CEO My Husband

CEO My Husband
SURPRISE (2 )


__ADS_3

Amanda melihat pantulan dirinya sendiri di cermin besar yang ada di kamar miliknya dan juga suaminya


"Baiklah semua sudah beres. Mari turun" ucapnya pada dirinya sendiri lalu dengan segera mengambil tas selempang mewah miliknya


Menutup pintu kamar lalu lebih memilih untuk menuruni anak tangga rumah besar itu.


"Kau sudah siap?" tanya Rizky ketika sudah melihat istrinya di ambang pintu utama


Amanda memperlihatkan senyum terindahnya lalu menerima uluran tangan dari suaminya itu


Mereka masuk ke dalam mobil yang kali ini bukan Rizky yang mengemudi melainkan supir pribadi miliknya


"Kau memilih baju dan warna yang tepat" ucap Rizky


"Baguslah jika kau menyukai pilihanku. Oh, kau sudah memberitahu ayah jika kita sudah berangkat?"


"Aku sudah memberitahunya dan ayah mengatakan bahwa dia dan juga bunda juga sudah berada di sana"


Amanda hanya menganggukkan kepalanya mengerti lalu menatap jalanan malam yang tidak terlalu ramai akan kendaraan seperti waktu mereka akan pulang tadi


Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai. Rizky turun dan langsung membukakan pintu untuk istrinya


"Terimakasih" ucap Amanda dengan tulus


Masuk ke dalam sebuah gedung besar yang bisa dilihat sama seperti villa namun lebih besar lagi


Berjalan terus melewati setiap ruangan yang ada hingga hampir sampai di sebuah ruangan dengan pintu kayu yang besar


"Kau masuk lah terlebih dahulu. Ponsel ku tertinggal di mobil. Di dalam sudah ada ayah dan juga bunda. Kau tidak perlu takut" ucap Rizky menatap istri kecilnya itu


"Baiklah. Kau cepatlah kembali. Aku akan masuk dan langsung mencari tau keberadaan ayah dan juga bunda" jawab gadis itu dengan penuh perhatian


Rizky tersenyum dan mencium pipi istrinya itu sebelum beranjak meninggalkannya


Rizky berjalan kembali sedangkan gadisnya memilih untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya. Amanda mendorong pintu kayu itu dan menautkan kedua alisnya


Dia terus melangkahkan kakinya untuk berjalan masuk


"Kenapa gelap sekali? Apa Rizky salah ruangan? Baiklah aku akan keluar dan menghampiri Rizky saja, sepertinya tempat ini bukan tempat acaranya berlangsung" lirih Amanda


Amanda membalikkan badannya hendak berjalan keluar meninggalkan ruangan gelap yang dia kira bukanlah tempat berlangsungnya acara


"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday happy birthday happy birthday to you"


Amanda menghentikan langkahnya lalu kembali berbalik. Namun nihil, dia sama sekali tidak bisa melihat apapun di ruangan gelap seperti ini

__ADS_1


"Mungkin aku salah dengar" lirihnya lagi


"Selamat ulang tahun kakak ipar kesayangan kami semua"


Lampu dinyalakan dan Amanda dapat melihat semuanga. Keempat adik ipar tertampan miliknya dan juga orang-orang yang dia kenal


Amanda terharu dan meneteskan airmatanya. Dia menatap satu per satu manusia yang ada di sana. Bahkan semakin menangis ketika dia melihat kehadiran kedua orangtuanya


"Kau tidak ingin meniup lilinnya?"


Amanda membalikkan badannya dan mendapatkan wajah tenang suaminya dengan kue tar yang ada di atas kereta dorong di hadapan pria itu


Amanda tersenyum tulus lalu langsung memeluk erat tubuh kekar suaminya Rizky


Rizky membalas pelukan itu lalu menyuruh adik keduanya untuk mendorong kue tersebut ke depan


"Selamat ulang tahun istriku tersayang. Selamat bertambah umur" bisik Rizky dan mencium puncak kepala gadisnya


Amanda melepaskan pelukannya dan menatap manik mata tajam milik suaminya. Dengan mata yang sudah basah


"Terimakasih. Bahkan aku tidak ingat bahwa hari ini adalah ulangtahun ku. Kau sudah menyiapkan segalanya" balas Amanda dan langsung mencium pipi kanan pria tampan itu dengan sedikit berjinjit


Rizky meraih tangan mungil itu lalu berjalan melewati para tamu undangan


Satu per satu acara pun dimulai. Amanda juga sudah menemui beberapa para tamu undangan yang hadir di sana tapi belum dengan kedua orangtuanya


Rizky menoleh ke belakang lebih tepatnya melihat situasi yang mengitari kedua mertuanya


"Baiklah. Aku akan menyusul nanti" jawabnya dan tersenyum kepada istri kecil nya itu


"Daddy" panggil Amanda ketika hampir sampai di tempat kedua orangtuanya berada


Alex Arafah langsung menoleh ke sumber suara. Memperlihatkan senyumannya dan langsung menemui puterinya itu


"Selamat ulang tahun sayang" ucapnya yang masih terus memeluk gadis yang menjadi tokoh utama malam ini


Melepas pelukan dan langsung memeluk mommy nya Irish Arafah


"Kau sangat cantik sayang. Keluarga suaminya menjagamu dengan sangat baik" ucap Irish ketika pelukan mereka sudah terlepas


"Mommy benar. Bunda dan juga yang lain selalu menjaga dan menjaga kesehatanku. Mereka begitu sayang padaku. Bagaimana kabar kalian berdua? Apa semua pekerjaan baik-baik saja?"


Obrolan terus berjalan dan Rizky hanya bisa mengawasi dari tempatnya tadi


"Kakak belum menghancurkannya?"

__ADS_1


"Mereka berdua belum bertindak sesuka hati mereka. Jadi belum waktunya" jawabnya dan langsung menatap adik keduanya itu


"Kakak benar. Lagipula jika kakak menghancurkannya dan kakak ipar tau, apa yang akan kakak katakan?" tanya Alan yang juga masih menatap ke arah kakak iparnya berada


"Aku salah menjawabnya tadi. Aku sudah menghancurkan mereka tapi menghancurkan dengan cara yang halus. Mengenai Amanda, percayalah kedua orang bodoh itu tidak akan memberitahu apapun pada puteri mereka kecuali jika situasi dan juga kondisi mereka sudah tidak tertolong" jelas Rizky dan langsung meneguk wine yang sedari tadi dia pegang


"Kakak sudah mulai menghancurkannya? Tapi aku sama sekali tidak tau kak"


Rizky tersenyum kecil dan menatap kembali adik keduanya itu


"Aku melakukan nya dengan bantuan Thio. Kakak sengaja tidak memberitahu apapun padamu karena kau sudah mulai sibuk dengan perusahaan. Jadi biar kan saja"


Alan menganggukkan kepalanya mengerti dan ikut meminum wine yang sedari tadi dia pegang


"Kakak akan ke sana. Tidak baik jika kakak ipar kalian terlalu lama berada di dekat mereka berdua" ucap Rizky sembari memberikan gelas wine miliknya


Rizky berjalan dengan pasti. Sesekali menyapa tamu undangan yang menyapa dirinya


"Selamat malam" sapanya ketika sudah sampai di tempat tujuannya


Rizky menarik pinggang ramping istrinya itu dengan senyuman tulus yang dia berikan


"Bagaimana kabar mommy dan juga daddy?" Apa semua baik-baik saja?" tanya Rizky yang kembali menatap kedua orangtua istrinya itu


"Kami baik-baik saja. Terimakasih karena sudah menjaga dan mengatur kehidupan puteri kami. Kau juga sudah merencanakan acara besar seperti ini hanya untuk dirinya" ucap Alex dengan senyum yang juga dia perlihatkan


"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya dan juga keluarga. Amanda berhak mendapatkan kasih sayang dan juga perlindungan yang memang pantas dia dapatkan" jawab Rizky yang berniat untuk menyindir kedua manusia yang gila akan kekuasaan itu


Alex yang mengerti akan jawaban yang diberikan oleh menantu mereka itu langsung menatap ke arah istrinya


"Aku dengar bahwa daddy sedang membangun sebuah hotel di Shanghai. Bagaimana? Apakah semua berjalan dengan baik?"


"Beberapa hari yang lalu memang terjadi kendala. Ada masalah dalam pendanaan karena kolega dari amerika secara tiba-tiba menarik kembali saham yang sudah dia setujui"


"Lalu apa sekarang sudah baik-baik saja? Jika daddy mau, aku akan menyuruh akuntan perusahan untuk mengirimkan cek agar membantu proses berjalannya proyek yang kau jalankan"


"Kau sudah menawarkan bantuan untuk mertuamu dengan sangat tulus. Bagaimana kami bisa menolaknya"


Bukan Alex yang menjawab dengan begitu cepat melainkan istrinya Irish Arafah. Rizky merubah raut wajahnya dan langsung mengambil ponsel yang ada di saku jas nya


"Aku sudah mengirimkan pesan ke orang suruhan ku. Mereka akan mengirimkan cek ke perusahaan mu besok siang seusai jam makan siang" ucap Rizky memberitahu dengan wajah dinginnya


"Daddy dan juga mommy tenang saja. Jika terjadi sesuatu maka katakan saja padaku, aku akan membantu sebisa mungkin" ucap Amanda dengan lembut


("Kalian bisa membohongi istri ku tapi tidak dengan ku dan juga kekuasaan ku. Kehancuran kalian sudah dimulai sejak kemarin pak tua. Kita lihat saja bagaimana kau akan mengatasi segalanya") batin Rizky yang masih menatap datar kedua orangtua istrinya itu

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2