
"Selamat Pagi, apa benar ini kediaman Nona Amanda Citra Graham dan juga Tuan Muda Rizky Arkansas Graham?" teriak seseorang dari pintu
Amanda yang mendengar itu sontak terkejut dan menoleh ke arah suara. Dia menggelengkan kepalanya disaat tau siapa pemilik suara itu
Amanda melangkahkan kakinya mendekat dan langsung menarik telinga milik adik iparnya itu
"Er... kau benar-benar membuat kakak mu takut. Apa kau mau kakak tiba-tiba terkena penyakit jantung hmmm?" tanya Amanda masih dengan posisi menjewer telinga Er
"Aduhhhh duhhh kak ampun ampun. Sakit kak suer. Gak akan lagi deh janji" keluh Er dengan wajah yang menahan sakit
Amanda terkekeh melihat raut wajah Adik Ipar nya itu dan langsung melepaskan tangannya dari telinga Owner
"Kau ini Er. Jangan membuat Kakak Iparmu takut dan terkejut seperti tadi" suara seorang wanita terdengar
Amanda langsung tersenyum lebar dan memeluk Lyla Bundanya. Lyla membalas pelukan itu dan mengelus punggung Amanda
"Apa Ayah tidak mendapat pelukan hangat seperti itu?" tanya Bryant yang juga menyusul dan berdiri di samping Lyla
Amanda melepas pelukannya dan tersenyum kepada Bryant. Dia memeluk Ayah mertuanya dan Bryant mengelus kepala Amanda dengan kekehan yang masih terdengar
"Apa kabar sayang?" tanya Bryant kepada Amanda
Pelukan mereka berakhir dan Amanda tersenyum kepada Bryant
"Amanda baik Ayah. Bagaimana dengan Ayah dan juga Bunda apa semuanya baik-baik saja?" tanya Amanda kembali menatap Lyla dan juga Bryant secara bergantian
"Kami tidak baik-baik saja semenjak kau pindah. Tidak masalah jika hanya Rizky saja yang pindah tapi dia juga membawa Puteri kami" bukan Lyla yang menjawab melainkan Bryant
"Jika hanya aku yang pindah maka orang-orang akan bertanya-tanya Ayah" sambung Rizky yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Amanda
Rizky memeluk Bundanya dan mencium kening Bundanya dengan hangat. Lalu menatap Bryant dan yang ditatap hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
"Kemari kau" ucap Bryant menyuruh Rizky mendekat
Rizky tersenyum kecil dan langsung memeluk ayahnya itu cukup lama
🌻🌻🌻
"Zaen pulang" ucap Zaen setibanya dia di dalam rumah
Matanya melotot ketika mendapati Er yang memandangnya sambil tersenyum
__ADS_1
"Kau? Kau disini?" tanya Zaen dengan nada yang terkejut
"Aisss pertanyaanmu sangat sangat tidak bermutu. Tentu saja aku disini jika kau bisa melihatku" ucap Er yang sudah menggigit buah apel yang ada di tangannya
Zaen memutar bola matanya malas dan melangkah mendekat
"Kau sudah pulang Zaen?" tanya seorang wanita paruh baya yang juga menghampiri dirinya dan juga Er
"Tante Ehk Bunda maksudnya. Bunda juga disini ternyata hehehe" ucap Zaen sembari terkekeh pelan
Bunda hanya tersenyum dan membenarkan anak rambut Zaen yang sedikit keluar dari ikatannya
"Ganti pakaianmu dan segeralah turun karena kita akan segera pergi" bukan Lyla atau Er yang mengatakan hal itu melainkan Rizky
Zaen hanya menganggukkan kepalanya dan segera masuk ke dalam lift
Sebenarnya Zaen ingin bertanya ke mana dan kenapa mereka akan pergi. Tapi dia mau tidak mau harus menuruti semua ucapan Rizky dan juga Keluarga Graham lainnya
🌻🌻🌻
Zaen melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dengan tas ransel berwarna biru langit yang sudah ada di punggungnya
"Zaen" ucap Bryant yang melihat Zaen menuruni anak tangga
"Ayah pikir kau belum kembali dan sebenarnya Ayah akan menanyakan pada Rizky pukul berapa kau akan kembali. Dan ternyata kau sudah kembali pukul 10.30, kenapa cepat sekali?"
"Iya Ayah, tadi semua pegawai sekolah mengadakan rapat jadi semua siswa sudah diizinkan untuk pulang. Untungnya saja Paman supir selalu menunggu di sekolah atas perintah dari Kak Rizky" jelas Zaen dengan kekehan kecilnya
Bryant mengelus kepala Zaen sambil membalas tawa Zaen yang menurutnya juga sama menularnya dengan tawa menantunya Amanda
"Ayo kita ke pondok menyusul yang lainnya. Kau bahkan sudah menggendong tasmu"
Zaen semakin tertawa mendengar kalimat yang diucapkan oleh Ayah angkat kekasihnya itu
Mereka pun berjalan bersama menuju pondok dimana semua keluarga memang sudah berkumpul
"Wah wah Ayah, sepertinya Ayah sangat akrab dengan calon menantu kedua mu ini" ledek Er ketika melihat keakraban Zaen dan juga Ayahnya
Rizky yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Bukan hal yang biasa melihat dan mendengar tingkah Er yang seperti anak kecil
"Diam kau" jawab Bryant sambil memukul kepala Er dengan pelan
__ADS_1
"Bunda lihat Ayah, dia memukul kepalaku dengan keras" ucap Er mengadu pada Lyla
Lyla hanya bisa menghela nafasnya panjang karena melihat Putra bungsunya dan juga Suaminya seperti itu
"Ayo kita berangkat" ucap Rizky menengahi
Amanda hanya menahan tawanya dan menerima uluran tangan Rizky. Mereka berjalan dan menuju ke halaman depan
"Er kau duduk di belakang sendiri" itu bukan ucapan sembarang melainkan perintah mutlak yang dikeluarkan oleh Rizky
Er hanya pasrah dan langsung masuk dan menduduki bagian belakang mobil
🌻🌻🌻
Sudah satu jam perjalanan dan akhirnya mobil mereka berhenti tepat di tengah hutan yang berwarna hijau yang berhasil menyejukkan mata siapa saja
Semua turun dan Er langsung melakukan tugasnya sebagai seorang pria dibantu oleh Rizky dan juga Ayahnya
"Bunda tempat ini sangat nyaman dan juga asri. Apa ini tempat biasa berpiknik keluarga kita?" tanya Amanda
"Awalnya iya sayang tapi kegiatan ini sudah tidak dilakukan lagi semenjak Er dan Rizky pergi jauh dari kami. Dan Bunda senang sekali setidaknya hari ini kita akan melakukannya lagi walaupun Alan tidak bersama dengan kita"
Amanda ingin bertanya ke mana sebenarnya Alan tapi ucapannya tak kunjung keluar ketika Rizky memanggil mereka untuk mengikuti dirinya
Hanya beberapa menit mereka berjalan dan sudah sampai di tempat dimana Er masih sibuk menyiapkan segalanya. Amanda terkekeh dan berjalan mendekat ke arah Er
"Ekhem... apa ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?" ledek Amanda menahan tawanya
Er yang mendengar itu langsung mengeluarkan tawanya dengan keras
"Yah tentu saja Nona. Apa Nona tidak melihat saya yang sedang sibuk ini?" ucap Er yang juga mengikuti alur cerita yang dibuat oleh Kakak Iparnya itu
Mereka tertawa bukan hanya Er dan juga Amanda. Ternyata permainan drama mereka juga di dengar dan di saksikan oleh semuanya termasuk Rizky.
Rizky tertawa sembari menggelengkan kepalanya tak percaya melihat tingkah Istri dan juga Adik Bungsunta itu
"Hentikan drama kalian ini. Oh astaga bagaimana bisa kalian berdua kompak seperti ini?" ucap Bryant yang sudah tidak kuat menahan tawanya
Mendengar hal itu, bukannya berhenti melakukan drama konyol itu. Amanda dan juga Er semakin melanjutkannya bahkan kali ini ada bantuan lain yang datang yaitu Zaen yang juga tak kalah konyol dengan mereka
__ADS_1
Yah... sepertinya rencana piknik yang Bryant dan Alan buat sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Mereka hanya ingin mengalihkan pikiran Amanda agar dia bisa kembali tertawa tanpa ada beban pikiran
🌻🌻🌻