
Sumpah Demi apapun, namun sudah sejam lebih Amanda dan Alan bercerita banyak hal. Namun Rizky masih belum juga datang membawa apa yang diminta oleh Amanda
"Alan, sebaiknya kau mengecek keadaan Tuan Muda mu itu. Kenapa dia sampai sekarang belum juga kembali? Aku khawatir terjadi sesuatu atau dia pergi entah kemana" suara Amanda memecahkan keheningan yang tercipta
Alan menganggukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya. Langkah nya terhenti ketika suara pintu terbuka
Rizky... yah pria itu sudah datang membawa meja dorong dengan sebuah mangkuk dan segelas air putih beserta dengan susu dan tak lupa roti sobek yang sudah diolesi selai
Rizky berhenti tepat di depan Amanda. Dia langsung duduk di samping Amanda dan menatapnya sebentar
"Kenapa lama sekali Tuan Muda? Apa ini benar-benar masakanmu?" tanya Amanda yang juga melihat Rizky
Rizky menghembuskan nafasnya panjang dan mengambil mangkuk yang sudah berisikan bubur ayam dengan kecap yang juga ada di atasnya
"Harusnya kau tidak melukai hatiku Nona Amanda Citra Arafah. Seorang Rizky Arkansas Graham akan selalu melakukan segala ucapannya" jawab Rizky
"Sekarang buka mulutmu dan biarkan aku yang menyuapi mu" lanjut Rizky sambil mengaduk pelan bubur
"Tidak. Aku bisa makan sendiri Tuan Muda. Kau tidak perlu repot-repot untuk menyuapi ku" Amanda membantah kalimat Rizky
Rizky langsung memasang tatapan dinginnya ke arah Amanda. Dan yang ditatap langsung merasa bahwa ruangan yang dia tempati sekarang mendadak dingin
Alan yang juga masih setia di situ mendadak menundukkan kepalanya. Karena dia tahu bahwa situasi seperti ini sangatlah mengerikan baginya
Amanda pun langsung menurut dan membuka mulutnya.
Rizky memasukkan suapan pertama dan Amanda memejamkan matanya. Dia mulai mengunyah secara pelan dengan mata yang masih tertutup
Pfttt
"Uhuk uhuk uhuk" batuk Amanda secara tiba-tiba
Rizky langsung memberikan segelas air kepada Amanda. Dan Alan yang melihat itu juga seketika ikut merasakan panik
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Rizky singkat
"Aku percaya bahwa ini adalah buatanmu Tuan Muda Rizky Arkansas Graham" jawab Amanda yang sudah melotot menatap Rizky
Rizky menatap Amanda bingung dan terlihat jelas kerutan di jidatnya yang putih itu
"Kau ingin aku memakan garam hmmm?"
Rizky masih tidak mengerti apa maksud dari ucapan Amanda
Amanda memutarkan kedua bola matanya malas. Sungguh saat ini rasanya dia benar- benar ingin memberikan pelajaran pada Rizky
"Wahai Tuan Muda Rizky Arkansas Graham Yang Terhormat. Bubur ini sangat ASIN. Bahkan benar-benar Asin. Kau ingin membuatku sembuh atau bertambah sakit?" jelas Amanda dengan penekanan di kata Asin
Alan yang mendengar hal itu berusaha untuk menahan tawanya. Karena dia masih begitu menyayangi pekerjaannya dan dia juga sudah menyayangi keluarga Graham
"Apa kau bilang?" tanya Rizky berusaha mencerna kalimat penjelasan yang diberikan Amanda
"Jika kau tidak percaya coba saja" suruh Amanda dengan kedua tangan berlipat di depan dadanya
Rizky pun memasukkan sendok itu ke dalam mulutnya dan benar saja... Wajah nya berubah 90 derajat
Dia menatap Amanda dengan tatapan yang sulit diartikan
"Alan bawakan ini ke dapur. Dan suruh Bi Irnah untuk membuatkan yang baru dan lebih enak" perintah Rizky sambil memberikan mangkuk itu kepada Alan
Alan bergegas keluar dari kamar itu dan menutupnya rapat
"Kau... Kau makan roti saja sambil menunggu buburnya selesai" Rizky mengatakan itu tanpa melihat Amanda
"Baiklah sesuai keinginanmu saja Tuan Muda" jawab Amanda mengalah
Rizky memotong roti yang ada di atas piring dan mulai menyuapi Amanda dengan perlahan
__ADS_1
"Aku kira kau bisa segalanya ternyata kau sangat buruk dalam hal memasak. Aku sudah menunggu selama satu jam lebih dan hasilnya seperti itu" perkataan Amanda berhasil membuat Rizky menatapnya
"Tapi tidak masalah. Aku akan mengajarimu untuk memasak jika aku sudah sembuh nanti" lanjut Amanda dengan senyum kecilnya
"Aku sudah bilang Amanda. Aku melarangmu untuk menginjakkan kaki ke dapur jika untuk memasak. Kau hanya akan ke dapur untuk mengambil sesuatu bukan untuk memasak. Ini peringatan terakhir Amanda Citra Arafah" ucap Rizky dengan penuh penekanan
"Maka beritahu aku apa alasannya"
Skakmat... Rizky saat ini sudah mati kutu dengan jawaban Amanda. Bagaimana dia akan memberitahu Amanda akan alasan dibalik larangan ketat yang dia berikan
"Aku membutuhkan alasannya Tuan Muda" ulang Amanda lagi
"Karena aku... "
"Karena dia sangat takut jika kau akan kena potongan pisau sayang. Dia pernah menangis disaat Bunda terkena potongan pisau. Itulah alasannya" lanjut Lyla memotong
Rizky kaget dan melihat Lyla yang sudah ada di samping Amanda. Dia menghela nafasnya tenang
Namun Lyla menatapnya dengan dingin. Rizky yang seakan tau maksud dari Bundanya hanya bisa mengalihkan pandangannya
🌻🌻🌻
***Kira-kira apa sih alasan sebenarnya dari larangan yang begitu ketat yang dibuat oleh Tuan Muda Rizky?
Dan kenapa harus disembunyikan sampai seperti ini?
Haii gaess... Duhhh dah lama rasanya Author gak nyapa kalian semua
Author harap semuanya dalam keadaan sehat dan tetap mengikuti aturan pemerintah yah
Author mau berterima kasih karena kalian masih stay membaca dan memberikan like dan komen yang positif dalam cerita ini
Author akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan cerita-cerita yang makin menarik
__ADS_1
💕❤❤***