
"Untuk proyek pembangunan cafe dan juga rest area akan dipantau oleh Owner mulai besok. Saya ada hal mendesak lainnya yang harus segera diselesaikan"
"Baik Tuan Muda. Besok saya akan membantu Tuan Muda Owner dalam pengawasan proyek" jawab Nandini yang sibuk mencatat semua omongan yang diucapkan oleh Tuan Muda Sulung dari keluarga Graham itu
Rizky melanjutkan langkah kakinya. Melihat Tuan Muda sekaligus kakak nya itu sudah hampir beranjak pergi, wanita muda itu pun dengan segera melangkahkan kakinya
"Kakak akan pergi? Berapa lama?" tanya nya sembari menatap lawan bicaranya
"Tugas dari Ayah harus segera mungkin diselesaikan. Ini demi kelancaran pernikahan Alan. Tidak tau sampai kapan"
Terlihat gadis itu diam dan hanya menganggukkan kepala nya mengerti
🌻🌻🌻
"Amanda" teriakan itu menggema memenuhi ruang keluarga di Rumah kediaman Keluarga Graham.
"Dimana dia? Sedari tadi memanggil nya tidak ada menyahut. Apa dia pergi ke luar? Tapi jika ia pergi pasti akan izin terlebih dahulu. Tapi apa mungkin aku yang lupa?" lirih Lyla yang sedari tadi mencari keberadaan Menantu sekaligus Puterinya itu
"Ada apa Bunda?"
Suara itu membuat wanita paruh baya yang masih terlihat muda itu menoleh. Mendapati Anak Pertama nya yang masih mengenakan pakaian formal nya
"Amanda. Bunda sedari tadi mencarinya tapi hasilnya nihil. Apa mungkin dia pergi keluar dan Bunda melupakan nya?"
"Tidak mungkin, Bunda. Jika dia pergi, Rizky pasti tau. Bunda tenang saja, dia pasti masih berada di kawasan rumah. Aku akan segera mencarinya, Bunda beristirahatlah dulu" jawab Rizky yang sudah merangkul Bunda kesayangan nya itu
Lyla menghela nafas pasrah mengikuti semua omongan dari Putera Tertuanya itu
__ADS_1
🌻🌻🌻
Rizky berjalan menyusuri kawasan Rumah Besar milik Keluarga nya itu. Rasa takut dan cemas pun sudah mulai hinggap ke dalam hatinya
Tidak biasanya istri kecilnya itu pergi selama dan tak mengatakan apapun kepadanya. Hingga sampai pada gerbang terakhir Rumah Graham yaitu tepatnya pada Halaman belakang yang dikelilingi oleh banyaknya Pohon Cemara
"Kau mencariku?"
Rizky sontak berbalik dan menghela nafas nya panjang. Menarik tubuh kecil itu untuk masuk ke dalam pelukannya
"Kau darimana saja hmmm?" tanya Rizky yang sudah merasakan kelegaan hatinya begitu mendengar suara sang istri
"Aku sejak tadi disini. Membantu Kepala Pelayan untuk menanam Bunga Matahari. Kau ingat? Aku kemarin meminta Thio memesankan biji Bunga Matahari"
Rizky melepaskan pelukan itu dan tersenyum hangat menatap wajah Amanda. Mengusap lembut rambut panjang milik sang istri
Amanda mengangguk kan kepala nya patuh dan membalas genggaman tangan besar milik Rizky suaminya. Berjalan menuju ke bangunan besar itu
"Bunda mencari ku? Apa Bunda butuh sesuatu?"
"Tidak tau. Mungkin saja Bunda memang membutuhkan sesuatu makanya mencari mu. Lain kali katakan pada orang di rumah jika ingin pergi keluar hmmm"
"Ahk kau benar. Aku lupa mengatakan nya. Maafkan aku yah" jawab Amanda yang sudah menundukkan kepalanya menyesal karena dirinya yang pelupa sudah mulai kembali
Rizky menghentikan langkahnya dan Amanda pun begitu. Amanda dapat merasakan bahwa tangan kekar milik suaminya itu sudah kembali berada di atas kepalanya
"Tidak masalah. Lain kali jangan diulang yah. Kasihan orang rumah yang begitu panik mencari keberadaan mu. Jangan kan mereka, aku pun juga sudah merasa resah tadi karena tidak menemukan mu dimana pun. Nanti jelaskan pada Bunda dan minta maaf lah. Mengerti, Nona Muda?" jelas Rizky begitu lembut dengan senyum manis yang juga diikut sertakan olehnya
__ADS_1
Amanda lagi dan lagi hanya menganggukkan kepalanya patuh sembari memberikan sebuah senyuman juga guna membalas senyum sang suami
🌻🌻🌻
"Kau darimana saja, Amanda?"
Pasangan suami istri itu menatap pria paruh baya yang masih mengenakan jas kantor lengkap nya yang juga sedang menatap mereka
Bryant melangkah kan kakinya mendekati Anak Sulung dan Menantu nya dengan raut wajah yang terlihat jelas begitu khawatir
"Maaf Ayah, Amanda salah. Harusnya aku mengatakan pada Bunda jika ingin melakukan dan pergi kemana pun" jawab Amanda yang lagi menunduk kan kepalanya
"Sudah sudah. Ayah mu hanya khawatir saja sayang. Dia tidak bermaksud memarahi mu sama sekali" sambung Lyla yang langsung memeluk gadis kecil itu
"Ayah tidak marah sayang. Katakan, kau darimana hmmm?"
"Amanda pergi ke halaman belakang membantu Kepala Pelayan untuk menanam biji Bunga Matahari yang kemarin aku pesan dari Thio. Amanda lupa mengatakan nya pada Bunda tadi. Maaf Bunda"
Bryant terkekeh dan langsung memeluk gadis yang saat ini sudah menyandang nama Keluarga nya itu. Mengelus rambut panjang gadis itu dengan begitu lembut
"Tidak apa sayang. Lain kali jangan diulang yah. Kalau begitu, Ayah akan kembali ke Perusahaan"
"Ayah kembali karena Amanda? Maaf Ayah"
"Hahaha. Bunda mu ini terlalu khawatir terhadap mu itu sebabnya dia langsung menghubungi Ayah. Dan kau tau apa yang terjadi selanjutnya bukan"
Amanda menatap kedua mertua nya itu. Sangat bersyukur memiliki Mertua seperti mereka. Bahkan kedua orangtua nya saja tidak akan merasa khawatir sebesar itu jika dia tidak terlihat di kawasan rumah mereka
__ADS_1
🌻🌻🌻