Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Pernikahan


__ADS_3

"Jangan kecewakan papa dan kakakmu" papa Bryan mengusap pundak sang putri yang sudah cantik dengan makeup dan kebaya nya.


Mata gadis itu sudah berkaca kaca siap untuk mengeluarkan air matanya.


"Kenapa malah sedih? Papa dan kakakmu akan menjadi orang terdepan yang akan menghajarnya jika dia menyakitimu nanti" papa Bryan mengusap setitik air mata dipipi anak gadisnya.


"Sekarang bersiaplah, kakakmu akan menjemputmu ke meja akad" ucap papa Bryan lalu segera keluar dari kamar sang putri dan berjalan menuju meja akad.


"Kau gugup?" Tanyanya pada sang calon menantu.


"Tidak!" Ucapan dan ekspresi Al sangat bertolak belakang.


Wajahnya menunjukan kegugupan sang teramat.


Beberapa saat kemudian, Zifa sudah dituntun sang kakak ke depan meja akad.


"Lihatlah, betapa cantiknya putriku ini" ucap papa Bryan sambil memandangi sang putri yang berjalan dari kejauhan.


"Memang dia sangat cantik" gumam Al yang masih didengar papa Bryan.


Setelah Zifa duduk dipelaminan membuat jantung Al tempompa lebih cepat.


"Kau sudah siap?" Tanya papa Bryan pada Al .


"Ya, aku sudah siap"


Papa Bryan menjabat tangan pria muda itu.


"Ananda Alfin Danendra bin Farhan Danendra, saya nikahkah dan kawinkan engkau dengan putri saya Kenzifa Hendrawan binti Bryan Hendrawan dengan mas kawin emas 50 gram senilai 10 milyar dan uang tunai 100 juta rupiah dibayar tunai"

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Kenzifa Hendrawan binti Bryan Hendrawan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


"Para saksi sah?" Kini pak penghulu lah yang membuka suara.


"Sahh"


Setelah prosesi doa selesai, Al memasangkan cincin dijari sang istri dan mencium dahi istrinya itu.


Setelah prosesi akad selesai, Al menuntun sang istri ke kamar milik Zifa.


Setelah sampai dikamar Al menarik pinggang sang istri hingga merapat dengan tubuhnya.


"Kau sekarang tanggung jawabku, kau akan tetap menjadi istriku sampai maut menjemputku" Al menempelkan dahinya dengan dahi sang istri.


"Lepaskan aku!" Zifa mendorong dada pria itu hingga tangan Al terlepas dari pinggangnya.


"Jangan terlalu berharap tinggi!" Ketus Zifa.


Tok


Tok


Kamarnya diketuk seseorang


Ceklek, Al membuka pintu itu.


" Tuan, ini waktunya untuk berganti ke baju pesta" ucap orang itu yang ternyata Mua yang akan mendandani Zifa.


"Masuk saja" Al mempersilahkan.

__ADS_1


Beberapa orang masuk ke kamar itu untuk membantu Zifa maupun Al untuk bersiap.


"Kau sangat cantik" puji Al pada istrinya yang sudah selesai didandani.


"Aku tau" ketus Zifa.


Setelah semuanya siap, Zifa menggandeng tangan suaminya dan berjalan berdua menuju pelaminan.


Zifa dan Al mendapat banyak sekali ucapan selamat dari teman teman maupun rekan bisnis Al.


Disini Zifa juga ikut bersandiwara, bibirnya menyunggingkan senyum seolah ia adalah wanita yang paling bahagia disini.


Sedangkan Al selalu saja melayangkan tatapan penuh cintanya pada sang istri, terlihat begitu tulus dari dalam lubuk hatinya.


Malam hari,,


Acara pernikahan telah selesai, nampak Al beristirahat dikamar istrinya.


"Besok kita harus segera pindah ke mansionku karna lusa aku harus kembali bekerja" ucap Al dengan suara halus.


"Hmm"


"Apa kau menyesali pernikahan ini?"


"Kau tau jawabannya" ketus Zifa.


"Tidak apa, aku yakin suatu hari nanti kau akan bisa menerima pernikahan kita dengan lapang dada. Aku akan menghujanimu dengan cinta setiap harinya" ucap Al sembari tersenyum lembut.


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote buat author😘🤗

__ADS_1


__ADS_2