
Sinar mentari kembali terbit dari ufuk timur. Hari baru sudah datang dan setiap makhluk hidup akan menjalaninya kembali seperti biasanya.
Rizky membuka matanya secara perlahan lalu menarik sebuah senyum kecil melihat wajah tenang dari Istrinya itu
("Bahkan saat terlelap seperti ini pun kau masih sangat cantik Amanda. Kau semakin membuat ku tidak karuan. Tujuan awal ku menikahi mu semakin hari semakin hilang") ucap Rizky dalam hatinya masih dengan mata yang fokus menatap wajah indah itu
Rizky menyibakkan selimut yang menghangati tidurnya lalu memperbaiki selimut yang menghangati tubuh Istrinya itu. Dia bangkit dari kasurnya dan langsung menuju kamar mandi
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.55 waktu setempat. Rizky sudah berdiri di depan cermin dengan jas dan dasi yang sudah melekat dengan rapi di tubuhnya
Melangkah keluar dari Ruang pakaian, dia kembali menatap ke arah kasur dimana masih ada Amanda yang begitu terlelap bahkan masih dengan posisi tidur di saat Rizky terbangun tadi
🌻🌻🌻
"Pagi Bunda" sapa Er yang sudah duduk di kursinya
Sudah ada Thio, Alan dan juga Bryant yang menempati tempat mereka masing-masing
"Kakak Ipar mana?" tanyanya lagi
"Bunda akan pergi ke kamarnya untuk memanggil mereka berdua. Mungkin mereka masih sangat lelah" jawab Lyla yang sudah memberhentikan pekerjaannya
"Tidak perlu Bunda"
Semua menatap ke arah tangga sebelah barat.
"Dia sangat lelah Bunda. Masih tidur dengan nyenyak jadi tidak perlu dibangunkan. Nanti aku akan menyuruh pelayan mengantarkan sup ayam untuknya dan juga vitamin" lanjut Rizku dan langsung duduk di tempatnya
"Sepertinya ini salah Ayah. Karena mengadakan pesta secara tiba-tiba" lirih Byrant
"Tidak Ayah, bukan seperti itu"
Semua pun memulai sarapan pagi ini tanpa Amanda dan juga Zaen. Zaen yang sudah berangkat pagi-pagi sekali ke sekolah harus membuatnya sarapan sendiri di meja makan
"Ayah, hari ini Er harus pergi membereskan beberapa urusan. Jadi Er dan juga Thio tidak bisa datang ke Perusahaan untuk hari ini" ucap Er menatap Bryant dengan mulut yang masih mengunyah makanannya
Bryant menganggukkan kepalanya pertanda setuju dan mengizinkan Kedua Putra nya itu untuk melakukan hal yang baru saja mereka bilang
"Urusan apa" potong Rizky tanpa menatap Er sama sekali
"Urusan yang sangat penting Kak. Kakak ingat mengenai tamu ku kemarin malam? Aku dan juga Thio akan menemui mereka hari ini"
Hening kembali terjadi di meja makan itu. Lyla yang tersenyum menatap dan mendengar semua percakapan anggota keluarganya walaupun masih merasa kurang karena 2 kursi yang kosong tanpa kehadiran kedua Puterinya
🌻🌻🌻
__ADS_1
Er duduk dengan tenang di kursi penumpang atau lebih tepatnya di samping Thio yang sibuk fokus menatap jalanan yang sedikit padat
"Apa kali ini mereka akan mengatakan laporan yang penting?" tanya Thio memecah keheningan
"Aku juga berpikir akan hal itu. Apa ada berita terbaru mengenai Kakak Ipar? Atau justru mereka membuat masalah baru?"
Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Tuan Muda bungsu itu. Menggaruk pelipisnya lalu menatap ke luar jendela mobil
"Kenapa aku merasa semua ini akan berakhir dengan panjang. Apa kau yakin dengan Andrew, Thio?" lanjutnya lagi yang kini bertanya pada Thio
"Apa maksud Anda Tuan Muda? Anda mencurigai Andrew? Putra dari Paman Chand?"
"Hmmm. Aku merasa bahwa dia akan berbuat sesuatu yang sangat tidak terduga oleh kita. Kau tetaplah menjaga dan menambahkan keamanan. Baik itu di Rumah atau dimana pun. Kau mengerti"
Thio mengangguk sekali dengan tegas ketika menatap sekilas ke samping. Wajah Er sangat serius kali ini, maka dia pun harus menanggapinya dengan serius
("Jangan sampai ada Penghianat baru lagi. Kalau Andrew menghianati Tuan Muda Er maka sudah dipastikan bahwa Malaikat Maut akan berada di sampingnya") batin Thio yang sudah merasakan hawa panas
Mobil itu sudah berhenti tepat di depan hotel dimana ketiga tamu Er berada. Thio melemparkan kunci mobil kepada seorang pegawai hotel yang berdiri tepat di samping mobil itu
"Tuan Muda" sapa Resepsionis wanita yang melihat kedatangan salah satu Keluarga Graham
Er tetap melanjutkan langkahnya. Namun tidak lagi ketika telinganya mendengar namanya sudah disebut
"Salah satu Tuan Muda dari Keluarga ternama di Negara ini yaitu Tuan Muda Owner Graham. Dipergoki mengantarkan seorang wanita cantik pada dini hari tadi ke salah satu ternama yaitu Jiang Hotel. Apakah kali ini Keluarga Graham akan mendapatkan Calon Menantu muda baru? Atau apakah Tuan Muda Er hanya sebatas bermain-main saja dengan wanita tersebut? Sampai saat ini belum ada penjelasan apapun yang diberikan oleh pihak yang berkaitan"
"Apa aku harus mengurus ini sekarang Tuan Muda?" tanya Thio ragu
Er membuka kembali matanya lalu memijit pangkal hidungnya
"Tidak perlu. Biarkan saja"
Kedua pria tampan itu kembali melanjutkan langkah mereka dan masuk ke dalam lift lalu menekan tombol yang hendak mereka tuju
"Kau sudah memberitahu bahwa aku akan datang?" tanya Er
"Tentu sudah. Mereka ada di kamar Paman Chand saat ini"
Terlihat kepala Er yang mengangguk mengerti. Satu per satu lantai sudah terlewati dan pintu lift kembali terbuka
Er dan Thio kembali melangkah menuju kamar yang dituju
"Tuan Muda" panggil seseorang dari belakang
Er berbalik dan menatap Blue yang membawa kantung plastik berwarna putih
__ADS_1
🌻🌻🌻
"Sebelumnya kami minta maaf atas kejadian kemarin malam Tuan Muda" ucap Paman Chand dengan menundukkan kepalanya
"Langsung saja"
"Tuan Muda, kami sudah mengecek segalanya. Alex dan juga Irish tidak hanya membawa Tuan Puteri saja melainkan membawa satu-satunya Berlian berharga yang hanya ada 1 di Dunia yang hendak dijadikan sebagai kalung untuk Tuan Puteri" jelas Paman Chand memulai
Er memajukan sedikit badannya mulai tertarik dengan segalanya. Menaikkan sebelah alisnya dengan tangan yang sudah dia lipat seperti berdoa
"Dan juga Tuan Muda, pada saat kami hendak menuju ke dalam Hutan Terlarang untuk mencari sebuah bukti kuat. Seorang Peramal tiba-tiba saja berdiri di hadapan kami, lebih tepatnya pada saat kami masih berada di Pasar. Ada banyak rakyat disana dan Peramal tersebut langsung berteriak dengan lantang" sambung Andrew dengan santai
"Peramal?" tanya Er
"Iya Tuan Muda. Dia adalah Peramal yang dulu sempat bekerja di Istana di masa Pimpinan Kakek dari Tuan Puteri. Sebenarnya semua begitu terkejut karena semuanya tau bahwa dia sudah tidak lagi berada di sekitaran Istana. Namun waktu itu dia tiba-tiba saja datang ke sekitaran Istana dan berdiri di hadapan kuda kami"
"Apa yang dia katakan?"
"Dia menyuruh agar kami tidak melanjutkan perjalanan menuju Hutan Terlarang karena ada bahaya besar yang sedang menunggu kami disana. Lalu dia berteriak dengan lantang mengatakan bahwa"
Flashback On
"Kalian jangan melanjutkan perjalanan menuju ke dalam Hutan Terlarang itu karena ada bahaya besar yang sedang menunggu kalian. Dan... Berbahagialah karena Tuan Puteri yang hilang selama bertahun-tahun akan segera kembali dan memimpin Kerajaan ini dengan sangat baik. Namun... dibalik kembalinya Tuan Puteri itu, akan ada suatu musibah yang akan menimpa kehidupan Tuan Puteri. Kalian semua hanya akan mendukung Tuan Puteri tanpa bertanya apapun"
Flashback Off
Er terdiam dan menyandarkan punggung nya ke belakang. Menatap fokus ke depan tanpa memberikan jawaban sama sekali
"Musibah? Musibah apa?" lirih Er mengingat semua kejadian yang pernah terjadi selama dia sudah tinggal bersama dengan Amanda
Drttt
Er tersadar dan langsung mengambil ponsek nya yang berada di dalam saku jaket nya
"Halo Kak" jawabnya ketika tau siapa yang menelpon dirinya
"..."
"Baiklah Kak, 15 menit lagi aku akan tiba di Rumah"
Er mematikan panggilan tersebut lalu segera berdiri. Memasukkan kembali ponselnya dan menatap semuanya
"Thio, kau tetaplah disini. Aku harus mengantarkan Kakak Ipar untuk bertemu seseorang. Aku akan kembali" ucapnya dan langsung pergi meninggalkan semua orang
"Apa Tuan Muda Er begitu menyayangi Nona Amanda?" tanya Blue selepas kepergian Er
__ADS_1
"Bahkan dia amat amat menyayangi Nona Amanda. Tidak hanya dia, semua keluarga Graham dan para pekerjanya amat sayang pada Kak Amanda. Kak Amanda seperti sebuah Berlian yang memang harus dijaga dengan benar" jawab Thio dengan sebuah senyum tulusnya
🌻🌻🌻