CEO My Husband

CEO My Husband
SINGKIRKAN MEREKA (1)


__ADS_3

Matahari kembali bersinar dan sinarnya berhasil menembus jendela kaca besar yang ada di kamar itu


Rizky beranjak dari tidurnya dan menatap istrinya itu. Berdiri dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya


Setelah beberapa menit dia keluar dan masih mendapati istri kecilnya yang masih senantiasa menutup matanya.


Rizky berjalan menuju lemari pakaian dan langsung mengambil pakaian santai yang hendak dia kenakan


"Kalian bermain-main dengan orang salah" ucapnya mengingat kejadian kemarin malam


Dia bergegas mengenakan semua pakaiannya dan berjalan kembali menuju tempat tidur. Menatap dengan hangat wajah tenang milik gadis cantik yang sudah menyandang status sebagai istrinya itu


Menyingkirkan anak rambut yang mengganggu pemandangan indah itu. Rizky tersenyum hangat dan mengelus pipi putih itu lalu memperbaiki selimut yang menutupi tubuh istrinya itu


Rizky kembali merubah raut wajahnya menjadi sangat datar dan menakutkan jika dilihat oleh orang-orang yang sudah mengenalnya. Mengambil ponsel miliknya yang dia letakkan di atas nakas


Fokus menatap ponsel namun langkah yang sudah berjalan menjauh dari tempat tidur. Membuka pintu kaca yang langsung menuju ke balkon kamar itu


"Kau tau apa yang ku inginkan bukan? Kerjakan hari ini juga. Beri kabar jika manusia itu sudah berada di tempat" ucapnya dan langsung mematikan sambungan telpon itu


Rizky semakin mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya menahan semua rasa amarah yang sejak kemarin sudah dia pendam


"Tunggu kehancuranmu" lirihnya dan langsung berbalik hendak kembali masuk ke dalam


Rizky kembali lagi membaringkan dirinya di samping Amanda yang masih belum juga membuka matanya. Memeluk erat tubuh kecil itu


Merasa terganggu akan tidurnya, gadis itu mengerjapkan kedua matanya berusaha menetralkan penglihatannya


Menatap tangan kekar yang sudah ada di atas perutnya. Amanda langsung menoleh ke samping dan langsung tersenyum


"Kau terganggu?" tanya Rizky


"Tidak. Kau sudah bangun sejak tadi dan tidak membangunkan ku" lirih Amanda yang semakin mendekat ke arah suaminya itu


"Tidur lah lagi. Aku tau kau masih sangat lelah"


"Kau akan pergi?"


"Tidak. Hari ini aku akan bersamamu. Jika kau sudah tidak lelah dan mengantuk kita akan kembali ke Rumah Utama"

__ADS_1


Amanda menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Rizky tersenyum kecil dan semakin mengeratkan pelukannya. Amanda pun mendekatkan kepalanya ke dada bidang milik suaminya itu


"Apa masih sakit?" tanya Rizky lagi mengingat kejadian semalam yang merupakan kali pertama untuk istrinya itu


"Lumayan sakit. Mungkin nanti akan hilang sendirinya. Tidak apa"


"Jika ingin mandi katakan saja. Aku akan menggendongmu. Hmmm?"


Lagi dan lagi gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. Rizky memberikan kecupan di puncak kepala gadis itu. Wangi yang sudah menjadi candu bagi Tuan Muda itu begitu membuatnya begitu tergila-gila


🌻🌻🌻


"Kalian ini darimana? Kenapa kemarin tiba-tiba menghilang dari acara?"


Begitulah omelan pertama yang mereka dengar setibanya di rumah


Rizky hanya berjalan mendekat ke arah wanita paruh baya itu dan langsung mencium pipinya


"Kami pergi duluan karena Amanda sudah sangat lelah Bunda" jawab Rizky yang langsung merangkul wanita yang sudah menjadi Bunda nya sejak dia lahir ke dunia yang begitu kejam menurutnya


Bryant yang mendengar itu hanya diam dan kembali fokus menatap layar lebar di depannya. Yah, dia lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah bersama dengan istrinya


"Kami sudah sarapan bunda. Bunda tidak perlu begitu khawatir. Kami baik-baik saja" jawab Amanda yang mencoba membuat mertuanya itu merasa tenang


Rizky menatap rumah besar itu seperti mencari sesuatu yang tak kunjung dia dapat. Hingga matanya berhenti ketika mendapatkan objek yang lebih penting yaitu ayahnya


Rizky berjalan menghampiri ayahnya itu dan membiarkan kedua wanita kesayangannya itu mengobrol sesuka mereka


"Ayah tidak ke kantor?"


Rizky meraih buah apel yang ada di depan mereka dan langsung menggigitnya kemudian menatap ayahnya yang begitu serius menonton serial inggris kesukaan nya


"Bukankah kau yang menyuruh ayah untuk beristirahat? Lagipula Er juga sudah sangat serius dalam mengurus urusan kantor. Jadi biarkan saja"


Rizky diam mendengarkan jawaban yang diberikan oleh ayahnya itu. Semuanya benar, apa yang dijawab oleh ayahnya memang benar. Adik bungsunya itu memang sudah sangat serius jika menyangkut urusan kantor dan mempertahankan nama keluarganya


"Kau menyuruh Thio menyelesaikan apa"


Rizky dengan cepat langsung menatap ayahnya itu lagi. Ayahnya juga sama halnya dengan dia. Menatap wajah tampan yang hampir semuanya mirip dengannya. Namun rahang itu terlihat sangat keras

__ADS_1


"Jika aku mengatakan bahwa kita harus menghentikan kerjasama dengan salah satu kolega ayah, apa ayah akan marah?"


Bryant menautkan kedua alisnya dan langsung memperbaiki posisi duduknya. Menatap dengan serius wajah putera sulungnya itu


"Ada apa? Apa salah satu dari mereka mencari masalah denganmu?"


Rizky menganggukkan kepalanya tegas sebagai jawaban atas pertanyaan ayah nya tadi. Bryant semakin bingung dan berusaha memikirkan semua nama-nama kolega yang dia miliki


"Baiklah ayah tidak akan memberikan komentar apapun. Jika memang mereka mencari masalah dengan mu maka selesaikan saja. Tapi ayah harap kau sudah mempertimbangkannya untuk perusahaan kita" jawab Bryant langsung memutuskannya dengan cepat


"Ayah tenang saja. Lagipula dengan hadirnya campur tangan dari perusahaan nya pun tidak membantu sama sekali. Hanya menumpang nama di perusahaan kita agar dilirik oleh perusahaan lain. Jadi, kalau pun kita memutuskan segalanya dengan dia maka perusahaan kita tidak akan mengalami kerugian sama sekali"


Setelah mengatakan itu, pria tampan itu langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ayahnya yang masih mencermati semua ucapan yang dia keluarkan sejak tadi


"Ada apa dengan anak itu? Dia benar-benar marah dengan kolega? Tapi siapa yang membuatnya murka sampai seperti itu. Rizky akan benar-benar menghancurkan segalanya tentang mereka" lirih Bryant yang menatap punggung tegap puteranya itu


Rizky memasuki ruang kerja miliknya. Duduk di kursi kerjanya dan langsung menatap layar komputer yang ada di hadapannya


Membuka email masuk yang sangat tepat. Senyum smirk miliknya keluar begitu saja ketika membaca isi dari pesan email tersebut. Tentu saja itu email dari Thio, orang yang dia hubungi pagi tadi


Setelah membaca seluruh isi pesan itu, dia menatap ponselnya dan kembali menghubungi sahabat dari adik bungsunya itu


"Pekerjaan yang bagus. Kau sudah membereskan objeknya?" tanya Rizky langsung ketika panggilan itu sudah tersambung


"..."


Senyum Rizky semakin lebar dan langsung menyenderkan punggung tegap itu ke belakang


"Baiklah, kau bisa kembali ke kantor atau ke rumah. Terimakasih"


Setelah mengucapkan itu, Rizky kembali menatap layar komputer dan membuka sebuah foto yang memang juga dikirim oleh pria tampan yang sudah menjadi sahabat adiknya selama bertahun-tahun itu


"Kau akan hancur" ucap Rizky dan langsung tertawa kecil


Mungkin jika saat ini Tuan Muda Bungsu Graham ada di dekat kakak nya itu, dia akan meneguk salivanya dengan susah payah


Rizky memang sangatlah dingin jika berhadapan dengan orang-orang termasuk orang baru. Tapi jika sudah berani mengusik kehidupannya maka bisa dipastikan dia akan bertindak sama bengisnya dengan sang adik. Walaupun Er jauh lebih kejam darinya tapi dia mempelajari itu dari sang kakak


"Kau beruntung bertemu orang seperti Thio, Er. Semoga kau tidak melakukan kesalahan fatal yang membuat segalanya hancur. Jika itu terjadi maka aku yang akan bertindak" lirihnya mengingat semua jasa Thio yang sangat cepat dan sangat membantu keluarganya selama ini

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2