CEO My Husband

CEO My Husband
GADIS BODOH


__ADS_3

"Kau sudah membawa segalanya? Yakin tidak meninggalkan barang penting? Aku akan mengajakmu berpiknik jauh sekali jadi jika nanti kita berputar balik maka tidak akan sempat" ucap Rizky mengingatkan istrinya yang berjalan di sampingnya


Amanda dengan tinggi badan yang hanya sedada suaminya itu harus menengadah ke atas lalu menganggukkan kepalanya. Dan jangan lupakan dengan senyum indahnya


Rizky membalas senyum itu dan langsung menggenggam erat tangan kecil itu dan menuruni anak tangga


"Kalian akan pergi? Kenapa hanya membawa satu buah ransel saja? Tidak membawa makanan sama sekali" tanya Bryant yang berjalan bersama dengan istrinya menghampiri pasangan muda itu


"Rizky sudah mengatur segalanya ayah. Ayah tenang saja" jawab pria tampan itu


"Amanda, jika nanti suaminya hanya membiarkan mu dan dia sibuk menatap ponselnya maka pergi saja tinggalkan dia sendiri di sana. Kau bisa menyetir mobil sendiri jadi tidak perlu peduli dengannya" ucap Lyla yang sudah memeluk menantu kesayangannya itu


Amanda tertawa lalu menganggukkan kepalanya lagi lalu melepaskan pelukan mereka sedangkan pria yang dimaksud hanya menghela nafas dan memutar kedua bola matanya malas


"Kalau begitu kami akan pergi sekarang" pamit Rizky yang sudah memeluk ayahnya dan mencium pipi bundanya itu


"Jangan lupa untuk menghadiri acara ulang tahun Tuan Chen, Ky" ucap Bryant


Rizky tersenyum lalu kembali menggenggam tangan istrinya itu dan berjalan keluar dari mansion


🌻🌻🌻


Berbeda dengan ketiga pria tampan yang masih duduk diam di ruangan serba putih


"Kita sudah duduk disini selama kurang lebih 45 menit. Sebenarnya apa yang kita tunggu?" tanya Thio yang sudah merasa tidak sabaran sama sekali


"Kau bahkan tidak mengerti akan kesehatan mental sahabatmu sendiri" bisik seorang pria yang masih menggunakan jas berwarna putih


"Baiklah begini saja" putus Alan yang pada akhirnya menemukan solusi yang tepat


Alan bangkit berdiri lalu menatap satu per satu manusia yang ada di ruangan itu


"Kau akan tetap disini menunggu dokter kesayanganmu itu. Sedangkan-"


"Apa maksud dari kalimat 'kesayangan' itu kakak?" protes Er yang langsung memotong ucapan kakak keduanya itu


"Baiklah baiklah aku akan menggantinya. Kau akan tetap disini menunggu Dokter Linlin. Sedangkan kami akan pergi ke tempat tujuan dan membantu Nandini. Kau bahkan hanya memikirkan satu wanita dan melupakan wanita lain yang merupakan kesayangan kakak tertua kita" lanjut Alan menatap tajam ke arah adik bungsunya itu


Owner membulatkan kedua bola matanya lalu memukul kening nya sendiri

__ADS_1


"Habislah sudah, dia akan mengomeli ku sangat panjang nanti" lirihnya pelan dan menghela nafas pasrah


"Ayo, kita akan pergi ke gedung yang sudah disiapkan oleh kakak. Lalu menyiapkan segalanya. Urusan kue dan juga hal penting lainnya biarkan saja Owner yang akan mengurusnya" ucap Alan dan langsung pergi keluar meninggalkan yang lainnya


Andy langsung melepaskan jas dokternya dan beranjak pergi setelah Thio. Owner memejamkan matanya lalu menghela nafasnya lagi


"Hadiah apa yang akan aku berikan untuk kakak iparku? Kakak sudah memberikan segalanya untuk kakak ipar. Bahkan jika tidak memberikan hadiah sekali pun, kakak ipar tidak akan merasa kekurangan. Arghhh" lirih Er merasa frustasi


"Kau terlihat sangat tertekan. Apa aku perlu menemanimu untuk pergi ke psikolog?"


Er membuka matanya dan mendapatkan wajah gadis cantik yang sedari tadi dia tunggu dengan lelah. Memperbaiki posisi duduknya lalu memicingkan matanya menatap ke arah gadis itu


"Hei ibu dokter, apakah di rumah sakit yang sebesar ini hanya kau saja dokter paling sibuk hah? Aku sudah menunggumu selama satu jam. Kau tau bahwa hanya kau saja wanita yang membiarkan pria terhormat sepertiku menunggu selama itu" omelnya


"Dan juga, ini sudah ketiga kalinya kau membuatku menunggu. Apa kau memang sengaja melakukannya hah? Membuatku kesal saja" lanjutnya lagi


Linlin hanya bisa menahan tawanya dan ikut memajukan badannya. Kini jaraknya dengan pria tampan itu hanya bisa diukur melalui 5 jari tangan


"Apa kau mau bertanggung jawab atas namaku jika ada pasien yang meninggal dunia? Jika mau mau kedepannya aku akan langsung beranjak keluar dari ruang operasi dan berlari menemuimu" jawab Linlin


"Berhentilah mengomel Tuan Owner Graham. Kau tidak takut jika di wajah tampan mu itu akan terlihat kerutan? Bisa bisa nanti semua penggemar mu akan berpindah haluan dan meninggalkanmu begitu saja


"Kenapa aku harus pergi denganmu? Aku bahkan tidak tau kemana kau akan mengajakku. Kau hanya menyuruhku datang kemari dan belum menjelaskan apapun" tolak gadis itu yang juga sudah menyenderkan badannya mengikuti pria di hadapannya itu


"Hari ini kakak ipar kesayanganku bertambah umur. Yang lain sudah berada di tempat acara untuk mengurus segalanya. Kau dan juga aku akan pergi mengambil kue dan membeli hadiah jika memang ingin memberikannya" jelas Er dengan santai yang sudah memejamkan matanya


"Baiklah aku akan ikut denganmu karena ini acara penting Nona Sulung Graham. Tapi kenapa aku harus pergi bersama denganmu?"


Owner membuka matanya lalu menatap gadis itu tak percaya


"Kau benar-benar gadis keras kepala"


Perdebatan panjang pun sudah dimulai antara kedua ciptaan Tuhan yang sama indahnya itu. Sama-sama memiliki kepala sekeras batu maka perdebatan ini hanya akan berjalan dengan panjang sampai ada mengalah


"Baiklah aku akan bertanya dan ini akan menjadi akhir dari perdebatan bodoh ini. Kau mau ikut membantu atau tidak hah?" tanya Owner yang sudah lelah


"Aku akan ikut. Kau tunggu lah di lobi aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu" jawab dokter cantik itu dan berlalu begitu saja meninggal pria itu


"Oh astaga. Kenapa aku harus bertemu dengan gadis keras kepala dan cerewet seperti dia? Menghadapinya membuat mulutku lelah. Hari ini aku sudah cukup banyak berbicara" lirih Owner yang bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan itu

__ADS_1


Owner berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Tidak mempedulikan banyak jeritan tertahan dan pasang mata yang menatap kagum kepadanya


("Berhentilah menatap seperti itu. Hari ini jika bukan karena mengingat hari spesial untuk kakak iparku sudah bisa dipastikan aku akan menyuruh Thio untuk mencari mangsa baru") lirihnya dalam hati


Owner memasuki mobil mewah miliknya. Perihal kakak kedua dan kedua sahabatnya, mereka pergi ke tempat tujuan menggunakan mobil milik Dokter Andy


Menyalakan ponselnya dan langsung membuka media sosial miliknya. Dan benar saja, foto dirinya sudah terekspose dengan hangat di berita paling atas


Langsung mematikan ponsel dan melemparkannya ke belakang. Menatap gadis yang sedang dia tunggu sedari tadi


"Gadis bodoh. Dia seorang dokter tapi tidak bisa berdandan layaknya seorang wanita. Menggunakan sepatu kets dan hoodie besar seperti itu. Sangat menggemaskan" ucapnya sembari terkekeh menatap objek di depannya saat ini


Terlihat gadis itu melambaikan tangannya dan hal itu justru berhasil membuat Tuan Muda itu semakin mengembangkan senyumnya


"Bodoh" bisik Er lagi lalu membuka pintu mobil itu dari dalam


Linlin masuk ke dalam lalu langsung memasang seltbelt dan menatap pria yang duduk di sampingnya


"Sepertinya kau selalu berganti mobil jika harus bepergian Tuan Muda"


"Selagi ada kenapa tidak? Dibeli untuk digunakan, tidak untuk dipajang. Aku memang hobi membeli semua mobil keluaran terbaru jadi tidak perlu heran seperti itu" jawab Er dan langsung melajukan mobil mewah miliknya


Menyusuri jalanan kota yang lumayan ramai. Keheningan terjadi tidak begitu lama di dalam mobil itu


"Kau sudah memikirkan hadiah apa yang akan kau berikan pada Nona Amanda?" tanya Linlin memulai percakapan


"Aku belum memikirkan nya. Kakak sudah memberikan segala hal untuk istrinya jadi aku bingung harus memberikan apalagi untuk kakak iparku itu. Segala yang dia inginkan sudah terpenuhi dengan sangat manis" jawabnya menatap fokus ke jalanan ramai itu


Linlin menganggukkan kepalanya setuju dan ikut menatap jalanan itu


"Kau perlu bantuanku? Aku memikirkan satu barang dan sepertinya akan sangat cocok untuk Nona Amanda"


"Ehk kenapa kau mendadak baik seperti ini? Kau pasti sudah merencanakan sesuatu untuk meminta imbalannya bukan?"


"Tidak bisakah kau menghormati kebaikan seseorang hah? Aku tulus ingin membantumu. Lagi pula aku tidak membutuhkan imbalan apapun karena aku tidak suka menerima apapun secara percuma dari seseorang terutama seorang pria"


Owner terdiam dan menatap ke samping sebentar. Menatap wajah gadis itu dari samping. Bulu mata lentik dan hidung mancung yang dia lihat menghiasi kulit putih gadis itu


("Sadarlah Er. Apa kau mulai menyukainya? Dokter ini?") batin Owner dan langsung mengalihkan pandangannya

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2