
Kembali ke daerah Tiongkok dimana kebahagiaan Keluarga Graham sudah semakin terlihat jelas. Semenjak pernikahan terbesar yang dilangsungkan oleh Keluarga ini, semua masyarakat khususnya kaum hawa selalu mengintai kediaman Graham
Dan menjadi suatu hal yang menguntungkan dikarenakan Rumah baru yang sudah mengatasnamakan Amanda Citra Graham itu tidak diketahui oleh pihak publik atau yang lainnya
"Kau akan pulang kapan?" tanya seorang gadis manis yang sibuk merapikan dasi suaminya itu
"Sekitar 4 atau 5 hari ke depan. Aku hanya sebentar ke Singapura dikarenakan proyek disana terhenti di tengah jalan. Aku akan pergi bersama dengan Thio tidak dengan adik kesayanganmu itu" jelas Rizky
Amanda terkekeh mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh suaminya itu
"Alan, Er, Thio dan juga Zaen adalah kesayangan ku. Dan kau tidak perlu merasa cemburu seperti itu. Kau ini sudah menikah denganku lalu apa yang harus kau cemburui?" tanya Amanda meledek Rizky
"Ck...diamlah. Aku tidak pernah merasa cemburu dengan mereka"
Amanda menganggukkan kepalanya mengerti dengan mata yang masih menatap Rizky dan bibir mungil itu yang sudah menampilkan senyum manisnya
"Tapi tidak bisakah kalian pergi tidak mendadak seperti ini Tuan Muda Rizky Arkansas Graham?" tanya Amanda dengan raut wajah yang kembali serius
Amanda melepaskan tangannya dari ikatan dasi yang sedari tadi dia kerjakan. Dia menatap manik mata milik Rizky
Rizky memicingkan matanya dan tersenyum jahil
"Tidak bisa. Justru akan lebih bagus seperti ini. Pergi mendadak akan lebih bagus bukan?"
Amanda justru membalas tatapan dari Rizky dan menunjuk wajah tampan itu dengan jari telunjuknya dengan warna kuku yang sudah menjadi biru muda
"Baiklah kalau begitu. Jika lain kali kau akan pergi mendadak maka kau bisa mengurus kebutuhanmu sendiri dan jangan merepotkanku lagi. Kau mengerti Tuan Muda?"
Amanda berjalan hendak meninggalkan Rizky sendiri di kamar itu sebelum langkahnya terhenti dikarenakan tubuhnya sudah berada dalam dekapan tangan kekar itu
"Baiklah baiklah...aku tidak akan melakukannya lagi. Aku hanya berniat untuk jahil padamu tapi ternyata aku juga yang kalah. Jangan marah sepagi ini. Aku tidak akan pergi sebelum kau memberikan senyum termanis yang belum pernah dilihat oleh orang banyak" bisik Rizky tepat di kuping Amanda
Amanda memutar badannya dan memegang kedua pipi Rizky dengan kaki yang sudah berjinjit
"Kau mau aku memberikan sebuah senyuman?" tanya Amanda
Rizky hanya menganggukkan kepalanya dengan semangat sebagai jawaban atas pertanyaan Amanda tadi
"Baiklah kalau begitu... Aku tidak akan memberikannya" ucap Amanda dan dengan segera dia berlari kencang meninggalkan Rizky yang masih diam
__ADS_1
Rizky tersadar dan menghela nafasnya panjang dengan kepala yang sudah menggeleng tidak tau lagi harus berkata apa melihat tingkah istri kecilnya itu yang terkadang seperti anak kecil
π»π»π»
Amanda sudah berada di meja makan dengan yang lainnya kecuali Rizky. Rizky belum turun padahal Amanda sudah benar-benar menyiapkan segalanya dengan baik
"Kenapa dia lama sekali?" tanya Amanda yang sudah merasa kesal
Dia hendak berdiri ingin memanggil Rizky agar segera turun dan ikut sarapan bersama sebelum dia pergi. Namun orang yang ditunggu sudah memunculkan dirinya yang baru keluar dari lift
"Lama sekali" gerutu Amanda pelan namun masih bisa di dengar
Alan menahan tawanya melihat wajah kesal yang sudah dikeluarkan oleh Kakak Iparnya itu. Alan menatap ke samping lebih tepatnya ke arah Rizky yang memasang wajah serius
"Apa ada masalah Kak?" tanya Alan langsung
"Dimana Zaen?" bukannya menjawab dia justru memberikan pertanyaan juga
"Oh dia sudah berangkat lebih awal karena harus melakukan piket di ruang kepala sekolah" jawab Alan
Rizky diam tak mengucapkan apapun setelahnya dan melihat Alan yang sudah berpakaian rapi dengan seragam sekolahnya lalu beralih menatap Amanda
"Ayo makan" ucap Rizky memutuskan
"Tidak bisakah kau hari ini tidak bersekolah saja?" tanya Rizky setelah dipastikan bahwa sarapannya sudah habis
"Tidak bisa" bukan Alan yang menjawab melainkan Amanda dengan mata yang sudah melotot
"Aku saat ini sedang serius Amanda. Jangan bermain-main" tegur Rizky memperingatkan Amanda
"Apakah menurutmu aku juga sedang becanda?"
Alan menatap Thio yang duduk di depannya dikarenakan kakinya yang sudah disenggol oleh Thio
Mereka berdua saling bertatapan heran melihat reaksi Rizky dan juga Amanda yang sepertinya kurang baik
"Hmmm Kak... jika ada yang perlu aku bereskan maka katakan saja" ucap Alan menengahi perdebatan kecil suami istri itu
"Tidak Alan. Kau sudah begitu banyak ketinggalan pelajaran jadi kali ini kau tidak boleh absen lagi. Turuti perkataan Kakak atau kau tidak akan bisa mengobrol lagi dengan ku" ucap Amanda sedikit mengancam
__ADS_1
Alan meneguk salivanya susah payah sembari melirik ke arah Thio. Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Rizky
"Baiklah Alan. Kau turuti saja perkataan Kakak Iparmu. Dia sedang datang tamu saat ini jadi suasana hatinya akan berubah ubah" ucap Rizky mengalah
"Thio, kau tidak perlu ikut denganku. Aku akan pergi sendiri dan akan segera kembali jika masalah di sana sudah selesai. Kau disini menjaga Amanda dan juga Zaen dan lebih utama menjaga Bunda. Kau mengerti?" lanjut Rizky
Thio menautkan kedua alisnya begitu pun dengan Alan
"Kenapa?" tanya Amanda
"Er baru saja menelponku. Dia mengatakan jantungnya berdetak dengan cepat dan juga dia merasa merisaukan sesuatu. Disana dia baik-baik saja, jadi... yang ada dalam otaknya sekarang adalah keselamatan para wanita kesayangan Keluarga Graham. Kalian tau bahwa jika Er sudah seperti ini maka 80% akan terjadi sesuatu hal yang buruk. Oleh karena itu, kita akan menjaga semuanya" jelas Rizky menatap Amanda dengan hangat
"Tapi aku tidak akan pergi kemana pun hari ini. Aku akan berdiam diri di rumah karena perutku juga sangat sakit. Jadi Thio, kau cukup menjaga Zaen dan juga Bunda" ucap Amanda yang kali ini raut wajahnya juga tak kalah khawatir
"Tidak bisa seperti itu" tolak Rizky
"Begini saja Kak. Aku akan pergi ke sekolah dan menjaga Zaen. Sedangkan Thio akan mengantarkan Kakak ke Rumah Besar dan tetaplah tinggal di rumah bersama dengan Bunda. Lagipula, Ayah sudah menyiapkan penjagaan yang luar biasa di Rumah Besar jadi Thio akan lebih mudah menjaga kalian berdua. Bagaimana Kak?" usul Alan
Amanda terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya mengerti
"Baiklah. Itu juga termasuk ide yang cukup bagus. Selama aku masih belum kembali, kalian semua hanya akan tinggal di Rumah Besar saja. Jika ingin keluar maka katakan pada Thio atau pun Alan. Mengerti?"
"Baiklah aku mengerti. Kalau begitu aku akan membereskan pakaianku dan juga Zaen" ucap Amanda dan berlari menaiki anak tangga
"Kak, apa menurutmu kali ini feeling Er akan buruk? Kenapa aku jadi ikut merasa risau?" tanya Thio dengan raut wajah khawatir
"Aku juga merasakan risau sejak beberapa hari belakangan ini. Kalian berdua harus benar-benar menjaga mereka dengan baik. Aku akan berusaha secepat mungkin menyelesaikan semua pekerjaan yang ada di sana"
Alan dan Thio hanya bisa menganggukkan kepala mereka mengerti
π»π»π»
HAYO... KIRA-KIRA BAKALAN ADA KEJADIAN BURUK APA YAH YANG BAKALAN MENIMPA KELUARGA GRAHAM LAGI?
AUTHOR JUGA GAK SABAR MAU NGASITAU KALIAN.
TAPI SEMENJAK AMANDA MASUK KE DALAM KELUARGA GRAHAM... BANYAK BANGET MASALAH YANG DATANG YAH
KALIAN TENANG AJA YAH... DAN TETAP BACA KELANJUTAN CERITA YANG AUTHOR BERIKAN
__ADS_1
SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER READERSβ€
π»π»π»