
Saat ini Bryant sedang menikmati udara pagi di halaman depan rumahnya. Dia melakukan kesibukannya untuk melupakan rasa khawatir dan juga sedihnya karena harus mengingat kondisi Amanda yang belum menunjukkan perkembangan
Dia mengambil alih pekerjaan Tukang Kebun Rumah Besar. Dia mengambil selang air itu dan mulai menyirami semua bunga dan pohon yang ada di atas tanah halaman rumahnya
Dengan raut wajah yang datar semua pelayan yang bekerja di halaman itu masih senantiasa menunggu Tuan Besar mereka. Siapa tau tiba-tiba saja Beliau memberikan pekerjaan itu kembali atau membutuhkan pertolongan lainnya
"Selamat Pagi Tuan Graham" sapa seseorang
Pekerjaan Bryant terhenti dan dia melihat ke belakang. Sontak matanya membulat dan rahangnya mengeras. Dia melepaskan selang yang ada di tangannya begitu saja. Dan berjalan mendekat ke pria tersebut
Dia menarik kerah baju pria tersebut dan tentu saja tenaganya langsung kuat sehingga mampu untuk mengangkat pria itu
"Mau apa kalian kemari hah?" tanya Bryant dengan nada dinginnya
Dia menatap wanita yang ada di belakang pria tersebut
"Lepaskan dia Ayah" ucap Rizky yang sudah berjalan mendekat kearah mereka
Bryant menatap Puteranya itu namun tidak melakukannya
"Lepaskan Ayah" ucap Rizky lagi yang sudah berdiri di samping Ayahnya dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celananya
Bryant melepaskan kepalan tangannya dan merapikan bajunya. Dia lalu menatap Puteranya itu
"Harusnya Ayah bertanya. Mereka datang kemari sebagai Tamu atau Keluarga?" ucap Rizky yang mengerti akan raut wajah Ayahnya itu
Bryant kembali merubah raut wajahnya dan menatap kedua orang tersebut. Mereka adalah Alex Arafah dan juga Istrinya Irish Arafah
"Kami datang sebagai tamu" jawab Irish begitu saja
Alex menatap Irish tak percaya. Bagaimana bisa istrinya itu menjawab begitu saja
"Ayah dengar bukan. Mereka kemari sebagai tamu jadi kita harus menyambut mereka dengan baik dan sopan" ucap Rizky menatap Bryant dengan sekilas senyumnya
__ADS_1
"Antar dan layani mereka dengan baik" suruh Bryant pada salah satu pelayan yang ada di sekitar mereka
Pelayan itu langsung mempersilahkan mereka masuk sedangkan Bryant dan Rizky masih saling menatap satu sama lain
"Kau menyuruh mereka datang?" tanya Bryant
Rizky menganggukkan kepalanya singkat dan menengadah ke atas
"Masuklah dan suruh mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan" suruh Bryant sambil memukul pundak Puteranya itu beberapa kali
"Bagaimana dengan Alan?" tanya Bryant lagi
"Dia sudah pergi untuk memulai pekerjaannya" jawab Rizky singkat
Bryant menghela nafasnya dan menganggukkan kepalanya mengerti
Rizky meninggalkan Bryant sendiri di halaman rumah mereka dan masuk ke dalam
"Ikut saya dan segera lakukan apa yang saya suruh. Kalian bilang kalian kesini sebagai tamu jadi saya hanya akan menggunakan bahasa yang formal" ucap Rizky tanpa menatap mereka
Alex dan Irish berdiri dan mengikuti langkah Rizky yang saat ini ada di depan mereka. Satu per satu tangga mereka naiki dan berhenti tepat di depan pintu kamar yang terbuka lebar
Rizky berbalik dan menatap sepasang suami istri itu. Dia bisa melihat mata Irish yang menatap Amanda yang terbaring lemah di atas kasur dengan pandangan yang sudah berkaca-kaca
"Ck... kenapa? Apa kalian terkejut dan sedih? Terlambat" ucap Rizky berdesih kesal dan membuang wajahnya tidak ingin menatap kedua orang yang ada di depannya itu
Irish menghapus air mata nya dan menatap Rizky
"Apa kami bisa masuk?" tanyanya dengan pelan
Rizky kembali menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan
"Lebih cepat lebih baik. Lakukan pekerjaan kalian" ucap Rizky dan masuk terlebih dahulu
__ADS_1
Alex menggenggam tangan Irish dengan erat dan melangkahkan kaki masuk ke dalam. Mereka melihat Rizky yang mencium kening Amanda dan berjalan keluar memberikan mereka waktu
Rizky menutup pintu kamar itu dan Irish langsung berlari kecil dan duduk di samping Amanda
"Amanda sayang... kenapa kau selalu seperti ini?" tanya Irish dengan air mata yang sudah keluar
Alex duduk di sisi yang lain menggenggam tangan Puterinya itu. Entahlah... apakah Amanda itu pantas disebut Puteri mereka atau tidak
"Amanda... Momy di sini sayang. Ayo buka matamu sayang" lanjut Irish yang sudah mencium kening Amanda dengan lembut
"Maafkan Momy jika Momy dan juga Dad selalu membuat kamu menangis dan sakit seperti ini. Maaf jika kami selalu mengabaikan mu selama ini. Anggap saja kami memang egois sayang. Tapi Momy mohon sama kamu... buka matamu sayang" pinta Irish dengan tangis yang sudah mulai pecah
Alex mengelus kepala Amanda lembut
"Amanda... ini Dady. Apa kau merindukan Dady hmmm? Dady sudah disini disamping kamu. Apa kau masih tidak ingin bangun dan memeluk Dad?" kali ini Alex membuka suara
Keadaan kembali hening. Hanya terdengar suara deru nafas dan juga tangis yang pelan
"Amanda... kami minta maaf karena di hari pernikahan kemarin kami tidak bisa hadir dan memelukmu. Tapi percayalah nak kami melakukan kesibukan ini juga untuk masa depanmu. Kami sibuk melakukan bisnis ini karena ingin kamu bahagia selamanya dan nanti jika ada hal yang tidak terduga menimpamu atau keluarga barumu kamu tidak khawatir mengenai hidupmu selanjutnya" jelas Irish yang entah itu kejujuran atau kebohongan
"Kau sangat beruntung sayang. Kau bisa masuk dan menikah dengan Rizky Putera dari Keluarga Graham. Mereka pasti akan memenuhi kebutuhanmu dengan sangat baik. Mereka juga akan memberikan kasih sayang yang berlimpah yang tidak bisa kami berikan. Kau juga sudah mendapatkan kasih sayang dari kedua adik ipar mu. Harusnya kau bersyukur dan juga membalas kebaikan mereka Manda. Jangan bertingkah seperti ini. Dady selalu bilang untuk tidak pernah menyusahkan orang lain. Apalagi orang itu sudah membantumu sangat banyak. Jika kau menganggap Dady sebagai orang terpenting dalam hidupmu harusnya kau melakukan apa yang Dady katakan. Tapi sepertinya kau tidak menyayangi Dady oleh karena itu kau tidak ingin bangun.
Mungkin Dad selalu keras dan selalu membentak mu. Tapi percayalah Manda... itu semua demi kebaikanmu di masa depan. Dad tidak ingin kau menjadi lemah jika sudah tinggal jauh dari kami. Tapi lagi lagi pelajaran yang Dady kasih ke kamu semuanya tampak sia-sia saja. Jika kamu memang benar-benar menghormati kami maka segeralah bangun dan kembali menjadi dirimu semula. Dady merindukanmu bukan hanya Dady tapi kami semua yang mengenalmu sangat amat merindukanmu" jelas Alex dengan tatapan sendunya
Air mata Amanda tampak mengalir dari sudut matanya. Irish langsung menghapus itu semua dengan cepat dan memeluk Amanda dan menangis sambil mengecup puncak kepala Amanda
Sedangkan mereka tidak sadar jika sedari tadi Bryant memantau mereka dari CCTV yang terpasang di kamar tersebut. Karena itu kamar tamu jadi Bryant memang sengaja memasang CCTV kecil yang tidak bisa dilihat oleh siapapun
"Kalian ternyata sangat pandai bermain akting yah. Ck akting kalian sangat bagus. Jika kalian menyayangi Puteri ku sebesar itu kalian tidak akan tega datang karena diancam oleh Puteraku Rizky. Hanya untuk menyelematkan diri kalian sendiri kalian tega membohongi Puteri kalian sendiri. Amanda sayang bangunlah sayang Ayah mohon" ucap Bryant yang sudah menangis sedari tadi
Dia menyandarkan badannya ke belakang dan memijit kepalanya yang semakin pusing. Karena jadwal tidur dan makan yang tidak teratur
🌻🌻🌻
__ADS_1