CEO My Husband

CEO My Husband
ER, SALAH TINGKAH?


__ADS_3

~California, Amerika Serikat


Pria tampan dengan tubuh tegap itu menatap ke seberang tempat yang sedang ia tinggali saat ini. Ada banyak pejalan kaki dengan aktivitas yang beragam dan membuatnya merasa sedikit terusik. Dia sangat tidak suka keramaian atau apapun yang akan menguras tenaga nya


Namun satu hal, dia begitu merindukan wanitanya. Yah, dia adalah Rizky Arkansas Graham. Sudah 4 hari dia di Negeri ini. Tidak asing karena dia juga sering kemari dengan alasan pekerjaan


Dan saat ini pun masih dengan alasan yang sama. Bedanya adalah pekerjaannya kali ini begitu sangat melelahkan. Dia sangat tidak menyangka bahwa pria tua yang dia hadapi begitu sangat memancing emosinya


"Tuan Muda"


Rizky menoleh dan mendapati Paman Chand (masih ingat Paman Chand kan? Kalau lupa yuk dibaca lagi hehehe).


Rizky duduk di sofa single dan diikuti oleh pria lainnya. Menatap Paman Chand sekilas lalu membuka botol minum yang ada di hadapan mereka


"Saya sudah menyelidiki nya. Anaz Property, lusa akan menghadiri rapat untuk proyek pembangunan kota kecil di Jerman. Dan kebetulan rapat tersebut akan diadakan di Negara ini.


Saya juga melihat persaingan yang bisa dikatakan sangat ketat. Saya merasa, proyek kali ini tidak akan jatuh ke tangan mereka" jelas Paman Chand begitu lengkap


"Alasannya?"


"Ada isu yang mengatakan bahwa Wakil Direktur mereka yang tak lain adalah Saudara tiri Nona Zaen melakukan hal senonoh kepada seorang gadis biasa dan terekam jelas di CCTV jalan yang ada. Hal itu sedang berusaha disembunyikan oleh mereka


Namun, seperti yang Anda tahu, publik jauh lebih cepat dari apapun. Sudah ada saluran berita kecil yang mulai menghidupkan api dan sedikit membuat kericuhan"


Rizky hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Menerawang akan apa yang hendak dia lakukan. Jika bukan karena demi Keluarganya, maka sudah dipastikan dia akan memilih kembali dan menghabiskan waktu bersama dengan istrinya


"Siapa yang akan memimpin?"


Rizky bertanya tanpa menatap lawan bicaranya. Sedangkan Paman Chand yang seakan tau arah pembicaraan ini langsung tersenyum kecil


"Boyle's Generation"


Rizky sedikit terkejut dan dengan cepat menatap Paman Chand. Sedangkan yang ditatap hanya menganggukkan kepalanya pasti.


"Permainan yang menarik. Ayo kita mulai" ucap Rizky dengan cepat langsung berdiri dan melangkah keluar diikuti oleh pria yang memberikan nya informasi sebanyak itu


🌻🌻🌻

__ADS_1


"Kakak ingin menanam apa?"


Sedangkan di negara lainnya, masih dengan Amanda dan juga Adik Ipar kesayangannya, Owner. Berada di toko bunga yang juga menjual bibit bunga


"Hmmm sepertinya kakak akan menanam bunga matahari. Lalu, lihat bunga anggreknya begitu cantik. Dan juga ini"


Owner tersenyum bahagia melihat wajah bahagia dan semangat yang dikeluarkan oleh wanita itu. Owner yang tersenyum namun yang menahan jeritan ialah pengunjung lainnya. Dasar Owner!!!


"Beli apa saja, Kak. Kita akan menanam nya bersama" suruh Owner dengan tulus


Amanda semakin bahagia dan langsung memilih yang mana saja yang ingin dia beli


Mengenai Owner dan juga rapatnya. Apa kalian akan meragukan kemampuan Tuan Muda Bungsu ini? Tentu saja, tender proyek yang dia khawatirkan benar-benar jatuh ke genggaman Keluarga Graham


🌻🌻🌻


Sudah hampir 3 jam wanita muda dan juga pria tampan itu mengerjakan pekerjaan mereka dengan serius. Terutama Owner, sejak tadi dia begitu serius menanam bibit bunga yang dibagikan untuknya oleh Kakak Iparnya sendiri


"Bersihkan dirimu. Kakak akan memasak sebentar" suruh Amanda yang sudah berkutat dengan semua alat dan bahan yang ada di dapur miliknya


Owner tak menjawab dan langsung menaiki anak tangga menuju kamar tamu yang biasa dia pakai jika ingin menginap di rumah ini. Baju? Oh ayolah semua sudah tersedia dengan lengkap


"Nona, biar kami saja yang melakukannya. Nona lebih baik istirahat karena sudah seharian bekerja. Jika Tuan Muda tau maka beliau akan mengamuk dan memarahi kami" ucap Kepala Pelayan dengan lirih begitu takut akan hal yang dia ucapkan tadi


"Tidak tidak. Saya tidak lelah, kalian bisa mengerjakan yang lain nya. Urusan Rizky akan marah, nanti saya yang akan menjelaskannya. Tenang saja"


Mendengar bantahan dari Nona Muda mereka, mereka hanya bisa saling melihat satu sama lain. Dengan pikiran yang sudah sangat takut mengingat bagaimana sifat dari Tuan Muda Sulung mereka itu


Beberapa menit berlalu, Er menuruni anak tangga dan duduk di bangku pantri sembari menatap ke arah Kakak Iparnya yang sibuk memasak


"Kau lelah?"


"Tidak kak. Biasa saja. Mungkin kakak yang lelah, sudah lah Kak letak kan itu dan beristirahat lah"


Sebelumnya, Amanda sudah membersihkan dirinya lebih awal sebelum Owner menyelesaikan tugasnya tadi.


"Tidak lelah. Kakak juga biasa saja"

__ADS_1


Mendengar jawaban dari wanita itu, Er hanya menghela nafasnya pasrah. Amanda memang sangat keras kepala, jangan lupakan itu!


Fokus dengan ponselnya yang sejak tadi tidak dia gunakan. Kedua alis yang tebal itu menekuk bingung membaca informasi yang dia dapatkan.


"Kau tidak merindukan Dokter Ling Ling?"


"H-hah? Kakak mengatakan apa?"


"Apa yang kau baca sampai tidak mendengarkan omongan Kakak?"


"Ahk tidak ha-hanya informasi dari teman. Kakak tadi mengatakan apa?"


"Kakak bertanya, apa kau tidak merindukan Dokter Ling Ling? Kau menghabiskan waktumu hanya bersama dengan Kakak. Lalu bagaimana dengan Ling Ling? Kalian jadi sangat jarang bertemu"


"Dia akan mengerti. Lagipula dia dan bahkan semua orang tau bahwa Kakak, Zaen dan juga Bunda adalah pusatnya Keluarga Graham" jawab Er dengan tenang tanpa sadar


"Ehk ta-tapi mengapa jadi menyangkut pautkan kepadanya. Ka-kami tidak memiliki hubungan lebih sampai harus menemui dan memberitahukan nya apapun" lanjutnya setelah sadar


Amanda tertawa. Owner nya sangat lucu ternyata jika sudah salah tingkah


"Kakak tidak tau kalian berdua memiliki hubungan yang seperti apa? Yang kakak tau adalah Tuan Muda Owner kami, begitu banyak berbicara jika sudah bersama dengan gadis bernama Ling Ling"


Amanda sudah selesai memasak dan mulai menata satu per satu makanan itu ke atas meja makan. Dibantu oleh Er agar lebih cepat


"Duduk. Kita akan makan sekarang"


Er menurut dan membiarkan Kakak Iparnya menyajikan makan malam untuknya. Kakak nya itu sangat cantik bahkan sangat sangat sangat cantik


"Bertindak secepatnya, Er. Sebelum dia diambil oleh pria lain. Siapa yang tidak tertarik dengan gadis seperti nya? Dokter berbakat, gadis ceria, lembut, cerdas dan paling penting jago masak. Bukan kah mencari gadis yang jago masak seperti Kakak Iparmu ini hmmm?"


"Berhenti menggodaku kak. Lagipula, tidak ada yang memulai hubungan dalam waktu secepat itu. Kami baru saja saling mengenal latar belakang"


"Siapa bilang tidak ada? Kau melupakan Kakak mu? Rizky bahkan langsung memaksa kakak untuk menikahinya hanya dalam 3 kali pertemuan yang secara tidak sengaja. Dia adalah pria gila yang sampai sekarang tidak bisa kakak lupakan"


Mendengar jawaban Kakak Iparnya itu, Er langsung tertawa. Ahk benar saja! Dia melupakan fakta itu. Dan dia setuju dengan ucapan Amanda tadi, Kakak nya itu termasuk Pria Gila yang langsung menikahi anak gadis orang!


🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2