Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Penyakit Al


__ADS_3

"Beri aku ciuman dulu" pinta Al.


"Tidak mau, cepat berangkat sana" usir Zifa.


"Ayolah beri aku ciuman dulu"


Cup


Akhirnya Zifa memberi ciuman singkat namun Al langsung menahan tengkuk istrinya dan melummmat bibir manis itu.


Beberapa saat kemudian Al melepaskan ciumman itu.


"Sudah" ucap Al sembari tersenyum.


"Kau bohong, katanya hanya cium. itukan..."


"Itu apa?" Goda Al.


"Tidak apa apa, cepat pergi sana" usir Zifa lagi.


"Iya iya"


"Aku pergi dulu" Al kembali mengusap perut istrinya lalu segera menarik kopernya keluar dari kamarnya.


"Lihatlah, dadymu sangat menyayangimu. Namun sayangnya momy tidak bisa menerimanya sepenuhnya" ucap Zifa mengusap perut buncitnya.


Beberapa jam kemudian Al bersama asisten Rio sudah sampai dinegara X.


Dia segera menuju ke salah satu hotel untuk mengistirahatkan badannya.


Beberapa hari kemudian,,

__ADS_1


Disalah satu rumah makan


"Bos, wajahmu pucat. Kau sakit lagi?" Tanya asisten Rio melihat wajah pucat sang bos.


"Kepalaku sedikit sakit" Al memegang pelipisnya yang berdenyut.


"Lebih baik kau check kesehatan saja. Kulihat kondisi fisikmu kurang baik akhir akhir ini" usul asisten itu.


"Mungkin karna kelelahan saja"


"Tapi bukankah lebih baik check kesehatan saja? Aku sering melihatmu pusing, pucat dan juga mimisan. Kau juga terkadang mual dan gampang lelah kan? Padahal dulu kau tidak seperti ini"


"Mungkin karna akhir akhir ini aku banyak beban fikira Aja"


"Ayolah, check up sekali saja apa salahnya. Mumpung kita dinegara ini. Disini alat kesehatannya lengkap dan canggih kan"


"Iya nanti aku check kesehatan"


"Nanti aku temani" Rio mengusulkan dirinya.


Sore harinya,


Al benar benar check kesehatan tubuhnya karna memang keluhannya membuatnya sedikit terganggu akhir akhir ini.


"Mungkin aku hanya kelelahan bekerja saja" batin Al mencoba berfikir positif.


"Anda tuan Alfin Danendra kan?" Tanya dokter disana yang kebetulan berasal dari indonesia.


"Ah iya dok, bagaimana anda bisa mengenal saya?"


"Temanku sering menceritakan tentangmu"

__ADS_1


"Siapa nama temanmu?"


"Sarah"


"Oh, dia itu sepupuku"


"Oh dia itu sepupumu"


Al hanya mengangguk mengiyakan


"Ya sudah, ayo kita periksa sekarang saja. Apa keluhanmu?" Tanha dokter itu mulai serius.


"Kepalaku sering sakit, terkadang mual, kadang juga kepalaku serasa sakit sekalu. Bahkan beberapa kali mimisan saat kepalaku sakit. Aku juga merasa akhir akhir ini mudah lelah saja"


"Dari gejala yang kau katakan tadi aku menduga kau terkena laukimia. Tapi untuk memastikannya lagi lebih baik cek darah terlebih dahulu"


"Baiklah" Al pasrah.


Rasanya ia masib belum percaya karna menurutnya selama ini dia selalu menjalani gaya hidup sehat namun kenapa dia bisa terkena penyakit itu.


Al pun melakukan tes darah,,


Beberapa jam kemudian,,


"Ini, hasilnya sudah keluar" dokter itu menunjukan sebuah kertas hasil uji lab milik Al.


"Bagaimana hasilnya?"


"Dari uji lab dapat disimpulkan bahwa kau memang mengalami leukimia dan ini juga berpengaruh pada ginjal anda yang mana 60% ginjal anda sudah tidak berfungsi. Tapi tidak apa apa, ini masih stadium 2. kau masih bisa meminum obat dan juga melakukan cuci darah untuk memperpanjang harapan hidup"


"Memperpanjang harapan hidup? Memangnya ini berbahaya?" Tanya Al.

__ADS_1


"Ya, leukimia yang kau alami sudah stadium 2. apalagi ditambah 60% ginajlmu sudah tidak berfungsi lagi dan yang kini bisa bekerja hanya satu saja. Itupun sudah mulai ada kerusakan diginjalmu. Jadi aku menyarankan untuk cuci darah dan juga meminum obat. kau juga bisa dengan kemoterapi untuk membunuh sel kangker leukimia mu"


"Cuci darah? kemoterapi? Berapa kali?"


__ADS_2