CEO My Husband

CEO My Husband
CURAHAN HATI ER


__ADS_3

Jam dinding yang berada di setiap lantai rumah masih menunjukkan pukul 04.30 waktu setempat. Salah satu Tuan Muda Graham itu sudah menuruni anak tangga dengan perlahan namun sebisa mungkin berusaha menghindari suara sekecil apapun yang bisa membuat seisi rumah dan lampu setiap lantai menyala


Mau bagaimana lagi? Ayah mereka membangun istana Graham ini dengan kecanggihan yang luar biasa. Lampu akan otomatis menyala jika sudah terdengar suara langkah kaki. Dan juga memiliki remote kontrol untuk semua alat di rumah ini


"Aku harus menyelesaikan dan memberi pelajaran kepada mereka. Bisa bisanya tanpa merasa bersalah sedikit pun dan mereka sama sekali tidak menghubungi Kak Amanda setelah apa yang mereka lakukan. Seenaknya memberikan janji temu namun mereka sendiri yang tidak datang" lirih pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Owner Graham


Dia bahkan belum menutup matanya sama sekali. Otaknya terus saja bekerja tanpa lelah membuat pria tampan itu enggan untuk tidur. Dia terus memikirkan banyak hal terutama kejadian kemarin yang berhasil membuat Kakak Iparnya begitu sedih


"Kau sehat Tuan Muda?"


Owner memegang dadanya, bahkan sekarang detak jantung nya berdetak lebih cepat dari biasanya. Bagaimana bisa dia tidak menyadari kehadiran gadis mungil satu ini? Oh ayolah Er, kau butuh istirahat sekarang


"Apa kau sudah berganti menjadi arwah yang bergentayangan Nona Ling Ling? Kau hampir membuat ku mati berdiri disini" bisik Er mendekatkan tubuhnya ke gadis itu


Helaan nafas lelah dan rotasi bola mata Ling Ling begitu terlihat jelas. Bagaimana bisa pria tampan seperti Owner dengan gampang nya mengatakan dirinya sudah berubah menjadi arwah? Yang benar saja


"Jika kau mati maka aku akan berteriak dan mereka akan segera mengubur dirimu" jawab Ling Ling dan berjalan meninggalkan pria itu masuk ke area dapur


"Sialan. Tidak lucu jika di berita nanti dikatakan 'PUTRA BUNGSU KELUARGA GRAHAM, OWNER GRAHAM MENINGGAL SUBUH TADI DIKARENAKAN MELIHAT GADIS CANTIK YANG MENDADAK BERDIRI DI HADAPANNYA'. Yang benar saja ck"


"Hahaha. Jika itu terjadi maka aku akan tertawa dengan bahagia nya. Karena alasanmu meninggal karena melihat kecantikan ku" sambung gadis itu lagi disertai dengan tawa meledeknya


"Kau--. Ahk sudahlah lupakan saja. Katakan, kenapa kau sudah bangun jam segini? Kau tidak nyaman tidur dengan orang lain? Atau tidak nyaman dengan suasana kamar yang berbeda?" tanya Er yang kali ini sudah duduk di pantri memandang wajah Ling Ling dari samping

__ADS_1


("Sialan, wajah polos tanpa make up saja kenapa dia bisa secantik ini? Ini tidak bagus. Ling Ling tidak baik jika terlalu sering seperti ini") batinnya entah memaki dirinya atau memaki kecantikan alami yang tersaji di depannya


"Tidak. Semua tebakan mu salah Tuan Muda. Aku terbangun dan ingin minum namun air di kamar Nona Zaen sudah habis. Jadi aku turun ingin mengisi kembali. Tapi yang ku dapat justru omelan tidak jelas dari dirimu. Kau sehat? Bahkan kantung mata mu begitu terlihat jelas" jelas Ling Ling yang sudah berdiri tepat di hadapan wajah Owner sembari memangku tangannya


"Aku hanya tidak bisa tidur. Otakku belum lelah, dia menyuruhku untuk terus berpikir menyelesaikan semua masalah yang datang"


Ling Ling terdiam sebentar dan menegakkan kembali tubuhnya. Untuk pertama kalinya dia melihat Tuan Muda Bungsu Graham terlihat begitu... frustasi


Gadis itu melangkah keluar dari area dapur dan memilih duduk di samping Owner. Lalu menghela nafas dan memukul pundak kokoh itu dua kali. Er memutar bangku pantri yang dia duduki menjadi menghadap gadis itu


"Ada apa? Jangan memendam segalanya sendiri. Ayo, katakan semuanya. Aku akan menjadi pendengar mu dan jika aku bisa maka aku juga akan menjadi pemberi saran yang baik" ucap Ling Ling begitu lembut membuat hati seorang Er sedikit tersentuh


Er menggaruk pelipis kanannya lalu menghela nafas panjang. Manik matanya begitu dalam menatap ke dalam manik mata milik lawan bicaranya. Hanya ada cahaya di dalamnya dan sialnya... Er terjebak di dalamnya


Dengan perlahan, satu per satu batu yang membuat hatinya sesak ia keluarkan begitu saja. Dari awal dirinya ada, bertemu dengan keluarga Graham, kecelakaan besar yang membuatnya harus berjarak dengan semua anggota keluarga, bertemu dengan Thio di negara asing, hingga semua teror dan kehidupan memilukan dari Kakak Ipar kesayangannya


🌻🌻🌻


"Aku--aku tidak tau jika itu semua benar-benar terjadi dalam kehidupan mu dan keluarga ini. Terutama Kak Amanda. Dia... dia wanita yang hebat, menahan semuanya dengan tetap memberikan senyuman dan ucapan baik-baik saja. Sejujurnya aku mengira bahwa Tuan Muda Rizky menikahi gadis yang memang sepadan dan menikahi gadis yang begitu dia cintai.


Mungkin bukan aku saja yang akan berpikiran begitu. Semua masyarakat pasti akan setuju dengan pendapat ku. Melihat Tuan Muda Rizky yang begitu berbeda ketika berhadapan dengan Istrinya, Nona Amanda. Tapi ternyata..." ucap Ling Ling ketika Er sudah menyelesaikan ceritanya


"Yah kau benar dan apa yang kau ucapkan tadi wajar. Mengingat kakak yang begitu bersikap hangat dan lembut ketika berhadapan dengan kakak ipar. Tapi aku senang ketika mengetahui bahwa mereka berdua sudah saling mencintai satu sama lain. Hanya saja---"

__ADS_1


"Hufttt hanya saja akhir akhir ini aku punya perasaan buruk. Aku takut jika masa lalu kakak ku akan datang di hadapan kami semua dan menghancurkan segalanya. Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa aku sulit untuk memejamkan mataku"


Diam... kedua insan itu diam tak menjawab. Hanya terdengar suara detak jarum jam yang ada di ruangan sekitar mereka saat ini


Ling Ling kembali menatap wajah pria muda yang baru saja menceritakan segalanya kepadanya. Sungguh ini pertama kalinya dirinya mendengar dan menemukan seorang Tuan Muda Graham ini begitu lelah. Wajah dan sikap dingin yang dia ketahui seakan hilang untuk saat ini


Dan entah mendapatkan keberanian darimana, Ling Ling menggenggam tangan besar milik pria itu. Er menoleh dengan sorot mata yang entah lah, bahkan author saja tidak dapat menjelaskannya


"Kau tau Er? Sejujurnya melihat mu seperti ini membuatku sedikit terkejut. Owner yang pertama kali aku lihat adalah Owner yang bersikap acuh untuk lingkungan sekitar. Melihatmu begitu frustasi untuk menghadapi ini semua sungguh membuat ku bertanya tanya apakah pria di hadapanku saat ini adalah benar-benar Owner yang aku kenal?


Namun kembali tersadar bahwa kau juga manusia. Seacuh apapun, secuek apapun kau, kau pasti akan tetap merasa lelah untuk semuanya. Apalagi mengingat kau salah satu anggota keluarga Graham. Keluarga yang cukup disegani oleh banyak orang"


Ucapan yang keluar dari mulut wanita cantik itu membuat Er tertegun dan hampir menangis. Selain Kakak dan Kakak Iparnya, wanita ini sudah mengerti dirinya walau mereka hanya bertemu dan mengobrol sesekali


"Dengar Er, aku hanya ingin mengatakan bahwa, aku sudah menganggap mu seperti teman ku. Kau menganggap ku teman atau tidak maka itu adalah urusanmu. Apapun masalahmu, dan membutuhkan saran atau penyemangat kau bisa menemui ku. Aku tau, wanita yang sampai sekarang kau percaya hanya Kakak Iparmu, Kak Amanda. Tapi kalau semua masalah kau pendam maka kau hanya akan menjadi alasan untuk hancurnya dirimu sendiri.


Aku tau, kau juga selalu menyelesaikan semua permasalahan yang ada dengan rasa amarah dan kesal yang ada dalam dirimu. Tapi tidak bisakah kau mengajak musuh mu duduk dengan santai lalu menyelesaikan secara baik-baik? Jika tidak menemukan jalan keluarnya juga maka terserah kau apa selanjutnya. Setidaknya pikirkan perasaan Bunda dan juga Kakak Ipar mu, mereka pasti sedih jika harus terus menerus melihat wajahmu luka dan lebam"


Manik mata Ling Ling berhasil menembus ke dalam manik mata hitam gelap milik pria itu. Owner terdiam dan sialnya dia juga menggenggam tangan mungil itu semakin erat


"Aku yakin kau bisa, Tuan Muda Er. Lakukan dan kau akan tau jawabannya" lanjut Ling Ling dan pergi meninggalkan pria tampan itu


Owner menghela nafasnya panjang membiarkan tangan halus itu terlepas dari genggaman nya. Semua kalimat panjang yang dilontarkan oleh wanita itu benar bahkan sangat benar

__ADS_1


("Sialan. Apa barusan aku dihipnotis oleh wanita itu? Kenapa aku bisa menceritakan segalanya dengan mudah kepadanya? Kau sudah tidak waras Owner? Bagaimana jika setelah ini dia akan memberitahu kepada orang lain mengenai semua masalah dan rahasia dalam keluarga ini? Kau bisa dihabisi oleh Kakak mu bukan lagi oleh Ayahmu") batin Er yang sudah mengacak rambutnya frustasi ketika sadar apa yang sudah terjadi


🌻🌻🌻


__ADS_2