
Sudah satu minggu lamanya, Tuan Muda Rizky itu belum juga kembali. Amanda hanya bisa berdoa dan berharap semoga saja suaminya itu aman dan kembali dengan secepatnya
Dan hari ini, Amanda memutuskan untuk berdiam diri di Rumah milik Keluarga Graham. Yah, dia hanya berada di rumah miliknya selama 2 hari dikarenakan bujukan Owner yang mengatakan bahwa penjagaan di Rumah Besar jauh lebih aman dan Er bisa bekerja dengan tenang
Saat ini, ketika rasa bosan dan jenuh sudah sedari tadi dia rasakan. Akhirnya memilih untuk melangkah ke dapur, sepertinya membuat bolu akan menyenangkan. Tapi apa dia harus tetap menunggu Ling Ling dan juga Zaen?
Kedua gadis itu pergi sebentar, lebih tepatnya Zaen yang ingin melihat gaun yang sudah selesai dibuat untuknya. Dan Ling Ling dengan senang hati ingin menemaninya
Amanda tidak diajak? Tentu saja bukan! Zaen yang menyuruh Kakak Iparnya itu untuk berdiam diri di rumah istirahat sebentar. Dan ini lah yang terjadi
Amanda membuka kulkas besar dan juga freezer. Mengecek apakah bahan-bahan yang akan dia gunakan ada atau tidak.
"Sepertinya aku harus ke supermarket sebentar. Masih ada yang kurang ternyata" ucapnya seperti berbisik pada dirinya sendiri
Dia melenggang pergi dan menaiki anak tangga. Berniat mengambil tas kecil miliknya dan juga handphone. Lalu turun kembali menjumpai Bi Arnah, kepala pelayan di rumah itu
"Bi, saya akan ke supermarket sebentar. Hanya sebentar, jadi jika Zaen dan Ling Ling sudah kembali dan mencari saya, Bibi bisa menjawabnya"
"Tapi Nona, lebih baik menelpon Tuan Muda Owner atau Tuan Muda Alan terlebih dahulu agar mereka tau"
"Tidak perlu. Saya hanha sebentar saja. Hanya 1 jam tidak lebih. Saya pergi dulu"
Bi Arnah hanya bisa diam saja. Mengingat ucapan Tuan Muda Sulungnya yang mengatakan '
Apapun yang dikatakan Amanda, kalian hanya bisa menurut. Dia itu Nona Muda Sulung di rumah ini, itu artinya dia yang mengambil keputusan jika Bunda atau Ayah atau saya tidak berada di Rumah ini'
Memang, Amanda tidak menghubungi semua Adik Iparnya. Tapi dia masih mau diantarkan oleh supir pribadi yang sudah ditugaskan oleh Rizky khusus untuknya
Memasuki mobil mewah berwarna putih itu, berjalan pelan meninggalkan pekarangan dan halaman Rumah Besar Graham dan sampai pada gerbang yang menjulang begitu tinggi berwarna hitam dengan corak emas yang juga menghiasi. Sangat mewah dan elegan
π»π»π»
"Bapak tunggu disini saja. Saya hanya sebentar" ucap Amanda begitu sampai di parkiran supermarket yang tidak terlalu jauh dari kawasan rumah besar
"Tapi Nona, saat ini tidak ada bodyguard yang mengikuti kita"
"Siapa bilang? Mereka akan membantah saya jika mau kehilangan nyawa ditangan para Tuan Muda Graham. Lihat, mereka sudah berjaga dengan jarak yang jauh" jawab Amanda yang sudah melihat ke belakang
__ADS_1
Benar saja, pria bertubuh kekar dengan pakaian biasa seperti orang lain itu sudah menatap ke arah mobil mereka. Memang tidak mengganggu, namun dengan raut wajah yang seperti itu siapa yang tidak takut?
Amanda langsung turun dari mobil dan berjalan masuk. Menyusuri rak-rak bahan makanan dan juga minuman yang ada
Drttt
Getaran ponsel itu membuat atensinya berpindah. Mendapatkan pesan dari sang suami
Husbandβ€
"Kau pergi tanpa mengabari yang lain. Kau nakal, sayang"
Amanda tersenyum simpul, suaminya ini benar-benar tidak melepaskannya. Ada banyak mata yang mengawasi nya ternyata
^^^Anda^^^
^^^"Hanya sebentar. 1 jam saja"^^^
Setelah membalas pesan itu, dia kembali memasuk kan ponselnya ke dalam tas selempang yang dia bawa.
π»π»π»
Kepalanya sudah mau meledak. Ini semua tanggung jawab kakaknya, Rizky. Namun malah diberikan kepadanya dan harus mempelajari semuanya dengan baik tanpa ada kesalahan
Bunyi ponsel membuatnya berdecak kesal dan langsung mengambil begitu saja tanpa melihat siapa yang menghubunginya
"Mck, ada apa? Kali ini masalah apa lagi, Thio? Apa kau harus selalu menghubungi ku jika ada masalah? Disini aku yang bermasalah, sialan" amuknya yang sudah sangat kesal karena sedari tadi sahabatnya itu selalu menghubunginya
"Apa masalahmu hah?"
Sontak kedua mata itu terbuka dan membulat tak percaya. Lalu menjauhkannya dari telinga nya dan menatap nama Kakak Sulungnya
("Habislah kau, Er. Bodoh") rutuknya dalam hati yang sudah menggigit bibir nya
"Hehehe kakak ternyata. Tidak ada kak aku tidak ada masalah" jawabnya mencari alasan
"Kau berani mengatai ku, hah? Apa tadi katamu? Sialan?"
__ADS_1
"Tidak kak tidak. Aku pikir yang menelpon adalah Thio jadi aku tidak melihat terlebih dahulu. Ekhem maaf maaf"
"Awas kau. Kakak Iparmu pergi ke supermarket, tepat di depan perumahan Blok H"
"Apa? Tapi... Tapi kakak tidak ada memberitahu ku" ucap Er yang sudah sangat khawatir
"Tenang lah. Sudah ada penjaga bersamanya. Dia hanya sebentar, 1 jam mungkin. Jika sudah lewat dari 1 jam aku akan menyuruhmu untuk menemuinya"
Panggilan terputus. Er menatap layar ponselnya tak percaya. Oh astaga, apa Rizky benar-benar kakak nya?
"Dia menutupnya begitu saja? Tanpa menunggu ku mengatakan hal lain? Wahhh benar-benar. Jika saja dia bukan Kakak ku maka sudah ku habisi sekarang juga" geramnya yang langsung duduk kembali dengan bersandar dengan tenang
π»π»π»
Brakkk
Amanda langsung berjongkok dan memasuk kan kembali barang belanjaan nya yang tercecer kemana mana. Penjaga yang sedari tadi mengikutinya dari jauh juga langsung berlari dengan cepat membantu Nona Muda mereka sebelum hal lain terjadi
"Maaf maaf, saya tidak melihat. Saya fokus berbicara di telpon jadi tidak melihat Anda. Maafkan saya" ucap orang yang sudah menabrak Amanda dengan tidak sengaja
Amanda hanya diam karena tau bahwa orang yang menabraknya adalah seorang pria. Dia tidak mau ada hal yang melenceng terjadi dikarenakan dia sudah cukup menjadi objek yang menarik di publik
Setelah semua sudah beres, mereka berdiri. Begitu pun dengan pengawal tadi yang langsung mengambil alih barang belanjaan nya dan berdiri di hadapan wanita itu
"Maafkan saya. Saya benar-benar minta maaf, Nona" ucap pria itu tulus sembari membungkuk kan badannya
"Ahk tidak masalah. Saya juga salah karena tidak memperhatikan jalan"
Sontak kedua bola mata indah itu melotot tak percaya ketika melihat siapa pria itu
"Amanda" lirih pria itu dengan tatapan sendu yang bisa dibaca
Amanda menatap tak percaya. Berkaca-kaca, yah itu sudah menggambarkan keadaan pada kedua mata miliknya
"Sat-satria?"
π»π»π»
__ADS_1