Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Virus Rindu


__ADS_3

"Mama sudah ada dibawah" ucap Al merapikan rambut istrinya yang berantakan.


"Mama siapa?"


"Mama Mia"


Zifa pun langsung membasuh wajahnya dan segera ke lantai bawah.


"Mama" Zifa menghampiri lalu segera memeluk mamanya.


"Mama dengar kau hamil?"


"Iya ma, Zifa hamil" ucap Zifa mengusap perutnya.


"Bagaimana bisa hamil 12 minggu kamu baru tau?"


"Zifa nggak sadar sama perubahan tubuh Zifa ma"


"Ini udah buncit gini masak baru sadar" mama Mia mengusap perut putrinya itu.



"Nggak tau juga ma"


"Berarti nikah langsung isi dong" mama Mia mengingat ingat bulan pernikahan putrinya.


"Kayaknya sih iya ma, soalnya pas sehari sebelum nikah pas banget hari terakhir aku dateng bulan. Mungkin pas masa subur"


"Emm, ya udah yang penting kamu sama anakmu sehat" mama Mia kembali mengusap perut putrinya.


"Emang udah kelihatan ya ma?" Tanya Zifa mengusap perutnya.


"Udah, mama sebenernya udah curiga pas liat ini sama ini kamu udah besar gini" mama Mia menunjuk payu**** dan bok*** Zifa.

__ADS_1


"Mama apa apaan sih" Zifa malu.


"Ngapain malu? Kan emang gitu kenyataannya. Lagian perut kamu pas gadis kan rata, terus ini nikah jadi buncit gini masak nggak sadar juga" cibir mama Mia.


"Ya udah, kita makan siang bareng dulu. Nanti sore papa sama kakakmu mampir kesini"


Malam hari,,


Makan malam bersama berlangsung dirumah Al.


"Jadi cucu papa udah disini?" Papa Bryan mengusap perut putrinya.


"Iya pa" jawab Zifa tersenyum.


"Papa juga baru sadar kalau perutmu sudah mulai buncit. Pantas saja moodmu selaou berubah ubah" goda papa Bryan.


"Papa apa apaan sih" kesal Zifa.


"Tidak pa, biasa saja" jawab Al tersenyum.


"Emm mungkin istrimu ini terlalu gengsi. Saat kau tinggal ke singapur aja dia udah ngomel nggak jelas" papa Bryan membocorkan rahasia putrinya.


"Papa,," kesal Zifa.


"Memang benar kan? Bahkan badannya lesu seperti tidak makan saja"


"Papa, kemarin itu emang Zifa lagi nggak enak badan" kilah Zifa.


"Kena Virus rindu gitu maksudnya?" Goda papa Bryan lagi.


"Bukan paa" Zifa semakin memberenggut kesal.


"Udah lah pa, jangan godain anakmu terus. Nanti nangis dia" mama Mia menengahi.

__ADS_1


"Tuh Zio, lihat adikmu aja udah mau punya anak. Masak kamu yang lebih tua 5 tahun kalah sama adikmu" sindir papa Bryan.


"Apaan sih pa"


"Dulu papa seusiamu udah otw anak kedua"


"Iya nanti Zio cari jodoh" jawab Zio cuek.


"Dari kemarin iya iya mulu tapi nggak dibawa bawa" cibir papa Bryan.


"Belum ada waktu pa" Zio beralasan.


"Mulai besok kamu nggak usah kerja aja, fokus sama kehamilan kamu" usul papa Bryan.


"Tapi pa, Zifa mau tetep kerja" kekeh Zifa.


"Lebih baik kamu dengerin ucapan papamu. Lagipula pasti Al juga tak akan mengizinkanmu bekerja. Iya kan nak Al?" Mama Mia ikut menasehati.


"Iya ma"


"Tapi ma" Zifa masih mencoba bernegosiasi.


"Ikuti saja semua ucapan suamimu. Itu semua pasti juga yang terbaik untukmu" ucap mama Mia lagi.


Mama Sofi tak mau ikut campur karna takut menantunya tersinggung karna semua orang membela putranya.


"Nanti kita bahas lagi berdua ya" Al mengusap bahu istrinya itu.


Zifa mengangguk


Malam hari,,


jangan lupa Like dan Komen

__ADS_1


__ADS_2