CEO My Husband

CEO My Husband
SIAPA AMANDA?


__ADS_3

"Besok aku, Alan, Er dan juga Thio akan pergi untuk menyelesaikan beberapa masalah. Kau... tidak keberatan kan jika aku harus meninggalkanmu?" tanya Rizky yang sibuk menatap layar ponselnya di atas kasur


Amanda menghentikan kegiatannya yaitu menyisir rambutnya. Dia menatap Rizky


"Ada masalah apa hingga semua Tuan Muda Graham harus pergi?" bukannya menjawab Amanda justru bertanya balik


Rizky mematikan layar ponselnya dan meletakkannya di atas meja kecil yang ada di samping kasurnya


Dia menepuk kasur di sebelahnya sambil menatap Amanda


Amanda meletakkan sisir yang sedaritadi dia pegang dan berjalan menuju kasur. Dia naik dan duduk di samping Rizky


"Tenang saja. Kami hanya membereskan beberapa manusia yang tidak tau diri. Tidak ada yang terlalu serius" jawab Rizky


Amanda diam tak menjawab seakan berpikir ada masalah apa sehingga membuat semua orang muda yang ada di keluarga Graham ini harus pergi


"Baiklah tidak masalah. Oh aku juga ingin izin untuk pergi ke rumah Dad besok. Bisakan?" kata Amanda sambil melihat Rizky


Rizky mengalihkan matanya karena dia tak sanggup menatap Amanda saat ini. Bagaimana dia bisa memberitahu Amanda bahwa kedua orangtuanya saat ini masih ditahan oleh adiknya sendiri


"Jika kau tidak mengizinkannya aku tidak akan pergi. Aku berjanji" ucap Amanda lagi


"Baiklah kau bisa pergi. Alan akan mengantarkan mu sebentar nanti jika kau ingin kembali telpon aku atau siapapun. Asalkan kau kembali bersama dengan salah satu dari kami. Kau mengerti?" jawab Rizky yang sudah menatap manik mata Amanda


Amanda langsung menganggukkan kepalanya semangat karena Rizky telah memberinya izin


"Ayo sekarang tidur. Kau pasti sudah lelah bukan?" ajak Rizky


Amanda dan juga Rizky pun merebahkan diri mereka di atas kasur king size yang sprai nya sudah berganti menjadi warna biru laut


("Aku akan segera menyelesaikan ini aku berjanji padamu Amanda. Bisa-bisanya mereka bersikap seperti ini") batin Rizky menatap langit kamarnya


🌻🌻🌻


Amanda menuruni anak tangga ketika dia sudah selesai menyiapkan pakaian untuk Rizky suaminya


Dia melihat Bundanya yaitu Lyla sedang sibuk menata meja makan dibantu dengan beberapa pelayan


Ingin sekali rasanya Amanda membantu tapi Rizky pasti akan marah besar jika dia tau bahwa Amanda melanggar ucapannya


Karena seorang Rizky jika dia sudah mengatakan A maka akan dilakukan A juga. Jika ada yang tidak melakukannya maka siap-siap saja menerima hukuman dari Rizky


"Pagi Bunda" sapa Amanda memeluk Lyla


Lyla membalas pelukan itu dan mengecup kening Amanda

__ADS_1


"Apa tidurmu nyenyak sayang?" tanya Lyla sambil tersenyum hangat seperti biasanya


"Lumayan Bunda walaupun Amanda masih sedikit lelah sebenarnya" jawab Amanda jujur


Lyla menghentikan pekerjaannya dan menangkap kedua pipi Amanda


"Apa kau sakit? Bunda akan memanggil kan Dokter keluarga untuk memeriksa mu kalau begitu" ucap Lyla yang sudah sangat mengkhawatirkan Amanda


Amanda hanya terkekeh singkat dan memegang tangan Lyla


"Bunda tenanglah. Amanda baik-baik saja. Amanda akan istirahat yang cukup nanti. Hmmm?" yakin Amanda pada Lyla


"Apa kau yakin?"


"Iya Bunda. Amanda yakin. Sekarang Bunda tenang yah"


Lyla pun menganggukkan kepalanya dan kembali menata meja makan


Satu per satu pria Graham turun menuju makan. Suatu kebetulan atau bagaimana, namun kelima pria tampan dan juga tangguh itu sama sama keluar dari lift keluarga


"Selamat Pagi" sapa Er dengan riang


Sepertinya mereka sangat dalam mood yang baik


"Selamat Pagi Kakak Iparku yang cantik" sapa Er lagi namun khusus untuk Amanda


"Selamat pagi Er" jawab Amanda


"Aisss Kakak Iparku ini. Lihatlah rambutku sekarang sudah kembali berantakan. Untung saja kau kakak iparku dan aku juga sudah menyanyangi dirimu kalau tidak... sudah aku berikan hadiah hangat" jawab Er memasang wajah kesal


Amanda terkekeh dan duduk di samping kanan Rizky. Er duduk di samping kanan Amanda. Sedangkan Bunda dan juga Alan serta Thio duduk di samping kiri Ayah


"Alan, antarkan Amanda terlebih dahulu nanti" ucap Rizky


Alan hanya menganggukkan kepalanya mendengar perintah dari kakak sulungnya itu. Suasana semakin hangat dan kali ini hari-hari di Rumah Besar terasa sangat mengharukan. Karena Er dan juga Thio yang sudah kembali melengkapi keluarga ini


Sarapan pun selesai dan para pelayan sudah membereskan meja makan. Amanda juga sudah turun ke bawah membawa tas kecilnya


"Ayo Kak. Aku akan mengantarkan mu" ajak Alan sambil tersenyum


Amanda hanya membalasnya dengan tersenyum dan ikut melangkah di samping Alan


🌻🌻🌻


Semua pria anggota keluarga Graham sudah masuk ke dalam mansion sederhana dengan kepemilikan atas nama Owner Xaverius Graham

__ADS_1


Thio memimpin langkah mereka untuk menuju ke sebuah kamar dimana kedua orangtua Amanda ditahan oleh mereka


Rizky sudah memasang wajah yang sangat datar begitupun Er


Jika dilihat secara dekat, Rizky dan juga Er sangatlah mirip. Dan suasana dalam mansion nya ini menjadi sedikit panas padahal di setiap sudut ruangan sudah ada AC


Cek lek


Suara pintu terbuka. Thio terlebih dahulu melangkahkan kakinya untuk masuk dan mengecek kondisi di sekitar


Dia bisa melihat raut wajah yang sangat datar dari Alex Arafah. Thio melangkahkan kembali kakinya untuk keluar


"Silahkan masuk Tuan Muda" ucap Thio mempersilahkan semua Tuan Muda Graham masuk


Alex dan juga Irish penasaran siapa kali ini yang harus mereka temui. Dan yang benar saja, mata mereka membulat sempurna ketika melihat sosok Rizky menantu mereka yang masuk ke dalam


"Riz... Rizky kau ada disini? Tolong selamatkan kami nak" ucap Irish terbata-bata


Rizky duduk di sebuah kursi kayu tepat dihadapan Alex dan juga Irish. Raut wajahnya masih sama seperti tadi


"Kenapa?" tanya Rizky singkat


Er, Alan dan juga Thio yang mendengar itu sudah saling pandang dan sama-sama menghela nafas mereka pelan


Kenapa di situasi seperti ini, Tuan Muda Rizky ini masih saja irit bicara?


Alex dan juga Irish saling pandang satu sama lain. Mereka tidak mengerti atas pertanyaan yang diajukan oleh Rizky


"Kenapa kalian tidak datang di acara pernikahan Puteri kalian sendiri?" Rizky sudah kehilangan kesabarannya


Er bahkan sudah berjalan mendekat ke arah kakaknya itu. Namun telapak tangan Rizky sudah ada di atas menandakan bahwa tak ada yang boleh mendekat


"Rizky kami bisa jelaskan. Kemarin kami ingin datang namun karena Thio menelponku dan mengatakan ingin membahas soal proyek maka aku memutuskan untuk menundanya sebentar" jawab Alex


Tentu saja jawaban yang diberikan oleh Alex semakin membuat Rizky hilang kendali. Er dan Thio saling pandang dan menepuk jidat mereka


"Cihhh... jadi kalian lebih mementingkan uang daripada kebahagiaan Puteri kalian sendiri hah?" teriak Rizky


Alex dan juga Irish sudah tentu sangat terkejut mendengar teriakan dari Rizky


"Katakan pada ku. Siapa sebenarnya Amanda? Apakah dia benar-benar Puteri kalian? Apakah dia benar-benar Keluarga dan darah Arafah?" tanya Rizky dengan nada yang sudah berubah


Thio dan Alan yang mendengar nada bicara Rizky yang sudah berubah hanya bisa menelan saliva mereka dengan kasar


"Kau cari mati Tuan Arafah" ucap Er pelan namun bisa didengar dengan jelas oleh Alan dan juga Thio

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2