
"Maaf, mama tidak bermaksud apa apa. Hanya saja mama ingin kau dan anakmu sehat" ralat mama Tasya melihat wajah menantunya berubah.
"Tidak apa apa ma, mulai sekarang Kay akan mencoba menjaga makan Kay agar tidak kurus seperti ini" jawab Kay tersenyum.
Setelah sarapan bersama selesai, Kay berjalan menuju taman belakang sedangkan Rio mengajak orang tuanya berbicara diruang kerja.
"Ada apa? Tumben?" Tanya papa Roni.
Rio pun menceritakan semua tentang Kay dan penyakitnya.
Hal itu tentu saja membuat mama Tasya khawatir pada menantunay itu.
Hari ini memang Rio tak bekerja karna hari ini tak ada jadwal meeting jadi ia lebih memilih mengerjakan pekerjaannya dirumah.
"Kay" panggil Rio ketika melihat istrinya mengusap usap kucing kesayangan mama Tasya.
"Kenapa?"
"Jangan terlalu dekat. Bahaya untuk ibu hamil" Rio mengingatkan membuat Kay sedikit menjauhi kucing lucu itu.
"Ayo duduk dikursi itu" tunjuk Rio pada sebuah kursi taman.
"Kenapa memangnya?"
"Ada yang ingin aku bicarakan"
Kay pun menurut
__ADS_1
"Kay, perusahaan cabang yang ada di Dubai bermasalah"
"Lalu?"
"Aku harus segera kesana untuk memperbaiki semuanya. Apa kau mau ikut?"
Kay langsung menggeleng
"Lebih baik aku disini"
"Kay, kau bisa melanjutkan pengobatan disana juga untuk beberapa waktu"
"Rio, aku tidak mau. Lagipula aku merasa baik baik saja" jawab Kay tersenyum meyakinkan.
Hati Rio mencelos,
"Kay, aku harus pergi dalam waktu yang tidak sebentar. Aku tidak mau meninggalkanmu sendirian. Pastinya aku tidak akan tenang"
"Siapa bilang aku sendirian? Disini ada mama dan papa. Mereka pasti akan menjagaku dengan baik"
"Kay, plis ikut aku ya ke Dubai" pinta Rio memohon.
"Rio, aku tidak mau. Lagipula nanti disana aku harus beradaptasi dengan udara disana. Aku tidak yakin akan bisa dengan kondisiku yang seperti ini. Lagipula pasti kau akan meninggalkanku sendirian karna kau sibuk bekerja"
Rio terdiam, memang benar yang diucapkan istrinya. Tapi ia juga tak sanggup jika harus meninggalkan istrinya yang sedang butuh suport seorang suami.
"Baiklah, setiap dua minggu aku akan pulang"
__ADS_1
"Jangan terlalu membebani dirimu sendiri. 2 minggu itu waktu cepat kau pasti kelelahan"
"Tidak apa apa. Lagipula aku hanya ingin memastikan kondisimu dan anak kita"
"Kapan kau berangkat?"
"3 hari lagi"
Kay mengangguk mengerti
"Kenapa hatiku mendadak sedih? Bukankah aku sudah biasa sendirian?" Batinnya.
3 hari kemudian, Rio benar benar akan berangkat ke luar negeri untuk mengurus perusahaannya yang bermasalah.
"Kamu jaga diri baik baik disini. Kalau ada apa apa langsung kabari aku"
"Iya cerewet" decak Kay kesal.
Rio hanya tersenyum tipis melihat gerutuan sang istri karna memang dari kemarin ia terus memperingatkan Kay agar mengabarinya jika terjadi sesuatu.
Tak terasa kandungan Kay sudah memasuki minggu ke 29.
Sesuai ucapannya, setiap 2 minggu Rio menyempatkan untuk kembali ke indonesia walaupun hanya 2 hari satu malam tapi setidaknya hatinya tenang melihat istrinya baik baik saja.
Rencananya Rio kembali ke indo karna lusa adalah hari syukuran tujuh bulanan kandungan istrinya.
Ia sudah mewanti wanti Kay agar tidak keluar rumah selama ia berada diluar negeri karna takut terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya.
__ADS_1
"Rio, apa kau akan pulang hari ini?" Tanya Kay ditelepon.