CEO My Husband

CEO My Husband
PENYIDANGAN ALAN


__ADS_3

Rizky keluar dari kamar mandinya dan mengeringkan rambutnya yang masih basa. Dia berjalan menuju ke depan cermin panjang dan melihat pantulan dirinya disana


Setelah rambutnya lumayan kering dia membiarkannya tanpa menyisir nya. Dan melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu


Dia membuka kamar yang ada di samping kamarnya. Berharap gadis itu ada di sana namun hasilnya nihil


Rizky menyatukan alisnya mencari keberadaan dari gadis itu


"Manda" panggilnya pelan namun tetap tak ada jawaban


Rizky pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu dan menuruni anak tangga. Ternyata orang yang sedari tadi dia cari ada di ruang TV dengan tawanya yang kedengaran


Rizky memutuskan untuk berjalan ke arahnya dan menepuk pundak Amanda pelan. Amanda menoleh ke samping kiri namun tak ada orang


Dia kembali menatap layar TV itu dan kaget karena tiba-tiba saja Rizky ada di sana


"Kau mengagetkan ku lagi" ucap Amanda dengan bibir yang sedikit dia majukan ke depan


Rizky menarik sedikit senyumnya yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Dia pun duduk di samping kanan Amanda dan ikut menyaksikan siaran yang sedari tadi membuat gadis itu tertawa


"Heh kalian sudah disana? Bunda kira Rizky masih belum turun" suara Lya terdengar


"Aku sudah disini Bunda" jawab Rizky tanpa menoleh ke belakang


Lyla yang melihat pemandangan manis itu tentu saja tersenyum hangat dan kembali membantu pelayan untuk menyiapkan meja makan


Tak perlu berlama-lama dan semua siap


"Ayo kemari semuanya sudah siap. Pelayan apakah Alan sudah kembali?" tanya Lyla sesudah mengajak semuanya berkumpul di ruang makan


"Saya disini Nyonya Besar" jawab orang yang tadi dicari oleh Nyonya Graham


"Ahk kau sudah kembali. Duduklah bersama dan mari makan malam bersama" lanjut Lyla


Alan terkikuk bingung. Dia melihat Tuan Mudanya itu berjalan mendekatinya dan seketika tubuh Alan semakin kikuk


"Ayo jangan sungkan. Lagipula kau akan menjadi keluarga Graham juga" ajak Rizky dengan merangkul Alan


Alan membulatkan matanya dan mengikuti langkah Tuan Mudanya itu. Dia mendudukan dirinya di samping Rizky


Suasana makan malam nampaknya sedikit aneh karena tambahan anggota baru yaitu Alan. Amanda menatap Rizky yang duduk tepat di depannya dan mata mereka saling bertemu


Amanda memberikan senyum hangatnya begitu pun dengan Rizky walaupun senyum Rizky hanya sekilas saja


"Amanda besok Ayah akan memberi tahu mengenai Peraturan Lama keluarga ini. Kau tidak keberatan bukan?" tanya Bryant setelah membersihkan pinggir mulutnya

__ADS_1


"Baiklah Ayah" jawab Amanda singkat dan membantu Lyla untuk membereskan meja makan


"Aku sudah melarangmu Amanda. Di Rumah sebesar ini tidak kekurangan pelayan. Biarkan mereka membereskannya. Bunda duduklah dan tak usah merepotkan diri" ucap Rizky dengan wajah datarnya


Amanda dan Lyla segera memberhentikan kegiatan mereka dan saling melihat satu sama lain. Bryant dan juga Alan hanya menatap tak ingin ikut mencampuri


"Datanglah ke ruang kerja" ucap Rizky kepada Alan dan meninggalkan ruang makan itu


"Amanda, Calon Suamimu itu sangat sulit untuk ditebak. Jadi Ayah harap kau bisa sabar dalam menghadapinya kelak" jelas Bryant


Amanda hanya terkekeh singkat mendengar penjelasan dari Calon Mertuanya itu


"Saya permisi dulu Tuan dan Nyonya Besar dan juga Nona Muda" izin Alan


Bryant hanya menganggukkan kepalanya singkat dan Lyla serta Amanda hanya tersenyum saja


Alan masuk ke dalam lift yang kebetulan masih terbuka. Dia lebih menaiki lift karena tidak ingin membuat Tuan Mudanya menunggu


Tokkk Tokkk Tokkk


Alan mengetuk pintu kayu berwarna putih itu dan menunggu hingga ada suara izin terdengar dari dalam


Tak menunggu waktu lama pintu itu sudah terbuka menampilkan wajah datar seorang Rizky


Alan terkejut dan langsung menundukkan kepalanya


Alan baru ingat bahwa semua kamar di rumah ini kedap suara. Alan pun melangkah masuk dan menutupnya rapat


"Duduklah dimana pun" suruh Rizky


Alan pun duduk di salah satu sofa tepat dihadapan Rizky. Rizky menyandarkan tubuhnya ke belakang dan melipat kakinya


Dia menatap Alan dan yang ditatap hanya salah tingkah sambil menundukkan kepalanya


"Cerita tentang gadismu" suara Rizky membuka keheningan


Alan langsung menatap Tuan Mudanya


"Aku sudah tau semuanya tapi akan lebih baik jika kau yang memberitahu langsung" lanjut Rizky lagi


Alan tak berani membuka suaranya menjawab dan kembali menundukkan kepalanya


"Jadilah berani dalam mengungkapkan sesuatu Alan. Sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari anggota keluarga Graham dan pastinya akan menjalankan salah satu Graham Long's" suara Rizky terdengar lagi


Alan kaget dengan penuturan yang keluar dari mulut Rizky

__ADS_1


"Katakan apa yang akan kau katakan" lanjut Rizky menghiraukan raut kaget dari wajah Alan


Alan pun membenarkan posisi duduknya. Dia duduk dengan tegap dan berani menatap mata Rizky


"Namanya Zainal Amelia. Kami tidak sengaja bertemu disaat Tuan Muda waktu itu menyuruh saya untuk pergi ke Apartemen milik Tuan Muda yang ada di pantai barat. Dia tidak sengaja menabrak tubuhku dan hampir terjatuh dan aku langsung sigap untuk menopang tubuhnya" Alan mulai bercerita


Rizky mendengarkan semuanya dan dia merasa bahwa apa yang dia ketahui dan cerita dari Alan semuanya benar. Dia menunggu hingga Alan menyelesaikan ceritanya


"Begitu saja Tuan Muda. Tapi jika Tuan Muda tidak menyukainya maka akan ku cari cara agar menyelesaikan ini semua" lanjut Alan


Rizky berdiri dan berjalan menuju ke meja kerjanya. Dia meneguk air yang ada di gelas bening


Dia menatap Alan yang juga menatapnya dan kembali duduk di tempatnya tadi


"Dengarkan aku baik-baik Alan. Dan kau tau bahwa aku tidak akan mengulangi semua penjelasan yang ku berikan" ucap Rizky sambil membenarkan posisi duduknya


"Gadis itu maksudku kekasihmu itu Nona Zainal dia berasal dari keluarga Chan. Keluarga itu sama pentingnya dengan keluarga kita. Aku sudah mencari tau segalanya mengenai keluarga mereka.


Gadis itu mabuk karena dia tidak setuju atas perjodohan yang dilakukan oleh Tuan Chan. Dia bukan berasal dari Negara ini melainkan dari Negara lain. Saat ini Tuan Chan masih mencari keberadaan anak tunggalnya itu" jelas Rizky memulai semuanya dengan raut wajah yang masih sama


Alan menyatukan alisnya mendengar setengah penjelasan dari Tuan Mudanya itu


"Kau harus tau alasan lain mengapa aku menyetujui Ayah dan Bunda ingin mengadopsi mu. Itu karena aku ingin kau menyandang nama Graham dan aku bisa lebih maksimal menjaga gadismu itu dan juga kau. Karena Tuan Chan bukanlah orang yang sembarangan" lanjut Rizky


"Tapi Tuan Muda, saya tidak ingin menyandang nama Keluarga ternama ini hanya untuk kepentingan pribadi seperti ini" jawab Alan


"Itu hanya alasan nomor sekian Alan. Alasan utamanya ialah karena kau dan kesetiaanmu itu memang pantas untuk dihargai. Kau berhak mendapatkan hidup yang lebih baik. Jadi ku harap kau segera memberikan keputusan pada Ayah dan juga Bunda. Aku harap besok tidak minggu depan" kata Rizky yang kembali menyandarkan badannya ke belakang


"Baiklah Tuan Muda. Aku menyetujui nya. Aku akan dengan senang hati dianggap menjadi anak Tuan Besar. Besok saya akan mengatakannya pada Tuan Besar"


Rizky menarik sedikit sudut bibirnya dan menurunkan bahunya santai


"Mulailah terbiasa memanggil dengan sebutan Kakak, Kakak Ipar, Ayah dan juga Bunda. Dan Adik" jelas Rizky


"Adik? Apakah Tuan Muda maksudku Kakak memiliki seorang adik?" tanya Alan menyatukan alisnya bingung


"Hmmm dan kau akan tau. Bukan hanya kau melainkan seluruh dunia juga" jawab Rizky yang sudah mengalihkan pandangannya ke arah balkon yang terbuka lebar


Alan mengatupkan mulutnya karena tak ingin bertanya lagi. Karena dia mengerti jika Tuan Muda ralat Kakaknya itu sudah mengalihkan pandangan itu artinya percakapan selesai


"Saya permisi Kak. Dan selamat bekerja" izin Alan


Rizky menatap Alan dan menganggukkan kepalanya singkat


Suara pintu tertutup terdengar dan Rizky memejamkan matanya sambil memijit pangkal hidungnya

__ADS_1


"Kapan kau akan kembali" bisik Rizky mengingat wajah orang itu


🌻🌻🌻


__ADS_2