CEO My Husband

CEO My Husband
TIDAK SENGAJA


__ADS_3

Pergantian hari pun terjadi, cuaca sepertinya sangat cerah hari ini. Er melajukan mobil mewah berwarna putih milik kakak ke duanya itu dengan kecepatan yang normal


Jalanan macet tidak mengganggu ketenangan hati dan juga jiwa pria tampan itu. Bahkan bisa dilihat bahwa dia begitu santai menikmati setiap pemandangan yang dia lewati


Hingga di belokan pertama dia dengan terpaksa harus menginjak rem secara mendadak. Jidat yang begitu putih bersih itu juga hampir saja terantuk ke setir.


Er langsung menghela nafas panjang mengatur detak jantung yang sudah bekerja dengan begitu cepat. Ketika kesadarannya sudah sepenuhnya kembali, dia pun keluar dari mobil dan menatap seseorang yang hampir saja dia tabrak


"Kau gila bu dokter" ucapnya ketika tau siapa yang berlari dengan sembarang itu dan langsung berjongkok di hadapan gadis itu


Shen Lin, yah gadis itu yang terduduk diam menatap pria tampan di hadapannya sekarang. Dia menatap begitu tajam dengan tangan yang sudah dia letakkan di dadanya


"Kau mengatakan bahwa aku gila? Kau benar-benar menyebalkan, kita baru bertemu setelah sekian lama dan kau hampir saja memberikan kesan yang buruk untuk pertemuan kita ini.


Bukankah kau yang asal menyetir Tuan?" omel Lin lin dengan wajah yang sudah tidak terima


Bukannya merasa kesal atau pun marah, Er justru terkekeh dengan kepala yang sudah menunduk. Lalu tak lama, dia mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil penuh hangat kepada wanita yang dengan berani mengomelinya di tempat umum seperti ini


"Baiklah aku mengalah. Ayo, aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit" jawabnya mengulurkan tangannya di hadapan Lin lin


Lin lin menerima uluran tangan itu dengan raut wajah kesal yang masih bisa dilihat dengan jelas. Membersihkan pakaian dan juga anggota tubuhnya yang kotor. Er dengan dan tanpa persetujuan juga ikut membersihkan dan merapikan rambut gadis itu


("Ada apa denganku? Mengapa aku seperti sangat senang bertemu dengan gadis ini? Ahk aku sudah tidak waras, sepertinya aku butuh pemeriksaan lengkap setibanya di rumah sakit") batin Er yang masih menampilkan senyum kecil


"Sudah. Sekarang antarkan aku. Ayo cepatlah, aku ada operasi besar saat ini" desak gadis itu dengan langkah tergesa masuk ke dalam mobil


Er menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis itu dan ikut menyusul masuk ke dalam mobil. Dia menyalakan kembali mesin mobil dan langsung melajukannya

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu?" tanya Er memecahkan keheningan yang terjadi


"Yah seperti yang bisa kau lihat, aku baik-baik saja. Aku dengar kau juga sibuk menyelesaikan beberapa urusan di luar negara. Apakah sudah selesai?"


"Yah sampai saat ini semua sudah selesai. Tapi ini cukup aneh Nona Lin lin, kenapa dan darimana kau tau itu semua hmmm? Kau mencaritau tentang ku? Atau kau merindukan ku sejak pertemuan terakhir kita?" tanya Er sembari melirik sebentar ke kanan nya


Lin lin merutuki kepolosan dan juga kebodohannya. Dia menepuk jidatnya pelan lalu menatap pria yang bertanya padanya tadi


"T-tidak. Tentu saja tidak, ada berita yang mengatakan bahwa putra sulung Graham tidak berada di sini selama beberapa hari terakhir"


Er terkekeh dan hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Sudah cukup puas rasanya melihat wajah gadis di sampingnya itu. Sangat menggemaskan, itulah penilaian yang selalu dia berikan kepada gadis itu


🌻🌻🌻


Sesampainya di rumah sakit, gadis itu menatap Er sembari melepaskan seltbelt yang dia pakai tadi


Er menganggukkan kepalanya dan membalas senyum itu. Senyum yang membuat gadis yang dia antar itu terdiam seketika


"Sebagai permintaan maafku karena tadi hampir mencelakai mu, bagaimana jika nanti kita makan siang diluar bersama? Itu pun jika kau setuju" ucap Er menatap seakan penuh harap ke arah Lin lin


"Bisa saja, tapi aku tidak begitu yakin jika operasi kali ini akan selesai pada jam makan siang"


"Tidak apa, aku akan menunggu. Lagi pun aku juga akan menemui sahabat ku Dokter Andy. Kau mengenalnya bukan?"


"Ahk begitu, tapi saranku kau tidak perlu menunggu. Aku akan mengirimkan mu pesan jika nanti sudah selesai. Dan juga jika operasinya selesai sore hari, maka sebagai gantinya kita akan makan malam saja. Bagaimana?" tawar Lin lin yang sudah duduk menyamping lebih leluasa menatap wajah tampan itu


Er semakin mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Lin lin tersenyum lalu turun terlebih dahulu

__ADS_1


Er menatap punggung gadis kecil itu yang kini sudah berlari melewati tubuh orang-orang yang menghalangi jalannya


"Aku memang sudah tidak waras. Tidak mungkin aku mulai menyukai gadis cerewet seperti nya. Aku memang harus memeriksa kondisi ku luar dalam" ucapnya lalu keluar dari dalam mobilnya


Berjalan perlahan menyusuri jalanan rumah sakit. Tak bisa dipungkiri, aura seorang Er memang sangat berpengaruh. Sudah banyak tatap mata dan juga kamera yang mengambil wajah dan juga badan miliknya


Menyusuri koridor rumah sakit dan langsung masuk ke dalam ruangan sahabatnya itu


"Jika aku mengatakan bahwa kau seperti tidak diajari sopan santun oleh kedua orang tuamu, maka bisa dipastikan saat ini juga nyawa ku sudah berada di neraka" omel Andy yang sibuk mencatat sesuatu tanpa melihat siapa yang masuk tanpa mengetuk itu


"Untungnya kau langsung sadar bahwa kau akan ke neraka daripada surga. Kau langsung mengomel tanpa melihat siapa yang masuk kemari hah?"


"Untuk apa melihatnya? Hanya kau saja yang bersikap seperti itu terhadapku. Memang kurang ajar kau Er. Jika bukan karena kau sahabat ku maka sudah ku usir kau sejak 5 menit yang lalu" jawabnya lagi menutup dokumen dan menatap sahabatnya yang sudah duduk anteng di hadapannya


Er terkekeh dan menatap sekeliling ruangan bernuansa putih itu dan tidak ada yang berubah sejak kedatangannya terakhir waktu itu


"Kau harus menemani ku untuk memeriksakan kesehatan ku baik kesehatan tubuh bagian luar atau pun dalam. Ayo"


Andy bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Er. Kedua alisnya bertaut menatap bingung sahabatnya itu lalu langsung meletakkan telapak tangannya di kening pria tampan yang sialnya sudah menjabat status sebagai sahabatnya itu


"Seorang Owner Graham untuk pertama kalinya sakit? Kau sakit? Kau benar-benar sakit? Oh astaga, awalnya aku berpikir bahwa kau ini bukan manusia kawan ternyata dugaan ku salah" ucap Andy dengan tawa yang sudah terdengar di ruangan itu


"Sepertinya kau sudah bosan hidup kawan. Baiklah kau tunggu saja waktu kematianmu" jawab Er dengan wajah datar yang sudah dia pasang


"Baiklah baiklah aku hanya bercanda saja. Ayo, aku akan membawamu ke ruangan khusus" ajaknya sembari menghentikan tawanya


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2