
Kini Amanda bersama dengan wanita paruh daya namun memiliki paras dan lekuk tubuh yang masih seperti anak muda saja
Amanda sedang duduk bersama dengan Lyla. Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke tempat perbelanjaan
Dan perlu kalian catat bahwa yang mengantarkan mereka bukanlah Alan. Rizky... yah Putera dari keluarga Graham ini yang saat ini memegang kendali
Itu dia lakukan karena dia tidak ingin kedua wanita yang sangat penting dalam hidupnya merasa bahwa dirinya tidak peduli pada mereka
Alasan lain ialah karena Alan saat ini sedang mengikuti ujian. Yah... Setelah hari diskusinya bersama dengan Tuan Mudanya itu, dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya
"Bunda telpon aku jika sudah selesai berbelanja" pinta Rizky dan melihat Bunda nya yang duduk di sampingnya
"Diamlah Rizky. Terkadang Bunda merasa bahwa ada baiknya kau diam saja karena saat ini Bunda sudah mempunyai teman berbicara seperti Amanda.
Jangan mengganggu waktu kami Rizky. Atau Bunda akan mencubit mu" Lyla memperingatkan
Rizky tak menyangka bahwa dengan kehadiran Amanda dalam istana keluarganya berhasil membuat dirinya dihempas begitu saja
Rizky tak ingin ambil pusing dan memilih diam saja dan kembali fokus menyetir
🌻🌻🌻
Rizky memberhentikan mobil mewahnya tepat di parkiran yang kosong. Dia belum membuka kunci mobil dan memilih memutarkan badannya
Dia melihat dua wanita yang ada bersamanya secara bergantian
"Bunda aku serius. Jika sudah selesai berbelanja maka hubungi aku" kali ini raut wajah Rizky begitu serius
"Rizky, Bundamu ini tau segala hal. Jadi tenang saja. Sebenarnya yang paling kau khawatirkan adalah Calon menantu Bunda bukan Bunda. Iya kan?" Lyla menggoda Rizky
Rizky langsung memutar kembali badannya dan membuka kunci pintu mobilnya
Lyla dan Amanda pun langsung turun dan melambaikan tangannya pada Rizky
🌻🌻🌻
"Apa Alan sudah datang?" tanya Rizky kepada Nandini setelah sampai di kantornya
__ADS_1
"Belum Tuan Muda. Mungkin saja dia masih dalam perjalanan" jawab Nandini sambil terus mengikuti Rizky dari belakang
Rizky diam dan masuk ke dalam lift bersama dengan Nandini. Yah... hanya orang tertentu saja yang bisa menggunakan lift pribadi ini
"Kapan sekretaris itu akan datang?" suara Rizky kembali terdengar
"Belum ada kabar terbaru Tuan Muda. Namun waktu itu Pak Boss besar mengatakan bahwa waktu itu dia sedang dalam keadaan darurat sehingga membatalkan kedatangannya
Setelah itu tak ada lagi penjelasan atau kabar mengenai dirinya Tuan Muda" jawab Nandini dengan jelas
("Kenapa Ayah memilihkan sekretaris yang seperti itu untukku dan untuk perusahaan ini? Menambah beban pikiran saja") ucap Rizky dalam hati sambil menggaruk kepalanya yang terasa gatal
Lift terbuka dan Rizky berjalan keluar dan masih diikuti oleh Nandini
"Kapan kau disini? Nandini bilang kau belum datang" tanya Rizky berhenti di depan ruangannya
"Aku baru saja sampai Tuan Muda" jawab Alan
Yah orang itu adalah Alan orang kepercayaan sekaligus supir pribadinya
"Masuklah dan kau Nandini kembalilah ke ruangan mu dan siapkan berkas untuk rapat nanti" perintah Rizky yang langsung masuk
"Katakan apa yang ingin kau katakan" ucap Rizky menatap Alan yang berdiri di hadapannya
"Ujiannya sangatlah memusingkan Tuan Muda. Namun saya bisa menjawabnya dengan santai karena sebagian soal sudah saya pelajari sebelum melanjutkan sekolah" Alan memulainya
Rizky mengangkat sebelah alisnya menatap Alan
"Kau barusan mengatakan Sebelum melanjutkan pendidikan? Itu artinya kau mempelajari semuanya sendiri?"
"Iya Tuan Muda apa yang Tuan Muda katakan sepenuhnya benar"
"Lanjutkan"
Alan pun melanjutkan kalimatnya dan Rizky masih setia mendengarkan dengan mata yang juga masih menatap Alan
Rizky memanglah seperti itu. Dia akan begitu menghargai seseorang yang memang dia rasa pantas untuk dihargai
Tak begitu lama, Alan sudah menyelesaikan semua kejadian hari ini di sekolahnya
__ADS_1
Yah Rizky memang mendaftarkan dia di sekolah yang cukup ternama dan dengan harga yang fantastis
Perlu kalian catat
'Bahwa Keluarga Graham akan mengeluarkan semua uang dan harta kekayaan mereka jika menyangkut soal Ilmu dan Usaha. Apalagi untuk orang yang memang mereka anggap pantas menerimanya'
"Nanti jemputlah Bunda dan juga Amanda di tempat perbelanjaan. Kau bisa beristirahat sebentar dan aku akan mengirimkan pesan jika mereka sudah selesai" kata Rizky yang masih setia menatap Alan
"Baik Tuan Muda. Sesuai perintah Anda. Tapi bisakah saya bertanya?"
Rizky hanya berdehem sebagai jawaban atas kalimat Alan
"Saya mendengar dari beberapa pelayan di Rumah Besar bahwa akan ada yang datang. Jika saya boleh tahu Siapakah orang tersebut Tuan Muda?"
Bisa di dengar suara hembusan nafas yang dilakukan oleh Rizky
"Kau akan tahu sendirinya. Aku juga belum tau pasti apakah dia akan datang atau tidak" jawab Rizky yang mulai membuka dokumennya
Alan mengerti dan langsung izin keluar. Kini hanya Rizky yang ada di dalam ruangan besar dan luas ini
Dia melangkahkan kakinya menuju jendela kaca dan menatap keluar. Dia mengambil benda tipis dari saku jasnya
"Apa kau akan kembali?'"pesan itu dikirim ke orang yang saat ini ada di pikirannya
Dia kembali mematikan ponselnya dan menatap keluar.
Namun tak butuh waktu lama, ponselnya bergetar dan Rizky langsung membukanya
'*Aku tidak bisa berjanji. Karena aku sangat sibuk'
'Hadirnya aku atau tidak itu sama saja. Karena kau dan juga calon mu akan aku lihat di layar televisi. Jadi persiapkan saja pernikahanmu dengan baik*'
Kedua pesan itu membuat Rizky memejamkan matanya
("Apa kau masih menyalahkan dirimu dan masih belum berani bertemu denganku? Semoga kau baik-baik saja di sana") doa Rizky dalam hati
🌻🌻🌻
__ADS_1