
Pria tampan dengan wajah yang hanya masih dicuci begitu saja sedang memotong daging yang ada di atas piringnya lalu memasukkannya ke dalam mulut seseorang yang tak lain adalah mulut istrinya sendiri
"Kenapa harus sarapan di sini? Kenapa tidak di Meja makan saja Ky?" tanya Amanda yang mengunyah makanannya dengan perlahan
"Tidak apa, aku hanya ingin makan disini saja"
"Tapi sedari tadi yang makan hanya aku. Kau hanya makan beberapa suapan saja tadi" omel Amanda yang tidak terima akan jawaban yang diucapkan oleh Rizky suaminya itu
Rizky tersenyum kecil tak menjawab lalu memberikan suapan terakhir dan meletakkan peralatan makannya di atas nampan dengan rapi
"Aku akan menyimpannya" ucap Amanda
"Tidak usah. Biarkan saja, nanti Bibi akan mengambilnya. Bersiaplah aku akan mengajakmu berjalan-jalan di luar. Hari ini kau akan berjalan-jalan dengan suamimu ini" suruh Rizky yang sudah merentangkan tangan kirinya untuk mengambil ponsel miliknya
Amanda dengan mata yang sudah berbinar-binar duduk semakin dekat dan membuat Rizky mengurungkan niatnya untuk melihat isi ponselnya
"Kau akan menemaniku berjalan-jalan? Sungguh? Tapi... nanti akan ada banyak kehebohan" tanya Amanda dengan antusias namun diakhiri dengan wajah lesunya sembati membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka berdua nantinya
Rizky menggenggam tangan mungil itu dan meletakkannya di atas paha kanannya lalu menepuknya dengan pelan
"Kau tidak perlu khawatir. Tidak akan ada kehebohan. Sudah pergilah bersiap-siap Nona Amanda Citra Graham" jelas Rizky dan kembali menyuruh Istrinya itu untuk bersiap
Amanda melebarkan senyum manisnya dan langsung menuruni tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Rizky, dia hanya menggelengkan kepalanya lalu menghidupkan layar ponselnya dan meneliti setiap pesan masuk melalui email pribadinya
🌻🌻🌻
"Kenapa harus berdandan begitu cantik? Kita hanya berjalan-jalan bukan mau menghadiri sebuah pesta Amanda" tegur Rizky dengan wajah dinginnya sembari sibuk memakai jam tangan miliknya
"Aku tidak berdandan, aku hanya memakai bedak bayi dan mengoleskan sedikit pelembab bibir. Apa penampilanku sedikit berlebihan?" tanya Amanda dengan tampang polosnya
Rizky berjalan mendekat dan memeluk pingganh ramping istrinya itu dari belakang lalu meletakkan dagunya diatas pundak istrinya
__ADS_1
"Tidak berlebihan, hanya saja aku tidak suka jika milikku harus dipandang lama oleh orang lain terutama pria. Aku membenci hal itu karena aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menjagamu" bisik Rizky tepat di telinga Amanda
Amanda hanya terkekeh dan memukul tangan kekar yang ada di perutnya itu. Rizky tersenyum lalu melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Amanda dan beranjak keluar
Menuruni satu per satu anak tangga dan tak mendapati satu manusia pun yang ada di rumah ini. Bahkan pintu utama juga tertutup itu artinya semua asisten rumah tangga juga sedang tidak berada di rumah
"Tidak perlu mencari kemana semua orang pergi. Ayo" ucap Rizky pelan dan terus melangkah lalu membuka pintu utama dan kembali menutupnya
Begitu banyak penjagaan diluar membuat Amanda terlonjak kaget karena kemarin penjaga di rumah ini tidak sebanyak ini
"Kau tunggu disini. Aku akan mengambil mobil sebentar"
Amanda menganggukkan kepalanya dan menatap punggung tegap itu yang sudah berjalan meninggalkan dirinya dan menghilang di belokan arah taman samping
Amanda berdiri menatap bunga matahari yang tumbuh dengan tinggi di halaman depan rumahnya. Sungguh sangat indah, ketika pintu utama terbuka kita bisa melihat taman Bung Matahari yang memang sangat disukai oleh gadis itu
Amanda masuk ke dalam mobil ketika mobil mewah itu berhenti di hadapannya. Memasang seltbelt nya dan tersenyum ke arah Rizky yang mulai menjalankan mobil itu
"Kita akan kemana?" tanya Amanda menatap hamparan jalanan di depan mereka
"Ohh jadi seorang Tuan Muda Graham berganti profesi menjadi seorang supir pribadi Nona Amanda?" ledek Amanda yang sudah melirik ke samping kanannya
Rizky merubah raut wajahnya menjadi datar dan membalas melirik Amanda. Tak lama raut yang begitu lembut kembali terlihat di wajah Rizky
"Tidak masalah, asalkan yang menjadi penumpangnya adalah Nona Amanda Graham" jawab Rizky dengan gampangnya
Amanda terkekeh dan mengambil ponselnya seperti mencari sesuatu
"Kau yakin akan mengemudikan mobilnya kemana pun?" tanya Amanda lagi dengan kedua alis yang sudah naik
Rizky menautkan kedua alisnya lalu mengangguk dengan ragu
__ADS_1
"Baiklah Pak Rizky kita akan pergi ke Suzhou Garden" lanjut Amanda dengan begitu bahagianya
Rizky membuka sedikit mulutnya dan menghela nafas panjang
"Jika tau begitu kita lebih baik pergi sejak pagi tadi" ucap Rizky begitu pelan dan hanya dibalas dengan kekehan Amanda
Rizky sedikit menaikkan kecepatan mobilnya agar tidak terlalu lama sampai di tempat tujuan. Istrinya itu benar-benar tidak dapat ia mengerti, jika sudah bersangkutan dengan tanaman apalagi bunga maka dia akan segera ke sana
Sedikit ada rasa penyesalan di dalam benak Rizky karena sudah menawarkan hal tadi pada wanita yang duduk dengan senyum manis di sampingnya itu
"Kau akan apa disana Amanda? Bunga ditaman sudah sangat banyak. Kau akan membangun taman di bagian mana lagi hmmm?" tanya Rizky memecahkan keheningan yang ada di mobil itu
"Aku tidak akan membangun taman apapun di Rumah Rizky, kau mengajakku berjalan-jalan jadi aku memilih tempat yang bagus untuk mengabadikan setiap momen. Dasar kau ini"
Rizky terdiam dan menggaruk pelipis kanannya karena apa yang dikatakan Amanda memang benar sepenuhnya. Hening... itulah yang gerjadi selanjutnya
Namun keheningan itu hanya bertahan beberapa saat. Rizky kembali membuka suaranya bertanya lagi pada Istri cantiknya itu
"Jika aku mengajakmu berlibur jauh selama beberapa hari. Kau akan kemana?"
Amanda memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas selempangnya lalu menatap ke arah Rizky
"Italia. Negara itu adalah negara impianku sejak lama. Sebenarnya aku juga sangat ingin ke Yerusalem tapi sepertinya itu sangat jauh dan akan sangat lelah. Jadi italia saja" jawab Amanda tenang yang masih terus menatap Rizky
"Baiklah kita akan pergi ke keduanya. Kau tenang saja aku tidak akan merasa lelah. Lagipula aku juga utuh waktu untuk berlibur bersama dengan Istriku. Anggap saja ini sekaligus bulan madu kita"
Kalimat terakhir yang diucapkan Rizky begitu membuat Amanda terkejut dan melototkan matanya. Rizky yang tak sengaja melirik ke samping langsung tertawa kecil dan mengusap wajah Amanda dengan pelan
"Wajahmu sangat menyeramkan jika sudah melotot seperti itu. Apa yang kau takutkan? Kita sudah menikah dan berbulan madu itu suatu hal yang wajar" ucap Rizky masih dengan tawanya yang terdengar
Amanda menganggukkan kepalanya dan memperbaiki posisi duduknya dan menatap ke depan. Suaminya ini benar-benar menganggap semuanya remeh. Dia tidak tau bahwa kalimat yang diucapkannya barusan berhasil membuat seorang Amanda merasa takut dengan degup jantung yang sudah berdetak sangat cepat
__ADS_1
"Kita akan pergi besok. Kau mengerti?" lanjut Rizky mengacak rambut panjang Istrinya dengan senyum lebarnya dan dibalas dengan anggukkan kepala oleh gadisnya
🌻🌻🌻