CEO My Husband

CEO My Husband
SURPRISE (1)


__ADS_3

Dapat dilihat dengan jelas, semua orang berlalu lalang dengan langkah mereka yang begitu cepat


"Hei kalian cepatlah. Waktu terus berjalan dan sebentar lagi pestanya akan dimulai. Jika Tuan Muda Rizky mengetahui bahwa acara untuk istrinya masih belum selesai juga maka kalian akan diomeli habis-habisan olehnya" teriak seorang wanita yang sedari tadi memang sudah sangat berisik


"Kau juga diamlah sebentar saja. Gendang telinga ku sudah hampir pecah mendengar lengkingan suara yang kau keluarkan sejak tadi" balas seseorang yang sudah berdiri di hadapan gadis itu


Nandini melotot dengan kedua tangan yang sudah dia buat di pinggang rampingnya. Menatap pria yang baru saja mengeluh dengan tidak tau malunya


"Hei tuan, apa kau bilang barusan hah? Suara ku melengking? Baiklah kalau begitu aku akan semakin menguatkan volume suaraku agar gendang telinga mu langsung pecah dan kau akan tuli selamanya" omelnya lagi dengan nada yang semakin naik


Thio menutup kedua telinganya menggunakan telapak tangannya dan juga memejamkan matanya


"Diamm" bentak Thio yang juga sudah membekap mulut gadis itu


Mata bulat gadis itu masih saja bisa terlihat dengan jelas. Kedua pasang mata itu terus saja saling beradu pandang


Tak lama tangan itu terlepas dan Thio langsung menghela nafasnya lelah lalu menatap gadis di depannya itu


"Nona Nandini yang terhormat, aku tau bahwa kau menginginkan sesuatu yang spesial. Tapi tidak bisakah kau mengecilkan volume suaramu itu hah? Tanpa berteriak pun mereka masih bisa mendengar apapun yang kau perintahkan" ucap Thio dengan lembut


Nandini mengubah ekspresinya lalu memajukan bibirnya dan menundukkan kepalanya


"Maafkan aku, aku hanya tidak bisa melihat sesuatu yang belum beres sama sekali padahal waktu sudah semakin sedikit. Tuan Muda pasti sudah dalam perjalanan pulang dari piknik mereka dan kita masih belum mendapatkan hasil yang baik" lirih Nandini yang masih menatap ke bawah


Thio menautkan kedua alisnya lalu mengerjapkan kedua kelopak matanya. Tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan


Seorang gadis yang keras kepala dan juga berprinsip seperti Nandini meminta maaf? Dan itu padanya? Oh astaga sungguh membuat dia bingung bahkan sangat bingung


Thio langsung mengatur ekspresinya lalu melangkah semakin dekat ke arah gadis itu. Menyentuh dagu Nandini lalu mengangkatnya dengan pelan hingga kedua pasang mata itu kembali bertemu


"Aku mengerti apa yang kau khawatirkan saat ini. Tapi kau juga harus sadar bahwa saat ini bukan hanya kau saja manusia yang ada disini. Kami juga ada dan kami juga akan membantu. Jadi santai saja dan perintahkan dengan pelan. Kau mengerti?" jelas Thio dengan sangat lembut


Nandini terdiam sebentar dengan mata yang masih menatap manik mata lawan bicaranya. Lalu tak lama dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban

__ADS_1


Thio tersenyum lalu dengan kesadaran atau tidak, dia mengusap rambut panjang gadis itu dengan sangat lembut


"Kalau begitu aku pergi dulu membantu Kak Alan di belakang. Kau bekerjalah dengan perlahan" pamit Thio dan langsung beranjak dari situ meninggalkan gadis yang masih diam di tempatnya


"Oh astaga, kenapa jantung ku berdetak dengan sangat tidak normal? Kenapa dia bersikap sangat manis tadi? Tidak tidak aku tidak bisa seperti ini terus jika berhadapan dengannya. Ayolah Nandini, kau tidak boleh jatuh di tempat yang salah lagi. Fokuslah pada pekerjaanmu saat ini" lirih Nandini sembari memegang dadanya


Dibalik semua kejadian dan juga percakapan yang terjadi, tanpa sadar ada seorang pria paruh baya yang sejak tadi diam mendengarkan dan juga memperhatikan dengan senyum lebar yang dia keluarkan


"Ayah, ayah melihat apa sampai tersenyum seperti itu?"


Bryant terkejut lalu merangkul tubuh istrinya itu dengan penuh kasih sayang. Berbalik lalu melangkah meninggalkan tempat dimana dia menguping dan melihat segalanya


"Aku hanya memperhatikan puteri ku Nandini. Aku hanya penasaran, pria mana yang bisa membuat gadis itu kembali tertawa bahagia seperti dulu lagi. Dia sudah cukup menjalani kehidupannya yang begitu keras. Menghidupi dirinya sendiri dengan bekerja sangat keras hanya karena semua kejadian yang menimpa dirinya" jawab Bryant pelan sembari melihat sekeliling mereka


"Ayah benar. Tapi tenang saja, rizky pasti akan tetap mengawasi segala tingkah laku dan juga orang-orang yang bisa mendekatinya"


Bryant kembali tersenyum dan mencium puncak kepala istrinya itu


Lyla terkekeh dan ikut menatap semua persiapan yang sudah hampir selesai. Apa yang diucapkan oleh suaminya itu memang benar adanya


🌻🌻🌻


Rizky menatap fokus ke depan. Jalanan sungguh macet dan waktu sudah semakin sore. Dia menghela nafas panjang lalu menatap ke samping


"Bagaimana? Kau suka dengan pikniknya Nona Muda Graham?" tanya Rizky memecahkan keheningan yang terjadi


Amanda menatap ke samping lebih tepatnya ke arah suaminya itu. Lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


"Tapi bukankah tadi ayah menyuruhmu untuk menghadiri sebuah pesta ulang tahun?"


"Iya aku ingat. Kau akan menemani ku ke acara itu. Kita akan kembali ke rumah dan membersihkan diri sebentar"


"Tapi kau belum membeli hadiah apapun? Bagaimana bisa kita pergi ke sana dengan tangan kosong?"

__ADS_1


"Tenang saja. Semuanya sudah disiapkan oleh ayah"


Amanda diam tak lagi menjawab dan sama-sama kembali menatap ke jalanan yang sedari tadi hanya bisa bergerak sedikit


"Apa ada ketentuan dalam hal berpakaian?" tanya Amanda


Rizky kembali menoleh sebentar dan kembali ke depan


"Tidak ada. Gunakan saja gaun yang terlihat menawan dan tidak terlalu mencolok" jawab Rizky seadanya


Setelah menahan amarah dan menghela nafas berkali-kali akhirnya sepasang suami istri itu sampai di rumah dengan selamat


"Masih ada beberapa waktu. Istirahatlah sebentar. Acaranya pasti akan sangat lama nanti" suruh Rizky yang sudah merangkul istri kesayangannya itu


"Kau tidak akan mengerti Tuan Muda. Wanita memerlukan waktu yang cukup lama untuk berdandan. Apalagi ini adalah pesta salah satu teman ayah dan kolega di keluarga kita. Jadi aku tidak bisa istirahat untuk sekarang" jelas Amanda


Rizky terkekeh dan mencium puncak kepala istrinya itu berkali-kali sembari langkah kaki yang terus melangkah dengan pasti menaiki anak tangga


"Tapi dimana semua orang? Kenapa hari ini sepertinya rumah sangat sepi?"


"Oh mungkin saja semua pekerja sedang beristirahat. Ayah dan juga bunda pergi sebentar keluar karena ada urusan. Sedangkan anak muda yang lain yah kau tau lah" jawab Rizky dengan asal


Amanda menganggukkan kepalanya mengerti lalu ikut masuk ke dalam kamar


Rizky berjalan masuk ke dalam kamar mandi sedangkan istrinya sudah pergi ke ruang pakaian mereka berdua


Melihat dan berpikir pakaian seperti apa yang akan dia dan suaminya kenakan untuk acara ini


"Mari kita lihat baju dan warna apa yang akan dikenakan acara kali ini" lirih Amanda masih menatap semua pakaian miliknya dan juga suaminya itu


"Baiklah. Warna hijau muda ini akan terlihat bagus. Rizky juga memiliki warna yang sama dan juga tidak terlalu terbuka dan tidak mencolok" putus Amanda setelah sekian menit berpikir dengan keras


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2