
"Sayang, tumben manja manja gini" Al mengusap rambut istrinya itu.
"Al, kamu yakin mau berangkat ninggalin aku sebulan? Aku lagi hamil besar loh" Zifa mulai merengek lagi.
"Sayang, aku sudah terlanjur ada janji kontrak. Aku tidak bisa membatalkannya begitu saja"
"Kamu disini ya? Aku udah ngomong sama papa mama buat jagain kamu selama aku pergi"
"Iya tapi satu bulan itu lama lo Al" tangis Zifa mulai pecah.
"Sayang, jangan begini.." suara Al tercekat karna bingung harus bagaimana.
Sangat tidak memungkinkan baginya untuk membatalkan jadwal operasi seenaknya.
"Ya udah deh nggak papa, tapi kamu harus bayar cicilan dulu sampek lunas"
"Cicilan? Cicilan apa?" Al bingung.
"Ya cicilan"
"Sayang, aku nggak pernah punya cicilan" kilah Al.
"Bukan cicilan ituu"
"Terus cicilan apa? Kalo ngomong yang jelas. Aku bingung" Al mulai kesal karna istrinya berbicara ngelantur.
"Ck masak gitu aja nggak ngerti" decak Zifa kesal.
"Cicilan ini lohh" Zifa memegang kepemilikan Al dari balik celananya.
__ADS_1
"Oh, cicilan yang ini" Al tersenyum lebar.
"Kalo cicilan ini aku bakal bayar lunas. Kalo perlu aku kasih bonus biar kamu seneng" goda Al.
"Ya udah ayo!" Jawab Zifa dengan semangat.
Malam harinya
Nampak Al dan Zifa baru saja menyekesaikan kegiatan penting mereka.
"Udah yuk turun makan malem" ajak Al pada sang istri.
Zifa menggangguk,
Ia menggandeng tangan suaminya dan berjalan menuju tangga.
"Itu ma, tadi aku kecapekan makannya istirahat dikamar" jawab Zifa santai.
"Yakin istirahat?" Sela papa Bryan menahan tawanya.
"Be beneran pa" Zifa mulai gugup karna tatapan para penghuni mansion yang tampak meledek.
"Emang istirahat dimana? Kok sampek lehermu merah merah gitu"
"Ya yaa ya dikamar lah pa" Zifa mulai gugup.
"Emang rumah ini udah banyak nyamuk ya sampek kayak gitu" goda papa Bryan lagi membuat wajah Zifa memerh karna malu.
"Al, bantuin dong" bisik Zifa pada suaminya yang masih bisa didengar semua orang.
__ADS_1
" iya nih, pengantin barunya siapa yang lembur siapa" papa Bryan semakin menggoda putrinya itu.
"Udah lah pa, kasian tu anakmu udah kepentok malu. Besok besok udah nggak bisa ngrasain lagi, kan mau ldr" tambah mama Mia membuat Zifa cemberut karna mengingat besok pagi suaminya berangkat keluar negeri.
"Abis ini gantian Zio yang lembur. Iya kan?" Papa Bryan iseng menggoda anak lelakinya itu.
"Apa sih pa"
"Anak papa masak kalah sama Al yang belum ada sebulan udah jadi anak" ucap papa Bryan membuat Al tersedak makanannya.
Uhukk uhukk
"Al, ini minum dulu" Zifa menyodorkan minum pada suaminya.
"Apa sih pada lebay gitu. Itu juga udah jadi rahasia umum Al" papa Bryan semakin jahil melihat wajah merah menantunya itu.
"Itu kan rezeki pa, Al mana tau kalo baru gitu langsung jadi" Al menimpali ucapan mertuanya.
'toh udah kepentok malu kan' batin Al.
"Nanti aku nyantai aja. Pelan pelan yang penting dapet" Zio menimpali membuat semua menahan tawanya karna tak biasanya lelaki itu berucap vulgar.
Bughh
Sebuah pukulan mendarat ke bahu Zio. Tentu saja pelakunya adalah gadis yang baru saja dinikahi Zio.
"Kakk" gadis itu menekankan kata kata nya.
"Kenapa sih?"
__ADS_1