
Amanda dan juga Rizky sudah memutuskan akan tinggal di Rumah Besar hingga hari pernikahan tiba
Dan saat ini Amanda sedang sibuk memainkan game yang ada di benda pipih miliknya.
Dia tidak tahu pergi kemana Tuan Muda Rizky dan dia tidak diizinkan untuk keluar dari kamar. Karena Bunda Lyla menyuruhnya untuk beristirahat saja
Drttt drttt drttt
Ponsel Amanda tiba-tiba saja bergetar dan permainan yang tadi sedang dia mainkan berhenti. Amanda mendengus kesal karena harus berhenti di tengah permainan
"Mom?" tanyanya heran ketika melihat layar ponselnya
Amanda langsung mengangkatnya
"Yes Mom" kalimat awal yang dikeluarkan oleh Amanda
"..." jawab Irish-Momy Amanda
"Aku akan mengajaknya nanti setelah dia kembali" jawab Amanda
Nampaknya telpon itu langsung terputus. Wajah Amanda berubah menjadi... Entah tidak dapat dinilai apa yang sedang dipikirkan gadis itu
Amanda pun melihat layar ponselnya kembali. Dia mencari nama seseorang dan menelponnya
"Ada apa?" tanya orang itu
"Aku ingin mengatakan sesuatu" jawab Amanda langsung pada intinya
"Datanglah ke ruang kerjaku. Aku akan menyuruh Alan untuk menjemputmu" ucap orang itu dan langsung mematikannya secara sepihak
Amanda berjalan menuju meja rias nya dan menyisir rambutnya
Tokkk Tokkk Tokkk
Amanda langsung berjalan menuju pintu dan membukanya
"Mari Nona akan saya antar menuju ke ruang kerja Tuan Muda" ajak Alan setibanya di kamar Amanda
Amanda pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Alan.
"Ehk Alan kau ingin mengajak Amanda ku kemana?" tanya seseorang yang suaranya begitu familiar di alat pendengaran Amanda dan juga Alan
"Maaf Nyonya, tapi Tuan Muda menyuruh Nona Muda untuk datang ke ruang kerjanya" jawab Alan sambil menundukkan kepalanya
"Oh Baiklah tapi Amanda sayang jangan lama yah. Kau harus beristirahat. Mengerti?" ucap Lyla sambil mengusap kepala Amanda dengan lembut
Amanda tersenyum manis dan kembali melanjutkan langkah nya bersama dengan Alan
🌻🌻🌻
Tokkk Tokkk Tokkk
Alan mengetuk pintu itu dengan Amanda yang masih berdiri di belakangnya
"Masuk" suara izin yang terdengar dari dalam
Alan langsung membuka pintunya dan mempersilahkan Amanda masuk terlebih dahulu
"Terimakasih Alan. Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu" ucap Rizky menatap Alan
Alan langsung melangkah mundur dan langsung berbalik berjalan keluar dari Ruang Kerja milik Rizky. Dia menutup pintu itu rapat dengan perlahan
"Duduklah" Rizky mempersilahkan Amanda untuk duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu
Amanda pun segera duduk dan menatap sekeliling ruangan itu
"Kau sudah hafal jalan menuju ke mari Amanda?" suara Rizky membuka pembicaraan
Amanda pun berhenti menatap ruangan itu dan merapikan rambutnya. Dia menatap meja Rizky dan betapa terkejutnya dia karena ada begitu banyak kertas-kertas yang bertumpu kan diatasnya
"Hmmm" hanya itu yang di jawab oleh Amanda
__ADS_1
"Katakan apa yang ingin kau katakan" lanjut Rizky
"Emmm anu... Mom mengundang kita berdua untuk makan malam di rumah. Apakah kau bisa? Jika tidak bisa maka aku akan pergi sendiri saja dan jangan khawatir karena orang kepercayaanmu Alan yang akan mengantarkan aku ke sana" jawab Amanda dengan jelas sambil menatap Rizky
Rizky yang sibuk menandatangani beberapa berkas kini pena itu berhenti. Dia meletakkan pena itu dan memandang Amanda dengan datar
"Duduk di sini" suruh Rizky menunjukkan kursi yang ada di depan Rizky menggunakan dagunya
Amanda pun menurut dan langsung mendudukkan dirinya di kursi yang ditunjuk oleh Rizky
"Kau benar-benar ingin kesana?" tanya Rizky lembut
Amanda hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Rizky
Rizky menggaruk pelipisnya yang gatal dan memikirkan sesuatu
Amanda hanya diam menunggu sebuah kalimat selanjutnya yang hendak dikeluarkan oleh Rizky
"Pergi dan bersiaplah. Kita akan berangkat. Aku akan segera menyelesaikan ini" jawab Rizky final
Amanda menarik senyumnya lebar. Dan Rizky yang melihat itu langsung terperangah. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali
"Ada Apa? Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Amanda begitu polosnya
Rizky langsung mengalihkan pandangannya dan menunjuk ke arah pintu
Amanda yang mengerti, dia langsung berdiri dengan senyum yang belum hilang. Dia langsung berjalan menuju pintu dan membukanya
"Berhentilah tersenyum Amanda. Senyum itu hanya aku saja yang bisa menikmatinya" ucap Rizky tiba-tiba
Amanda membalikkan badannya dan menatap Rizky heran. Dia pun mengangkat kedua bahunya tak acuh
Namun sepanjang jalan menuju kamarnya, yang benar saja... Amanda benar-benar menghilangkan senyum itu
("Kau sudah kehabisan akal sehat Rizky") batin Rizky sambil meneguk air mineral yang ada di sampingnya
🌻🌻🌻
Rizky menghembuskan nafasnya pelan karena kewalahan melihat Bundanya
Dia masih sibuk melihat Bundanya sambil duduk santai di kursi yang ada di meja bar yang ada di rumah ini
"Bunda" panggil Rizky sedikit berteriak
Lyla langsung menghentikan langkah nya dan melihat Rizky
"Kau ini memanggil Bunda seperti mau mengajak tawuran saja" ucap Lyla sambil berjalan mendekati Rizky
"Berhentilah untuk melakukan banyak hal Bunda. Di rumah ini sudah begitu banyak pelayan. Apakah masih kurang? Jika iya maka suruh saja kepala pelayan Bi Shen untuk membuka lowongan lagi" jawab Rizky sambil meneguk sedikit minumannya
Begitulah Rizky dia memang bukanlah pria yang suka minum-minum. Dia hanya minum di saat dia ingin saja dan itu tidak lebih dari segelas kecil saja.
"Ahk kau ini, ini adalah acara pernihakan dari Putera keluarga Graham sudah semestinya Bunda ikut sibuk sayang" jawab Lyla yang masih menatap Rizky
"Katakan pada Bunda kau ingin kemana?" lanjutnya
"Aku akan pergi bersama dengan Amanda untuk makan malam di rumahnya. Momy nya yang mengundang" jawab Rizky sambil meneguk habis minumannya
"Lalu dimana dia?"
Rizky mengangkat bahunya tak acuh.
Hingga tak lama Amanda pun turun dan menghampiri Lyla dan juga Rizky
"Kalian pergilah dan jangan terlalu lama. Mengerti?" izin sudah diberikan oleh Lyla
Amanda tersenyum dan Rizky langsung berdiri menggenggam tangan Amanda tanpa izin dari orang yang punya tangan tersebut
🌻🌻🌻
Jarak dari Rumah Besar menuju ke kediaman keluarga ARAFAH tidaklah begitu jauh. Dan Rizky sudah memasuki pekarangan rumah besar itu
__ADS_1
Dia memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu utama. Mereka berdua pun keluar namun Rizky tak langsung masuk ke dalam
("Jangan membuat kesalahan. Jika saja Alex dan juga Irish membuat kesalahan maka akan ku pastikan perusahaan kalian hancur sehancur-hancurnya") harap Rizky dalam hati
Dia pun kembali menggenggam tangan Amanda dan mereka langsung masuk ke dalam
"Mom Dad" panggil Amanda
Yang dipanggil pun langsung menoleh dan melemparkan senyum mereka
Amanda memeluk Irish dengan erat dan begitu pun dengan Alex. Mereka langsung duduk di ruang makan dan menunggu pelayan itu menyediakan segalanya
Amanda menatap ke samping dan matanya bertemu dengan mata Rizky. Amanda melemparkan senyum pada Rizky dan Rizky? Rizky juga melemparkan sebuah senyum walau sangat kecil
Makan malam pun berjalan dengan candaan yang dilontarkan oleh Alex. Beberapa nasihat juga dilontarkan oleh Irish
"Manda setelah makan malam bisa ikut dengan Momy sebentar ke Ruang Diskusi?" ucap Irish
Amanda menganggukkan kepalanya semangat. Sedangkan Rizky, dia hanya sibuk menikmati makan malam nya namun alat pendengarannya masih begitu berfungsi dengan baik
Makan malam selesai. Alex langsung mengajak Rizky bermain catur di pinggiran kolam renang
Rizky mengerti dan amat sangat mengerti akan situasi seperti ini
🌻🌻🌻
Amanda dan juga Irish masuk ke dalam Ruang Diskusi yang anti kedap. Irish duduk di sofa begitu pun Amanda
"Katakan Amanda sudah sejauh mana persiapan pernikahan kalian?" suara Irish kali ini terdengar sangat dingin
"Bunda Lyla dan juga Ayah masih mengedarkan undangan ke beberapa keluarga" jawab Amanda sambil menundukkan kepalanya
"Jika begitu kenapa mereka belum datang ke rumah ini hah? Apa mereka tidak menganggap kami sebagai calon bestan mereka?" Irish membentak Amanda
Pertahanan Amanda runtuh. Setetes air sudah jatuh dan membasahi rok yang dia gunakan tadi
"Kenapa kau sangat bodoh Amanda? Tidak bisakah kau mengingatkan mereka akan kehadiran kami? Apa kau juga tidak menganggap kami sebagai orangtuamu lagi?" lanjut Irish namun kali ini tangannya mendorong kepala Amanda hingga terbentur ke dinding
Amanda semakin terisak
"Berhenti menangis Amanda. Aku membutuhkan jawaban bukan tangisanmu yang payah itu" lagi, Irish membentak nya lagi
Amanda mengangkat kepalanya dan menatap wanita paruh baya yang ada di sampingnya itu
"Bahkan kasih sayang hanya bisa aku rasakan ketika aku berada di tengah-tengah mereka Mom. Seharusnya aku yang bertanya pada Momy, Apakah kalian menganggap aku sebagai Puteri kalian? Atau hanya sebagai pajangan atau benda yang dapat kalian jual untuk menaikkan nama perusahaan dan nama keluarga ini?" teriak Amanda yang tak kalah kuat
Plak
Sebuah tamparan keras menemui Amanda. Untuk pertama kalinya, Irish-Momy nya menampar dia
Amanda tersenyum miris dan menatap Irish tak percaya
"Makasih tamparan nya Mom. Momy memang selalu membuatku sengsara. Aku kira hanya Dady namun sekarang aku sadar bahwa... Momy juga sama kejamnya dengan dia. Kalian sangat jahat seakan aku bukanlah anak dari kalian" ucap Amanda yang langsung berlari keluar dari ruangan itu
Irish terdiam dan baru menyadari kelakuan bodohnya
Amanda berlari menuruni anak tangga. Rizky dan Alex yang bermain catur melihat Amanda lari dengan air mata dari pintu kaca yang terbuka lebar
Rizky berdiri dan berlari mencoba menghentikan langkah Amanda. Dan berhasil... Rizky berhasil menangkap tubuh Amanda
Dia melihat gadis itu dan melepaskan tangan Amanda yang menempel di pipi kanannya. Seketika matanya melotot dan dapat dilihat ada amarah disana.
Bekas telapak tangan berwarna merah jelas tertera di pipi mulus milik Amanda
Amanda melepas tangan Rizky dan langsung berlari meninggalkan rumah mereka
Rizky masih diam di tempat dan mengepalkan tangannya. Dia melihat Alex seakan-akan menyuruh Alex untuk memanggil istrinya itu
Namun itu tak perlu dilakukan karena Irish sudah menuruni tangga dengan perlahan
Rizky yang sudah sadar bahwa calon istrinya itu tidak ada lagi. Langsung ikut mengejarnya dan meninggalkan sepasang suami istri yang Gila Jabatan itu
__ADS_1
🌻🌻🌻