
Rizky benar-benar frustasi saat ini. Dia sudah mengendarai mobilnya dengan pelan dan melihat kanan dan kiri memastikan kehadiran gadis yang saat ini dia cari
Dia juga sudah menyuruh Alan untuk turun tangan dan tak lupa juga menyuruhnya agar Alan tak memberitahu orang rumah
"Ayolah Amanda jangan membuatku gila setengah mati" ucap Rizky frustasi sambil terus memperhatikan pinggir jalan.
Sedangkan di tempat lain
Amanda berjongkok di pinggir sebuah jembatan. Hari semakin gelap dan dia tak peduli akan hal itu
Dia memeluk lututnya dan badannya gemetar. Kejadian tadi benar-benar membuat dia down
Amanda berdiri dan berjalan mendekati pembatas jembatan. Dia mengingat kejadian yang menimpanya sekitar 6 bulan yang lalu.
Kejadian dimana mantan kekasih nya Satria bermain di belakangnya bersama dengan sahabatnya sendiri
Dia juga mengingat bagaimana pertemuan awalnya dengan Rizky. Pria tinggi bermata tajam dengan hidung mancung dan sikap dinginnya itu
"TUHAN... aku capek. Aku benar-benar capek. Aku mohon kali ini... ambil nyawaku aku mohon. Jangan biarkan orang menolong ku lagi TUHAN" teriak Amanda sambil mengangkat kepalanya menatap langit gelap yang sepertinya kosong
Tak ada bintang sama sekali di langit itu. Hanya ada bulan sabit memancarkan cahayanya
Amanda semakin frustasi dan dia semakin menangis Sekuat-kuatnya. Rintik hujan mulai berjatuhan membasahi bumi
Amanda seketika tersenyum penuh arti
"Bahkan kau juga merasa kasihan padaku bukan? Kau sengaja membiarkan hujan ini turun agar aku bisa menangis sepuasnya. Kalau begitu ambil dan panggil saja aku untuk kembali ke sisimu TUHAN" ucap Amanda lirih
"Sudah tak ada yang menginginkan aku untuk tetap menikmati kehidupan yang kau berikan ini. Bahkan kedua orang yang sudah melahirkan dan merawatku sampai menjadi gadis cantik seperti ini saja sepertinya tidak membutuhkan kehadiranku.
Bahkan pria yang hendak menikahiku pun tanpa alasan menikahiku secara mendadak. Tak ada cinta diantara kami. Aku mohon TUHAN kali ini saja kabulkan semua perkataanku" Amanda mengeluarkan semua keluhannya pada Sang Pencipta
__ADS_1
Terdengar suara petir dan kilat yang saling menyambar satu sama lain. Amanda berteriak histeris dan terduduk di pinggir jalan seperti gembel
🌻🌻🌻
Rizky kembali ke Rumah Besar dengan baju yang sudah sangat basah kuyup. Dan untuk pertama kalinya dia berjalan sambil menundukkan kepalanya
"Rizky kenapa kau basah kuyup seperti ini? Dan dimana Amanda?" ucap Lyla sambil berlari menyambut anaknya
Alan yang baru tiba juga sama saja berantakan nya. Dia juga basah kuyup seperti hal nya Rizky
"Ada apa dengan kalian berdua?" tanya Bryant dingin
"Dan dimana Amanda ku?" lanjut Bryant sambil menatap keluar rumah
Hanya diam tak ada jawaban yang terdengar
"Jawab Rizky. Kau ini seorang Graham atau tidak hah?" suara bentakan terdengar memenuhi Rumah Besar
Plakkk
Bryant lepas kembali dan dia menampar pipi kanan Rizky. Lyla yang mendengar jawaban dan tamparan yang diberikan oleh Bryant menutup mulutnya
Dia sudah terduduk di lantai dengan air mata yang turun dengan derasnya
"Alan" teriak Bryant
Alan pun menundukkan kepalanya
"Hamba tidak tahu kejadian lengkapnya Tuan Besar. Hamba hanya disuruh oleh Tuan Muda untuk membantu mencari keberadaan Nona Muda" jelas Alan
Bryant menjatuhkan guci besar yang ada di dekatnya. Dia mengacak rambutnya dan semua orang yang ada Rumah Besar menundukkan kepalanya
__ADS_1
Untuk pertama kalinya mereka melihat keadaan Rumah Besar ini sangat hancur
"Aku sudah memperingatkan padamu Rizky Arkansas Graham. Amanda adalah anugrah yang diberikan Tuhan untuk keluarga ini. Dia membawa warna tersendiri ke dalam keluarga ini dan juga ke dalam hidup mu
Mungkin kau tak menyadari kedatangan Amanda membuat hidupmu berubah drastis. Namun aku sadar akan hal itu. Dan kau? Kau membuatnya hilang? Aku benar-benar tidak menginginkan hal ini darimu Tuan Muda" teriak Bryant yang juga sudah berjongkok di samping istrinya Lyla
"Bunda aku dan juga Alan akan segera membawanya kemari. Pelayan, bawa Bunda ke kamarnya sekarang" teriak Rizky menyuruh beberapa pelayan
Rizky mengambil ponselnya dan ingin menghubungi seseorang. Namun hal itu dia jeda karena mendengar langkah kaki
Dia dan seluruh penghuni rumah yang tinggal di ruang tamu memandang secara bersamaan
"Amanda" sambut Bryant yang langsung memeluk Amanda erat
Rizky menengok orang yang di samping Amanda. Dia mengepalkan tangannya geram dan
Bugh
Satu pukulan keras melukai pipi Satria. Yah pria itu yang mengantarkan Amanda kembali ke Rumah Besar
Amanda menangis dalam pelukan Bryant. Menangis sangat keras membuat Rizky tersadar
Rizky dengan sigap menggendong Amanda dan membawanya ke dalam kamar milik Amanda
Sesampainya di kamar, dia mendudukkan Amanda di tepi kasur dan memandang gadis itu
Tatapannya datar tanpa ekspresi
"Aku ingin sendiri" hanya itu kalimat yang keluar dari bibir Amanda
Rizky pun menurut dan melangkahkan kakinya keluar dan menutup pintu itu dengan kuat sampai Amanda kaget dan menatap pintu itu tak percaya
__ADS_1
🌻🌻🌻