Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Pertimbangkan Aku


__ADS_3

"Baiklah, saya akan mempersiapkan segalanya. Masih ada beberapa menit untuk berkomunikasi dengan keluarga anda. Apa ada yang ingin ada temui?"


"Tidak ada dok"


"Anda yakin?"


"Yakin dok"


Dokter pun keluar dari ruangan Al untuk mempersiapkan operasi.


"Dok, bagaimana suamiku? Apa bisa segera dilakukan operasi?" Tanya Zifa.


"Sudah nyonya"


"Apa aku boleh menemuinya"


"Sebenarnya boleh saja, namun tuan Al sedang tidak ingin diganggu" ucapan dokter itu mengena dihati Zifa.


"Ma.." Zifa melayangkan tatapan sedihnya pada sang mertua.


(Baby Dev dibawa papa Bryan berkeliling agar tidak berada dilingkungan rumah sakit)


"Temui dia nak"


"Tapi ma, Al tidak.."


"Dia berbohong, ayo temui dia. Ajak dia bicara pelan pelan"


Zifa mengangguk


Ia berjalan masuk kedalam ruangan Al.


"Al.." panggil Zifa lirih.


"Sayang, kenapa kamu..."


"Kau menghindariku?" Cicit Zifa pelan.


"Tidak"


"Lalu kenapa kau tidak mau bertemu semuanya"


"Aku hanya tidak mau melihat kalian sedih"


Zifa menggenggam tangan suaminya itu lalu menempelkannya di pipi nya yang sudah basah oleh air mata.


"Al, aku mencintaimu. Jangan seperti ini. Berjanjilah tetap disini"


"Sayang..."


"Apa kau tau, jika kau tidak menemaniku dan tidak ada semangat hidup, maka aku nanti akan menikah lagi dengan lelaki lain. Aku tidak akan mengingatmu lagi, aku akan membuat Dev melupakanmu dan juga aku tak akan mau mengunjungi tempat istirahatmu" ancam Zifa.


"Kau mengancamku ya" Al terkekeh.


"Aku tidak sedang bercanda Al" rengek Zifa.


"Tidak apa apa, lalukan senyaman mu sayang. aku kan sudah mengatakan bahwa kau sudah bebas. kau bebas berhubungan dengan lelaki manapun. aku sudah cukup bahagia dengan semua ini. sekarang waktunya kamu meraih kebahagiaan mu sendiri. jangan pikirkan aku, aku pasti akan baik baik saja. kau sangat cantik dan sempurna, lelaki mana yang tak menginginkanmu"


"Al, bukan jawaban ini yang aku inginkan"


"Lalu bagaimana?"


"Al, aku benar benar mencintaimu. sungguh, aku tidak berbohong. tatap mataku ini kau akan menemukan jawabannya" pinta Zifa dengan mata berkaca kaca.


Al menatap intens mata itu, tak ada kebohongan sedikitpun terpancar dari mata itu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan.."


"jangan pikirkan dia, aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya. sungguh, aku dan dia hanya teman. kami dekat karna ia selalu meminta solusi tentang masalahnya" jujur Zifa.


"berteman ataupun tidak, sungguh aku tidak apa apa. kalian memang sangat serasi"


"Al jangan seperti itu. aku istrimu dan selamanya aku istrimu. aku tidak mau kita berpisah apapun alasannya. baik perceraian maupun maut" Zifa memohon.


"Sayang, aku.."


"Al, aku mohon pertimbangkan aku. pertahanku aku, aku mencintaimu. hanya saja aku manusia bodoh yang baru sadar akan rasa itu" tangis Zifa semakin tak terkendali.


"Aku tidak bisa menjamin semuanya"


"Al, kau harus tau. jika kau benar benar meninggalkanku baik cerai maupun apapun itu, percayalah aku akan menghilang" ancam Zifa.


"Sayang ini rumah tangga bukan petak umpet" Al tersenyum geli.


Zifa meraih gunting rumah sakit dan mengarahkannya pada pergelangan lengannya.


"kau tidak mau berjuang kan? biar aku yang lebih dulu menyambut mu disana" ancam Zifa.


"Sa sayang, jangan gegabah" Al berusaha menahan gunting itu walaupun dia sendiri lemah.


Al menarik gunting itu lalu melemparnya ke sembarang arah.


"hiks, Al aku mohon pertahankan dan pertimbangkan aku. aku tidak bisa begini" Zifa jatuh terduduk dilantai.


"Sayang, jangan seperti ini" suara Al lemas.


Al tak sanggup jika harus bangun. tubuhnya sangatlah lemah.


para keluarga yang berada diluar ruangan itu nampak cemas mendengar tangisan Zifa.


tak disangka Zifa tiba tiba pingsan,


"Rio, tolong istriku"


tanpa banyak basa basi Rio langsung membopong istri bosnya itu dan meletakan nya diranjang di samping brankar Al yang sudah dipesan kemarin.


(VVIP)


Rio segera memanggilkan dokter walaupun dia menggerutu kesal.


"ck, menyusahkan saja" decak Rio.


dokter pun memeriksa keadaan Zifa


"bagaimana istriku dok?" tanya Al lirih.


"tekanan darahnya naik, mungkin karena kecapekan dan stress yang berlebihan"


Al mengangguk paham


beberapa menit kemudian dokter yang akan menangani operasi Al sudah datang.


"tuan Al, operasinya akan segera dimulai. anda siap?" tanya dokter itu.


"bisakah menunggu sampai istriku sadar dulu dok?" Al melirik Zifa yang masih memejamkan matanya.


"tentu saja bisa tuan"


20 menit berlalu Zifa membuka matanya.


"Al" panggil Zifa saat baru membuka matanya.

__ADS_1


Rio yang ada diruangan itu langsung menyodorkan air putih oada istri majikannya itu.


setelah dirasa kuat, Zifa bangun kembali mendekat ke brankar Al.


"Al, apa kau sudah menentukan keputusanmu?" lirih Zifa.


Al mengangguk


"katakan" pinta Zifa.


"aku akan mempertimbangkan mu" jawab Al membuat mata Zifa langsung berbinar.


tanpa sadar Zifa menciumi wajah Al bertubi tubi.


"terimakasih Al, terimakasih" air mata Zifa menggambarkan sebuah kebahagiaan yang begitu besar.


Al hanya mengangguk lemah


"kurasa aku harus memberimu semangat terlebih dahulu sebelum operasi" goda Zifa.


"semangat? semangat apa?" Al mengernyit bingung.


"begini"


Zifa melummatt dalam bibir sexxyy suaminya itu.


Al yang awalnya diam kini ikut membalas ciumaan pannnas itu.


Rio yang melihat kejadian itu langsung keluar dari ruangan seolah paham keadaan.


Al berusaha melepaskan ciuuman itu saat nafasnya mulai terengah-engah.


"sayang, aku sedang sakit" protes Al karna tangan Zifa mulai menyentuh ke sembarang arah.


"maaf, aku kelepasan" Zifa malu menyadari sikapnya yang terkesan liar itu.


cup


Zifa kembali mengecup bibir itu.


"kau harus segera sembuh. aku merindukannya" Zifa mengusap kepemilikan Al.


pria itu geleng geleng tak habis fikir dengan kelakuan liar istrinya itu.


"Berjanjilah kau akan selalu disampingku selamanya. Memelukku disetiap aku bangun tidur. Menghabiskan waktu bersama anak kita ditaman. Kau harus janji"


"Sayang, aku tidak bisa berjanji. Tapi aku akan mengusahakannya"


"Kau harus semangat. Kau harus berjuang demi aku dan Dev. Dan setelah sembuh nanti kau harus bekerja juga untukku dan Dev. Dan satu lagi, kau sudah berjanji akan memberiku 2 anak. Dan ini baru satu, kau masih punya hutang 1 anak denganku" Zifa berusaha menyemangati suaminya.


"Sayang, kau ini lucu sekali" Al tersenyum geli.


"Ayo cium aku seperti biasanya" titah Zifa.


"Sayang, badanku lemas semua. Aku tidak bisa bangun untuk menciummu" jujur Al.


"Baiklah, kali ini aku yang akan menciummu duluan. Tapi kau harus berjanji akan membayarnya denganku"


Cup


Zifa mulai mencium lembut bibir suaminya itu.


Air matanya menetes begitu saja hingga turut membasahi wajah Al.


"Sayang, kenapa menangis" tanya Al saat ciuman itu sudah terlepas.

__ADS_1


"Aku bingung harus mengungkapkannya bagaimana. Aku sudah lega mengatakan perasaanku"


__ADS_2