terpancara. Amanda yang sedari tadi dia cari ternyata sudah terbaring dengan memejamkan matanya diatas kasur empuk itu. Rizky berjalan mendekat dan melepaskan sendal rumahnya dan ikut membaringkan tubuhnya di samping gadisnya


Memeluk tubuh mungil itu dan mencium aroma yang sudah menjadi candunya itu semenjak ungkapan perasaan yang tidak dia duga. Tak lama, pandangan Rizky semakin mengabur. Dia pun ikut terpejam


🌻🌻🌻


"Rizky ayolah. Ini sudah sore, kau mengatakan bahwa penerbangannya pukul 6 nanti. Ini sudah pukul 4" ucapnya masih berusaha membangunkan suaminya yang mendadak menjadi kebo itu


Berhasil, setidaknya sudah berusaha sejak tadi kini ada pergerakan dari pria itu. Rizky mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali dan mendapati istrinya yang sudah menatap nya dengan kesal


Mendudukkan dirinya lalu mengacak rambut Amanda. Amanda berdecih kesal memukul tangan kekar itu dan membuat sang empunya terkekeh. Sepertinya hari ini pria itu memang dalam situasi yang sangat baik hingga terus menerus tertawa dengan lepas di hadapan orang rumahnya


"Ada apa hmmm? Kenapa menekuk wajah seperti itu?" Rizky tanpa merasa bersalah sama sekali


Amanda membulatkan matanya dan membuka sedikit mulutnya tak percaya dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh pria di hadapannya itu

__ADS_1


Suara helaan nafas panjang terdengar dari mulut Amanda. Dia berusaha meredam amarahnya


"Pergilah mandi karena kita akan terlambat Tuan Muda Rizky Arkansas Graham" ucapnya yang sudah memegang dadanya


"Jika ingin memarahiku maka marahi saja. Kenapa harus menahan amarah seperti itu" bukannya melakukan apa yang dikatakan oleh istrinya, Rizky justru semakin memancing amarah Amanda yang tadi sudah berusaha diredan oleh gadis itu


Amanda semakin melotot ke arah suaminya. Kenapa suaminya itu semakin menyebalkan saja? apa pria itu salah mengkonsumsi makanan atau bagaimana?


"Rizky, cukup. Pergi mandi atau aku tidak akan mau pergi berlibur dengan mu sama sekali" ancam gadis itu dengan kedua tangan yang sudah dia lipat di depan dada dan wajah tenang yang sebisa mungkin dia atur.


Kini bukan Amanda yang melotot melainkan suaminya. Rizky menatap Amanda tak percaya. Kini istrinya itu sedang mengancamnya?


Dengan cepat, Rizky loncat dari kasurnya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi pribadinya. Amanda yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang dengan kepala yang sudah dia gelengkan ke kanan dan kiri beberapa kali


🌻🌻🌻


Hallo readers... sebelumnya author mau minta maaf karena udah buat kalian nunggu lama banget.


Tapi yang sejujurnya, author lagi bener-bener sibuk di kehidupan nyata. Dan juga lagi masa masa ujian jadi author harus memfokuskan diri di dunia perkuliahan


Chapter kali ini singkat banget yah? Maaf yah... author lagi kehabisan imajinasi nih makanya cuman bisa buat segitu aja. Tapi tenang aja... chapter selanjutnya bakal lebih seru dan lebih panjang lagi kok


See you next chapter my loved readersπŸ€—πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2