CEO My Husband

CEO My Husband
CASANDRA EVELYN


__ADS_3

Saat ini seorang wanita cantik dengan wajah yang sudah bisa ditilang sangat merah menahan amarah dan dada yang naik turun tidak beraturan menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin besar yang ada di dalam toilet perusahaan


"Bagaimana bisa pria itu mengetahuinya. Aku sudah merubah segalanya dalam diriku. Bahkan wajah ku pun juga sudah aku operasi karena bekas buruk yang terjadi waktu itu" ucapnya berbisik sembari mengingat kejadian yang terjadi antara dirinya dan juga Andrew


"Siapa dia? Apa dia juga termasuk anggota keluarga Graham? Tapi tidak mungkin, Owner sendiri tadi mengatakan bahwa dia hanya tamu yang tidak terlalu penting


Tapi tadi dia mengancam ku. Sialan, bisa bisanya aku hanya diam mendengarkan semua ancaman yang dia ucapkan tadi. Apa hubungannya dengan Amanda? Arghhh" monolog nya lagi dan berteriak frustasi di akhir kalimat


Yah, dia adalah Casandra Evelyn, wanita masa lalu dan wanita yang pernah mengambil bagian dalam kehidupan seorang Rizky Arkansas Graham. Tidak hanya Rizky melainkan Owner pun ikut akrab dengan dirinya


Namun kejadian buruk bahkan sangat buruk membuat Casandra harus bertindak dengan jahat sampai membuat Kakak beradik itu harus berjauhan selama bertahun-tahun


Owner yang dengan terpaksa harus melanjutkan pendidikannya jauh dari pantauan langsung kedua orangtua dan juga kakaknya. Owner yang harus hidup dengan rasa bersalah selama bertahun-tahun dan memiliki sikap sepertu kutub utara akibat ulah dari wanita licik seperti Casandra


"Tidak tidak. Aku tidak boleh takut dan lengah sedikit pun hanya karena pria sialan itu. Aku harus mendapatkan Rizky dan segala harta warisan Graham yang akan jatuh dalam tangannya. Amanda, kau harus perlu sejauh munhkin dari kehidupan Arka ku" lirihnya lagi dengan kedua telapak tangan yang sudah mengepal dengan kuat


Dia berjalan keluar dari toilet yang sedari tadi sepi dan hanya dia penghuni nya. Merapikan rambut dan juga yang lainnya. Hingga langkahnya terhenti menatap objek yang begitu menarik perhatian semua orang


Rizky yang dengan tangan menggenggam erat tangan sang istri dan tertawa kecil. Sedang Owner, Alan dan juga Andrew yang berjalan santai di belakang mereka


("Harusnya yang berada dan dijaga seperti itu adalah aku. Bukan kau Amanda. Dasar wanita sialan. Lihat saja, aku akan segera menyingkirkannya mu dan merebut kembali posisiku") batin Casandra yang masih menatap lekat semua objek di hadapannya


🌻🌻🌻


"Owner kau harus menjaga Kakak Iparmu dengan baik. Antar dan juga tunggu dia sampai urusannya dengan kedua orangtua nya selesai. Kau mengedit?" ucap Rizky dengan tegas


Er hanya bisa menghela nafas lelah. Sejak Amanda meminta izin dan menyuruhnya menemani gadis itu, sejak itu pula kalimat yang sama terus diucapkan


"Sabar. Kakak memang seperti itu. Anggap saja dia tidak mau kehilangan istri kecilnya itu" bisik Alan yang sudah terkekeh menatap wajah jengkel adik bungsunya itu

__ADS_1


Setelah mendengarkan ucapan kakaknya itu, Er langsung mengusap dada bidangnya. Menahan amarah dan rasa kesalnya terhadap Kakak Tertua mereka itu. Mau bagaimana pun Er hanya akan tetap menyayangi pria itu


"Apa sudah selesai? Apa aku sudah bisa membawa Kakak Ipar ku Tuan Muda?" tanya Er yang sedari tadi hanya menatap Kakaknya yang entah roh kurus apa sampai dia bersikap manis seperti itu


Amanda terkekeh dan menyalim dengan sopan tangan suaminya itu. Dan Rizky langsung mencium kening Amanda cukup lama. Lalu membiarkan Er membuka kan pintu mobil dan menatap Amanda yang sudah masuk ke dalam mobil mewah itu


"Er aku peringatkan padamu. Kau harus..."


"Ya ya ya aku ingat. Ayolah kak, kau sudah hampir 100 kali mengatakan nya. Kak Alan, cepat bawa Kakak pergi dan selesaikan urusan kalian. Sana husss"


"Sialan. Mau ku hajar kau hah? Beraninya mengusir ku seperti anak ayam"


Er tertawa keras dan masuk ke dalam mobil miliknya dan meninggalkan tempat begitu saja. Memang dasar Owner


🌻🌻🌻


Sekitar 20 menit akhirnya mobil mewah itu berhenti tepat di halaman rumah kepemilikan Arafah. Amanda menghela nafas panjang dan menahan bangunkan megah yang sudah lama tidak dia datangi


Amanda tersenyum lalu membuka pintu dan turun dari mobil. Berjalan sebentar dan berdiri di samping Er


"Loh Non Manda?"


Amanda melebarkan senyumnya dan menatap wanita tua yang saat ini berada di depannya dengan kain lap dipundak dan sapu di tangan kanannya. Bi Irnah, yah wanita itu terkejut mendapat Nona Amanda nya yang berada di depan nya saat ini


"Bi, apa kabar?" tanya Amanda dan memeluk wanita tua itu


"Bibi sehat Non. Aduh Non, harusnya Non gak usah meluk bibi. Bibi kotor Non, bau lagi"


"Amanda kangen makanya meluk Bibi. Bibi tidak rindu dengan Amanda?"

__ADS_1


"Oalah Non, siapa bilang Bibi tidak rindu dengan Non Amanda. Saya malah jauh lebih rindu dengan Non"


Amanda tersenyum hangat dan sesekali menetap ke dalam rumahnya. Sepi, dan tidak berubah. Semua pelayan berlalu lalang mengerjakan tugas mereka masing-masing


"Ayo masuk Non, Tuan Muda. Silahkan. Jangan berdiri di luar. Ayo ayo" ucap Bi Irnah yang langsung melebarkan pintu utama


Amanda menatap Er sebentar memberikan kode agar dia juga masuk. Er melangkahkan kakinya lalu menatap sekeliling. Ini pertama kalinya Er mengunjungi rumah Mertua Kakaknya itu


"Non dan juga Tuan silahkan duduk. Bibi ke dapur sebentar" ucap Bi Irnah yang langsung berjalan menuju dapur


Amanda duduk di depan televisi lebar nan tipis yang digantung di kaca besar yang ada di ruang keluarga ini. Sedangkan Owner masih berkeliling menatap semua foto yang ada


Sesekali Er tersenyum kala melihat foto Kakak Iparnya itu. Amanda memang sudah cantik sejak dini


"Jangan menatap semua foto Kakak seperti itu Er. Tidak ada yang istimewa" ucap Amanda terkekeh melihat adiknya itu kasih senantiasa terus melihat semua foto nya


Er tertawa lalu menyusul gadis cantik itu duduk di sebelahnya


"Kakak istimewa bahkan sangat. Aku tidak terlalu terkejut mengetahuinya bahwa kakak sudah cantik sejak dini. Kakak Ipar ku memang yang terbaik" ucap Er dengan semangat.


Amanda yang mendengar itu hanya ikut tertawa dan sesekali mengontrol panjang dengan pria itu. Hingga Bi Irnah datang membawakan camilan dan juga minuman dingin untuk mereka


"Bi, apa Mommy dan juga Daddy tidak memberitahu akan pulang jam berapa? Tadi Mom menelepon dan mengatakan untuk datang ke rumah menemui dirinya dan jiga Daddy"


"Tidak ada Non. Mungkin saja Ibu sama Bapak akan pulang sebentar lagi. Non dan Tuan nikmati saja dulu makanan dan minumannya. Bibi harus membersihkan area samping dulu. Kalau butuh apa-apa, Non bisa minta tolong saja" jawab Bi Irnah dan membungkukkan badannya lalu berjalan meninggalkan kedua insan itu


Owner sudah merubah raut wajahnya menjadi tanpa ekspresi setelah mendengar jawaban yang diberikan oleh Bi Irnah. Berusaha untuk tidak memaki kedua orangtua Kakak Ipar nya itu


("Awas saja jika mengecewakan dan membuat Kak Amanda bersedih. Aku yang akan menghabisi mereka") batin Er dan langsung meminum minuman dingin itu sampai setengah

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2