CEO My Husband

CEO My Husband
DASAR BOCAH!!!


__ADS_3

"Apa kau sariawan, Tuan Muda Owner?"


Bryant menuangkan air putih ke dalam gelas kaca. Dia haus sekaligus ingin melihat pekerjaan dari Menantu sekaligus Calon-calon Menantu nya yang lain


Mendapati putra bungsunya yang hanya duduk di ruang tengah dan sibuk memainkan ponsel miliknya. Sedari kembalinya dia dan juga Amanda, pria itu sama sekali tak mengeluarkan suara apapun


Owner menoleh dan hanya menatap sekilas Ayahnya itu. Jujur, gemuruh amarah masih begitu banyak dalam dirinya. Tak ingin kelepasan, dia lebih memilih diam dan fokus pada ponselnya


"Kau ingin durhaka pada Ayah mu sendiri?" lanjut Bryant yang sudah ikut bergabung dengannya


"Huh sudah lah Ayah, jangan mengganggu ku"


"Sudah lah. Tak seharusnya kau marah pada Kakak Iparmu. Lagipula dia hanya menerapkan rasa sopan santu dengan menerima ajakan dari mantan kekasihnya"


"Jangan membahas nya lagi Ayah. Aku semakin kesal"


Bryant menaikkan kedua alisnya bingung. Putra bungsunya ini memang menakutkan di hadapan publik, namun apa mereka akan percaya jika mengetahui bahwa Owner adalah pria yang cepat sekali mengambek?!


"Kau ini sudah dewasa. Harusnya kau sudah bisa bersikap mana yang harus kau sikapi dengan kasar dan mana yang tidak.


Lagipula, dari semua anggota keluarga di rumah ini, kau lah yang paling menyayangi Amanda. Selain itu, kau juga tau bagaimana Kakak Iparmu itu kan. Hentikan ini dan berbicara lah" jelas Bryant menyandarkan punggung nya ke belakang


"Aku tidak marah pada Kakak Ipar, hanya kesal kenapa dia tidak memberitahuku apapun? Dan juga kenapa harus ikut duduk minum teh dengan mantan kekasihnya itu? Sangat tidak berguna"


"Sikapmu yang seperti ini sudah persis seperti bocah ingusan yang merajuk hanya karena tidak dibelikan permen oleh Bunda nya. Kau tidak malu dilihat oleh Dokter Ling Ling dengan wajah seperti itu? Cihhh"


Er sedikit kaget, ahk bagaimana bisa dia melupakan kehadiran Dokter Muda itu? Owner menatap ke arah dapur, semua wanita kesayangan Keluarga Graham sudah sibuk memasak entah apa


Tunggu dulu! Wanita kesayangan? Apakah Ling Ling sudah termasuk?! Pria itu langsung memejamkan matanya erat


Fokusnya saat ini adalah Kakak Ipar nya. Urusan nya bisa diselesaikan belakangan. Lagipula, siapa yang berani menyentuh atau bahkan melirik sesuatu yang sudah dia cam menjadi miliknya?!


"Minta maaf segera pada Amanda. Jika tidak, ayah akan membunuhmu karena membuat Menantu Ayah sedih" ancam Bryant yang langsung pergi meninggalkan puteranya itu


"Mck dasar Ayah! Sebenarnya siapa yang menjadi Keluarga kandung nya? Hufff" lirihnya yang langsung meletakkan ponselnya dan memejamkan matanya sejenak


🌻🌻🌻


Amanda menatap adik ipar bungsunya itu yang sudah tertidur hanya sekedar menutup mata saja di ruang tengah. Wajah lelah sudah sangat terlihat jelas di wajah pria itu


"Kak"


Suara lembut yang masuk ke indera pendengaran nya membuat wanita itu tersenyum mendapati Ling Ling yang sudah berdiri di sampingnya


"Aku akan menyuruh Owner untuk meminta maaf pada mu. Tidak seharusnya dia bersikap seperti itu"

__ADS_1


"Tidak perlu. Kali ini dia tidak salah. Kakak yang salah dan sudah seharusnya dia bersikap seperti itu karena dia begitu khawatir" sanggah Amanda cepat masih dengan senyuman nya


Ling ling menatap iba pada wanita cantik itu. Sungguh dia begitu memuji wanita yang berhasil menjadi Menantu Keluarga Graham itu


Lalu beralih menatap pria yang tadi menjadi objek fokus oleh Amanda. Helaan nafas panjang terdengar dari mulut wanita itu


("Dasar bocah! Harus kah dia menunggu Kak Amanda yang membujuk nya?") batin nya yang ingin sekali memaki pria itu


🌻🌻🌻


Amanda memilih pergi ke rumah kaca yang sudah lama tidak dia datangi. Menatap anggrek yang sudah begitu cantik dan tanaman lainnya yang sudah tumbuh dengan baik


Ahk sepertinya, Bunda Mertua nya itu benar-benar memilih tukang kebun yang sudah sangat ahli. Amanda berjongkok berniat mencabut beberapa rumput kecil yang mengganggu


"Kak" panggil seseorang dengan lirih namun masih bisa dia dengar dengan jelas


Amanda berdiri dan mendapati Owner yang menatap nya dengan tatapan bersalah. Owner mendekat dan menunduk


"Er... Er minta maaf karena sudah bersikap seperti tadi. Kakak pasti sangat terkejut karena Owner mengamuk. Maaf kak" ucapnya penuh sesal


Keterdiaman dan keheningan melingkupi mereka. Karena tidak mendengar apapun, pria itu kembali menatap Amanda menaikkan kembali kepalanya


Hal yang dia dapat adalah Amanda yang sudah berkaca-kaca hendak menangis. Owner panik, dia tidak menginginkan hal seperti ini. Bisa habis beneran dia di tangan Ayah dan para Kakak nya


"Kak, jangan menangis. Owner sadar bahwa sikap Er tadi benar-benar tidak seharusnya"


"Kenapa? Kenapa harus selalu kalian yang meminta maaf pada Kakak hmmm? Padahal kakak juga bersalah di sini. Maafkan kakak yah" lanjut Amanda yang sudah ingin menundukkan kepalanya namun dengan cepat ditahan oleh tangan kekar itu


"Tidak kak. Kak Rizky mengatakan bahwa isterinya tidak boleh menunduk hanya untuk memohon. Kepala kakak adalah mahkota berharga untuk Keluarga ini. Jadi jangan menunduk hanya untuk memohon sesuatu kak"


"Tapi kakak salah dan sudah seharusnya meminta maaf dengan baik"


"Lupakan. Tapi lain kali kakak tidak akan menunduk seperti tadi. Kakak tidak salah dan aku yang salah. Kakak memaafkan ku?"


"Kau memaafkan kakak?" bukannya menjawab, wanita itu justru bertanya juga


Er terkekeh menatap mata indah kakak iparnya itu. Mengapa dia bisa memiliki kakak ipar seperti Amanda? Sungguh menggemaskan


Owner menganggukkan kepalanya dan membuat wanita itu tersenyum. Er menghapus jejak airmata yang masih dengan nakalnya turun


"Aku harus mengantarkan Ling Ling kak. Dia harus menjalani operasi 1 jam lagi jadi harus kembali ke rumah sakit"


"Baiklah. Ucapkan terimakasih padanya dan hati-hati yah"


Er tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan Amanda di rumah kaca itu

__ADS_1


🌻🌻🌻


Hanya ada keheningan setelah 5 menit berlalu. Ling ling menyerah dan akhirnya duduk menyerong menghadap sang supir tampan di sebelahnya


Merasa diperhatikan, Er menoleh dan menaikkan sebelah alisnya sebagai kode bertanya 'Kenapa?'


"Dasar bocah!"


Er melotot tak percaya. Apa indera pendengaran nya bermasalah? Apa gadis itu mengatakan dia bocah? Wah ada apa dengan semua orang? Mengatakan dirinya bocah sedari tadi


"Kenapa?" hanya itu yang dia keluarkan untuk bertanya


"Kenapa? Kau masih bisa bertanya kenapa, Tuan Muda Owner Graham? Sikap mu sudah seperti bocah. Mendiami Kak Amanda dan memukul pohon? Cihhh sangat tidak berwibawa sekali"


"Apa katamu?"


"Sangat tidak ber-wi-ba-wa" ulang Ling ling mengeja kalimat itu


"Jaga lisan mu, Dokter Ling ling. Kau sudah begitu melewati batas sekarang. Sangat tidak tau jaga batasan" sini Er tanpa menatap lawan bicarany


Kicep! Gadis itu terdiam. Er memang benar, dia memang sudah kelewat batas. Memang nya apa?! Hubungan mereka tidak sedekat itu sampai dia harus mengatakan hal seperti itu kepada Putera Bungsu Graham itu


"Maaf"


Er diam tak menjawab dan hanya melirik gadis di sampingnya dengan mata elangnya. Kedua sudut bibir itu terangkat sedikit.


Sebenarnya dia hanya bermain main saja, dia hanya malu karena dikatakan seperti itu. Tapi tidak tau bahwa kalimat nya membuat gadis keras seperti Ling ling bisa langsung terdiam tak berkutik


Er menaikkan tangan nya dan berhenti di atas kepala gadis itu. Mengelus surai panjang dan membuat badan Ling ling mendadak kaku


"Selesai jam berapa?"


"H-hah?"


"Lemot! Operasi selesai jam berapa?"


"Oh jam 8 kurang lebih"


Er menatap arloji mahal yang ada di tangan kanan nya. Sudah pukul 5.40 waktu setempat


"Akan aku jemput nanti. Kita akan makan malam dan terserah mau makan dimana pun. Dan tanpa ada penolakan!" ucapnya tegas bertepatan dengan mobil yang sudah berhenti di pekarangan rumah sakit


Mendengar kalimat tidak boleh ditolak, Ling ling hanya bisa mengangguk pasrah dan kemudian turun. Menyisakan Owner dengan senyum mengembangnya


"Menggemaskan" lirihnya dan langsung melajukan kembali mobil itu

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2