
Amanda masih duduk di depan cermin besar yang ada di dalam kamar miliknya dan juga Rizky. Dia mencatok rambut bagian bawahnya dan mengoleskan sedikit bedak tabur ke wajahnya dan tak lupa memberikan pelembab bibir agar bibirnya tidak terlalu kelihatan pucat
Dia mendengar suara deru mobil dari bawah. Amanda beranjak dan berjalan menuju balkon kamarnya. Dia menatap ke bawah dan melihat Rizky yang turun dari mobil
Dia memberikan senyum manisnya ketika Rizky dengan tiba-tiba menoleh ke atas. Mungkin saja Rizky merasa ada yang memperhatikan dirinya dari atas sehingga dia harus menoleh untuk melihatnya
Rizky membalas senyum Amanda dengan senyum yang mengembang dengan sempurna. Bahkan Amanda saja tidak pernah berpikir bahwa Rizky bisa tersenyum selebar itu
"Apa kepalanya sedikit terbentur? Hahaha" tanya Amanda pada dirinya dengan kekehan di akhir kalimatnya
Amanda kembali masuk dan membiarkan pintu balkon itu tetap terbuka lebar agar angin alam bisa masuk dengan bebas memenuhi ruangan kamarnya
Rizky masuk dan meletakkan tas kerjanya lalu memeluk Amanda dengan erat sambil memejamkan matanya. Dia menghirup aroma yang selalu berhasil menenangkan dirinya di saat dia merasa lelah
"Mandi lah terlebih dahulu" suruh Amanda sambil mengusap punggung Rizky
"Sebentar" jawab Rizky singkat
Amanda kembali diam dan membiarkan Rizky memeluknya seperti ini
("Apa nanti aku sanggup untuk melepaskanmu? Apa nanti aku sanggup menerima amarah dan kebencianmu? Bahkan sekarang aku ingin menyerah Amanda") batin Rizky mengingat tujuan awalnya menikah dengan gadis ini
"Aku ingin mengajakmu makan malam diluar. Kau mau?" tanya Rizky masih dengan posisinya
"Ya ya ya kita akan pergi. Sekarang pergi mandi" jawab Amanda
Rizky melepas pelukannya dan memandang setiap detail wajah imut Amanda. Dia tersenyum lagi dan Amanda juga ikut tersenyum dengan tulus
Tanpa terduga Rizky mengecup bibir pink milik Amanda. Hanya ciuman singkat dan setelah itu di beranjak pergi menuju kamar mandi
Berbeda dengan Amanda yang masih berdiam dengan posisinya. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyadarkan dirinya
"Sepertinya dia benar-benar terbentur keras. Sifatnya berubah semenjak kembali ke Kantor" ucap Amanda
Amanda berjalan menuju ke ruangan dimana letak lemari bajunya dan juga baju Rizky berada. Tidak hanya baju namun semua aksesoris seperti sepatu, sneakers, anting dan perhiasan lainnya ada di ruangan ini
Dia memilih beberapa dress yang menurutnya bagus untuk dikenakannya. Walaupun dia tau bahwa apapun jenis dress yang akan digunakannya Rizky tidak akan memberikan komentar
Dia menjatuhkan pilihan pada dress berwarna hitam miliknya. Dia segera mengganti pakaian dan kembali duduk di depan cermin rias nya. Menggerai rambut panjangnya dan kembali merias wajahnya
Pintu kaca kamar mandi terbuka. Rizky berjalan keluar dan melihat Amanda sebentar
"Apa aku perlu memilihkan baju untukmu?" tanya Amanda yang melihat Rizky dari cermin yang ada di hadapannya
"Tidak usah. Aku akan mengambilnya sendiri" jawab Rizky sambil tersenyum
Amanda membalas senyum itu dan membiarkan Rizky berjalan ke ruang pakaian untuk memakai bajunya. Amanda kembali melakukan kesibukannya
Tak lama Rizky keluar dan berdiri di belakang Amanda yang masih duduk di bangku rias nya
"Kenapa memakai jaket hitam juga?" tanya Amanda
"Karena mau memakai hitam aku juga memakainya. Tidak masalah" jawab Rizky santai
__ADS_1
Amanda hanya tersenyum dan memakai antingnya
"Biar aku bantu" ucap Rizky
Rizky langsung membantu Amanda memakai anting di kuping Amanda dengan hati-hati agar dia tidak melukai dan membuat Amanda merasa sakit
"Terimakasih" ucap Amanda setelah Rizky memasangkan sepasang anting tersebut
Amanda berdiri dan kembali masuk ke dalam ruang pakaian dan aksesoris itu. Mengambil tas selempang nya dan keluar. Ternyata Rizky masih belum siap. Amanda memilih menunggu duduk di sofa dan memainkan ponselnya
"Ayo" ajak Rizky memberikan telapak tangannya di depan Amanda
Amanda mematikan ponselnya dan menerima uluran tangan Rizky. Rizky menggenggam tangan Amanda yang memang pas di genggamannya
Mereka menuruni anak tangga dan menemukan orang-orang yang sedang menonton acara di TV lebar yang ada di ruang tengah. Sedangkan Lyla? Tentu saja dia masih sibuk menyiapkan makan malam untuk semuanya
"Bunda" panggil Rizky
Suara Rizky membuat yang lain menoleh
"Wihhh rapi banget Kakak dan juga Kakak Iparku tersayang. Mau kemana nih?" tanya Er dengan nada meledek
Rizky hanya diam dengan raut wajah datarnya
"Ada apa Ky?" tanya Lyla berjalan mendekat ke arah mereka berdua
"Aku dan juga Amanda akan makan malam di luar saja. Bunda dan lainnya bisa makan malam bersama nanti" ucap Rizky menatap Bundanya
Lyla pun tersenyum dan memegang pipi Amanda dengan lembut lalu mencium kening Amanda
"Kalau begitu kami pergi sekarang" ucap Rizky
Rizky menarik tangan Amanda untuk segera keluar dari Rumah Besar. Rizky ingin membukakan pintu untuk Amanda namun tangan Amanda menahan tangan Rizky
"Aku masih punya tangan untuk sekedar membuka pintu saja" ucap Amanda sambil tersenyum lembut
Rizky diam dan mengelus rambut Amanda dan membalas senyum itu
Rizky melepaskan tangannya dan melihat Amanda sampai gadis itu menutup pintu mobil. Rizky segera masuk dan memasang seatbelt dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang
"Ingin makan apa?" tanya Rizky
"Kita makan di pinggir jalan saja yah" ucap Amanda menatap Rizky
"Tidak" tolak Rizky dengan tatapan sinis nya
Amanda memajukan bibirnya sedikit dan berdecak sebal.
"Ingin makan apa Amanda Citra Graham?" tanya Rizky lagi namun dengan disertai nama lengkap Amanda
Amanda yang mengerti bahwa sudah ada peringatan merah langsung saja menoleh ke arah Rizky
"Makan seafood saja" jawab Amanda
__ADS_1
Rizky hanya menganggukkan kepalanya mengerti dan segera mencari tempat makan yang hanya menyediakan makanan seafood saja.
Setelah beberapa waktu menyusuri jalanan yang cukup ramai akhirnya Rizky memarkirkan mobil tersebut di depan sebuah restoran seafood yang sepertinya ramai
"Ayo" ajak Rizky dan langsung turun setelah mematikan mesin mobil
Amanda membuka pintu dan langsung turun. Dia menunggu Rizky hingga ada di sampingnya. Seperti mereka berjalan dari rumah, Rizky kembali menggenggam tangan Amanda
Mereka masuk dan sudah bisa dipastikan bahwa saat ini pasangan suami istri itu sedang menjadi bahas perhatian.
Rizky semakin mengeratkan pegangan nya terhadap tangan Amanda. Amanda mengerti bahwa Rizky menyuruhnya untuk menghiraukan semua orang itu
Rizky memilih tempat duduk di pojok sebelah kiri dekat dengan jendela. Amanda segera duduk dan disusul oleh Rizky. Seorang pelayan pria langsung datang membawakan buku menu dan segera memberikannya pada Rizky
Rizky nampaknya tau selera dari istrinya itu sehingga tidak perlu menanyakan apapun kepada Amanda. Amanda mengambil ponselnya dari dalam tas selempang nya dan membuka kamera
Lampu-lampu yang berderet di bawah sinar bulan dan juga bintang yang menghiasi langit membuat Amanda tak bisa menghilangkan senyumnya. Bahkan pelayan yang sedari tadi menunggu juga ikut mengeluarkan senyum ketika melihat Amanda tersenyum dengan manis
Rizky berdehem keras dan sang pelayan pria tersebut langsung menundukkan kepalanya namun Amanda hanya menghiraukan nya dan masih fokus dengan semua keindahan yang masih melekat di matanya
"Amanda hentikan" tegur Rizky
Amanda menatap Rizky dengan alis yang terangkat. Dia juga sudah menghilangkan senyumnya
"Kau jangan tersenyum lagi" jawab Rizky yang tau arti dari tatapan Amanda
"Kenapa? aku hanya mengagumi semua yang ada di depan mataku. Apa salah?"
"Salah. Tidak ada yang berhak melihat senyummu kecuali aku dan keluarga. Tidak dengan orang lain"
Amanda menahan senyumnya dan semakin ingin membuat Rizky kesal
"Ada apa? Siapa yang melihat senyum ku sedari tadi?" tanya Amanda
"Pelayan yang tadi"
Tawa Amanda tak bisa ditahan. Dia langsung tertawa mendengar jawaban dari Rizky
"Oh astaga Tuan Muda... apa kau cemburu dengan seorang pelayan? Yang benar saja"
"Ini peringatan terakhir Amanda Citra Graham"
Amanda langsung menghentikan tawanya dan menganggukkan kepalanya mengerti. Dia tidak ingin bertengkar hanya karena masalah kecil saja
Dia lebih memilih melihat pemandangan yang saat ini ada di depan matanya. Rizky memang memiliki daya tarik tersendiri. Tanpa tersenyum pun dia masih terlihat sangat tampan
🌻🌻🌻
🌻🌻🌻
__ADS_1