CEO My Husband

CEO My Husband
PENASARAN (2)


__ADS_3

Setelah kepergian Rizky yang tadi menemani nya di taman kota. Amanda pun juga akhirnya melangkahkan kakinya meninggalkan taman tersebut


Dia terus saja berjalan dengan tatapan kosong. Terus saja seperti orang yang kehilangan arah


("apa aku harus kembali ke rumah itu? atau aku kabur saja?") tanya nya dalam hati


Dan tak disangka kaki dan pikirannya sangatlah bertolak belakang. Tanpa sadar dia sudah berdiri di depan rumah besar bercat putih itu


"Non Manda sudah kembali?" ucap seorang wanita yang membuat Amanda kaget


"Bi kenapa masih belum tidur?" tanya nya memandang Bi Mirnah


"Ahk si Non, bibi mana bisa tidur tenang kalau Non saja belum pulang ke rumah. Ayo Non kita masuk nanti Non jadi sakit" jelas Bi Mirnah sambil mengusap punggung Amanda dengan lembut


Amanda yang tadinya berdiri kini sudah berjongkok dengan kepala yang menunduk


Bi Mirnah yang melihat itu pun ikut berjongkok dan memeluk anak majikannya itu


"Non Manda jangan nangis Non. Sekarang kita masuk aja yah Non biar Bibi buatin susu cokelat buat Non Manda" hibur Bi Mirnah

__ADS_1


"Bi hiksss kenapa sih Dady sama Mommy gak bisa sayang sama Manda hiksss. Dan kenapa Bibi sama yang lainnya bisa sayang banget sama aku apa aku bukan anak mereka yah hiksss" tanya Manda menangis dengan hebatnya


Bi Mirnah sangat tak tega melihat gadis cantik yang berada di hadapannya ini menangis tersedu-sedu dan menarik Amanda dalam pelukannya dan mereka langsung memasuki rumah mewah itu


_____••••


Tak ada yang tau bahwa Rizky yang sudah meninggalkan gadis itu sejak lama kini berada di dalam mobil mewahnya tepat di luar gerbang rumah Amanda


"Alan apakah kau sudah menemukan tentang gadis itu?" tanyanya kepada Alan dengan wajah yang tak bisa diartikan


"Sudah Tuan Muda. Dia adalah Puteri tunggal dari keluarga Arafah. Nama gadis itu Amanda Citra Arafah berusia 20 tahun. Dia juga seorang Mahasiswi dengan nilai IP tertinggi


Dan juga saat ini ada banyak panggilan kerja yang masuk ke email gadis itu namun dia tidak menerima satu pun. Karena dia hanya ingin bekerja di Perancis saja Tuan Muda" jelas Alan panjang lebar


"Kau bilang tadi dia Puteri keluarga Arafah?" tanyanya kepada Alan


Alan hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan.


"Antar aku ke rumah" akhirnya Rizky memutuskan untuk kembali ke rumahnya

__ADS_1


_______••••


Rizky memasuki ruang tamu rumahnya dan melihat Bunda dan juga Ayahnya yang menonton televisi dengan tawa yang bahagia


"Bahagia banget nontonnya serasa dunia milik berdua aja" ledek Iky kepada kedua orangtuanya


Bundanya melihat puteranya itu tapi tidak dengan Ayah


"Jangan katakan bahwa kau cemburu Ky" ayahnya juga ikut meledek Iky


"Ck untuk apa cemburu pada kedua orangtua ku sendiri. Aku capek aku akan ke kamar duluan. Selamat Malam"


"Kau sudah makan nak?" tanya Bunda yang langsung menghampiri puteranya itu


"Sudah Bunda" jawab Rizky sambil mencium kening Bundanya dan langsung menaiki anak tangga


Dia langsung mencampakkan tas dan juga jas hitamnya di atas sofa dan merebahkan badannya di atas kasur king size miliknya


"Keluarga Arafah?" tanya nya lagi pelan sambil memijit kedua pelipisnya

__ADS_1


Dia bangkit dan mengambil tabletnya dan membuka google untuk mencari sesuatu


"Sudah aku duga. Aku pernah mendengar mengenai nama keluarga dan bahkan nama perusahaan ini. Tapi disini tidak ada penjelasan mengenai Puteri mereka. Bahkan menyinggung mengenai gadis itu pun tidak ada sama sekali. Apa disengaja atau bagaimana?" ucap Rizky heran sambil memandang terus layar Tablet nya


__ADS_2