CEO My Husband

CEO My Husband
MASA LALUMU


__ADS_3

Gelapnya langit yang dihiasi bintang-bintang yang bersinar membuat Amanda harus menampilkan senyum manisnya. Dia duduk di bangku taman Rumahnya dengan kepala yang sudah mendongak ke atas


"Kenapa di luar tanpa memakai jaket atau syal Amanda?" tanya suaminya yang sudah memasang jas miliknya ke tubuh Amanda


Amanda sedikit terkejut dan tersenyum tulus kepada Rizky. Rizky duduk di samping kanan gadis itu dan ikut menengadah ke langit


"Langitnya indah bukan?" tanya Amanda yang sudah kembali menatap hamparan langit gelap tersebut


"Sangat indah dan juga cantik" jawab Rizky yang tidak memuji langit melainkan memuji wajah Amanda


Rizky tersenyum kecil menikmati keindahan yang ditampilkan oleh wajah putih milik Istrinya itu. Menggenggam tangan mungil Amanda dengan erat memberikan kehangatan


Amanda tersenyum lebar dan berhenti menatap ke atas


"Aku belum mengajakmu berlibur. Katakan, kau ingin kemana hmmm?" ucap Rizky dengan lembut


"Bisakah kita pergi ke tempat dimana aku bisa melihat langit dengan jelas dan dekat?"


Rizky terdiam dan menatap ke depan berusaha berpikir dimana dia bisa mendapati tempat berlibur dengan nuansa seperti keinginan Istrinya itu


"Tentu saja. Aku akan membawamu ke sana" jawab Rizky setelah beberapa menit tampat berpikir


"Benarkah? Aku jadi tidak sabar. Kapan kita akan ke sana"


Selesai sudah... sifat kekanak-kanak kan Amanda sudah keluar. Rizky terkekeh dan merapikan anak rambut Amanda yang tertiup oleh angin malam


"Setelah semua masalah dan urusan terselesaikan. Kau bisa menunggu bukan?"


Amanda menganggukkan kepalanya dengan begitu antusias dan meletakkan kepalanya di bahu tegap suaminya itu


"Apa pekerjaan kantor begitu banyak sampai wajahmu begitu jelas sangat lelah" ucap Amanda sedikit berbisik


Terdengar helaan nafas yang dikeluarkan oleh Pria tampan di sampingnya itu


"Pekerjaan kantor tidak banyak. Hanya saja ada beberapa masalah yang harus kami selesaikan. Ini menyangkut soal keselamatan dan hidup seseorang"


Amanda kembali menegakkan tubuhnya dan kini sudah menatap lekat ke arah Rizky


"Hidup siapa? Siapa yang terancam hidupnya?" tanya nya langsung dengan wajah yang sudah khawatir

__ADS_1


"Berhentilah mengkhawatirkan orang lain Amanda. Khawatirkan dirimu sendiri hmmm"


"Kau dan juga yang lain juga seperti itu. Kalian mengkhawatirkan diriku bukan diri kalian sendiri. Aku tidak tau apa yang kalian kerjakan di luar sana hanya untuk menjaga keselamatanku dan juga Bunda. Apakah kalian menggunakan alat-alat tajam atau benda berapi atau bahkan kekerasan lainnya" lirih Amanda menatap ke depan membayangkan apa yang dia ucapkan barusan


Rizky merangkul Amanda dan membuat kepala itu kembali bersandar ke bahu milik nya


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan diri kami semua. Kami sudah terlatih cukup baik terutama Er. Sampai sekarang aku saja tidak mengenal jati diri Er yang sebenarnya namun Ayah mengatakan bahwa dia cukup cukup terlatih dalam masalah membela diri. Ayah sudah mengajari kami dan mengawasi kami Amanda jadi kau tidak perlu membayangkan itu semua. Kau mengerti?" jelas Rizky dengan suara yang begitu lembut di telinga


"Hmmm"


Lagi dan lagi helaan nafas keluar dari mulut Rizky. Keduanya kembali diam menatap ke depan seperti sedang memikirkan sesuatu. Hingga dering ponsel Rizky membuat keduanya tersadar dan Amanda kembali lagi menegakkan badannya


Rizky menghidupkan ponselnya dan mendapati nama adik bungsunya yang tertera jelas di layar ponselnya. Dengan cepat dia membuka pesan itu dan menatap ke arah Amanda memastikan gadis itu tidak sedang melihatnya. Dan benar, Amanda lagi dan lagi menatap ke atas lebih tepatnya ke hamparan bintang-bintang yang menghiasi langit gelap itu


"Aku bersama dengan Paman Chand jadi tidak bisa ikut makan malam bersama Kak. Tadi lagi dan lagi ada berusaha mencelakai Kakak Ipar dengan sengaja menabrak nya. Dan yang paling mengejutkannya ialah orang tersebut adalah orang yang juga bertanggung jawab atas masa lalu mu"


Seketika jantung Rizky berpacu dengan cepat ketika kalimat masa lalu sudah tertera di dalamnya


"Ayo kita masuk Amanda" ajak Rizky yang sudah berdiri dan memberikan tangannya di hadapan gadis itu


Amanda tersenyum dan menerima uluran tangan itu. Mereka berdua melangkah bersama masuk ke dalam Rumah yang memang sangat indah dan juga besar itu


"Aku akan mandi terlebih dahulu. Kau bantulah Bunda menyiapkan makan malam tapi jangan melangkah ke dalam dapur. Kau mengerti?" ucap Rizky sedikit memberikan peringatan


Kembali menatap layar ponsel dan langsung menelpon adik bungsunya itu


"Katakan dengan jelas" ucap Rizky langsung ketika panggilan tersebut sudah tersambung


"..."


Rizky terdiam untuk beberapa saat dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak. Dia duduk di tepi kasur dan mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali


"Bagaimana bisa dia datang ke Negara ini?" lirih Rizky yang sudah mengepalkan telapak tangannya


"Kau mencari masalah lagi Tuan Richo. Dan kali ini kau mencari masalah dengan Istriku. Kau bukan hanya berusaha membangunkan jiwa kerasku melainkan juga jiwa keras kedua adikku. Baiklah, jika kau memang ingin menciptakan keributan akan kami jawab dengan sukarela" lanjut Rizky melemparkan ponselnya dengan sembarang dan melonggarkan dasinya


Wajah yang dipenuhi rasa amarah itu sudah begitu tercipta dengan jelas. Rizky berjalan menuju kamar mandi dan menutup nya dengan cukup keras


Tak butuh waktu lama, Rizky keluar dengan menggunakan celana pendek berwarna putih dan juga dengan kaos putih berlengan pendek. Menuruni anak tangga satu per satu dan mendapati Amanda yang sedang tertawa bahagia bersama dengan Bunda tercintanya dan juga Kekasih adiknya yaitu Zaen

__ADS_1


Seketika wajah yang penuh amarah tadi kini sudah digantikan dengan senyum indah yang sudah dikeluarkan oleh Rizky karena melihat gadisnya tertawa lepas seperti itu


"Rizky kemarilah. Kenapa diam disana" teriak Lyla yang tidak sengaja melihat kedatangan Putra Sulungnya itu


Rizky tersadar dan memberikan senyumnya kepada Lyla lalu melanjutkan langkahnya


"Ayah dan Alan sudah pulang?" tanyanya yang sudah duduk di tempatnya


"Ayahmu dan juga Alan baru saja pulang. Dia masih membersihkan diri mereka sebentar" jawab Lyla dengan senyumnya juga


"Kenapa kalian semua pulang begitu malam. Apa pekerjaan kantor sangat banyak akhir-akhir ini?" tanya Lyla lagi


"Tidak Bunda. Mungkin saja Ayah dan Alan sedang mengurus beberapa proyek yang akan dilakukan bulan depan"


Lyla menganggukkan kepalanya mengerti dan duduk di tempatnya. Menunggu Bryant dan Alan yang belum juga turun


"Er tidak pulang?" tanya Amanda yang menyadari akan ketidakhadiran adik bungsunya itu


"Dia masih harus menyelesaikan beberapa urusan. Dia akan pulang larut atau bahkan besok" jawab Rizky


"Apa sekolahmu baik-baik saja Zaen?" tanya Rizky yang memang berniat bertanya sekaligus menghindari pertanyaan lanjut yang hendak ditanyakan oleh Istrinya itu


"Semuanya baik-baik saja Kak. Minggu depan sudah akan dilaksanakan Ujian Akhir" jawab Zaen dengan sopan disertai dengan senyumnya


Rizky membalasnya dengan menampilkan senyumnya juga.


"Kalian sudah menunggu lama?" pertanyaan itu membuat Lyla harus berdiri dan menyambut Suaminya yang baru tiba


("Kenapa aku melupakan Zaen yang juga harus kami selamatkan jika sewaktu-waktu suruhan Ayahnya datang ke Negara ini dan mencari ribut juga. Semua ini tidak akan ada habisnya") batin Rizky memijit pangkal hidungnya


"Kau melamunkan apa Ky? Kau begitu lelah kelihatannya"


Rizky tersadar dan menatap Ayahnya


"Ahk tidak ada Ayah. Kita bisa makan sekarang? Aku sudah lapar"


"Ayah sudah mengizinkan kalian untuk makan. Kau ini sakit atau bagaimana hah?"


"Aku baik-baik saja Ayah. Mari makan"

__ADS_1


Bryant hanya menautkan kedua alisnya menatap Putranya itu dengan bingung


🌻🌻🌻


__ADS_2