
"Al.." Zifa merengek pada suaminya
"Sayang, ini kan demi kebaikan kamu sama anak kita"Al mengusap lembut kepala istrinya itu.
"Tapi nanti aku kesepian disini sendiri"
"Nanti aku temani. Okey"
"Kamu kan kerja" jawab Zifa cemberut.
"Nanti aku kerjain kerjaanku disini aja biar bisa nemenin kamu" bujuk Al.
"Beneran?"
"Iya sayang, anything for you"
"Ya udah deh, aku mau rawat inap" putus Zifa.
Beberapa saat kemudian Zifa sudah dipindah keruang rawat VIP dengan ruangan yang lebih nyaman dan satu buah ranjang empuk untuk Al.
"Aku udah telpon mama sama papa, mereka semua akan datang besok pagi"
"Iya, tidak apa apa"
"Sudah mendingan?" Tanya Al mengusap perut buncit sang istri.
"Lumayan, tapi terkadang sedikit nyeri"
"Anak dady jangan buat momy mu kesakitan ya" ucap Al seakan berbicara pada anaknya.
"Ya udah, kamu istirahat" Al mengusap lembut kepala istrinya itu.
"Hug me please" rengek Zifa manja.
Al tersenyum lalu segera memeluk tubuh istrinya itu.
__ADS_1
"Udah, buruan tidur. Aku tunggu sampai kamu tidur" Al mengusap usap dahi istrinya itu.
Zifa segera memejamkan matanya.
Netra Al menatap wajah teduh istrinya itu.
"Apa aku sudah ada dihatimu? Entah ini hanya perasaanku atau memang kenyataan. Tapi kurasa kau sudah mulai menerimaku. Jika memang aku sudah ada dihatimu, aku akan berjanji bahwa aku pasti akan sembuh dengan cara apapun itu" batin Al.
Drttt
Drtt
Ponsel Al berdering
Al menatap nama kontak penelpon yaitu salah satu teman Al yang berprofesi sebagai dokter yang juga salah satu dokter tempat Al konsultasi.
Al langsung keluar dari ruangan sang istri.
"Halo"
"Iya tidak apa apa, ada apa ren?" Tanya Al pada rekannya yang bernama Rendra itu.
"Aku mendapat donor ginjal dari negara x. Namun pendonor hanya mau operasi 1 minggu lagi. Bagaimana?"
"1 minggu?"
"Iya, dia memang ingin cepat"
"Tapi saat ini istriku sedanng dirawat dirumah sakit"
"Oh ayolah Al, ini juga demi kebaikanmu. Bagaimana jadinya kalau kau kehilangan segalanya karna kau terlalu menunda operasimu?"
"Akan kupikir pikir lagi, besok aku akan memberikan keputusan"
"Baiklah, aku menunggu keputusan terbaikmu"
__ADS_1
Tutt
Al mematikan panggilan itu.
Al menghembuskan nafas beratnya. Ia kembali memasuki ruang rawat Zifa.
Ia memandangi wajah istrinya yang terlelap damai itu.
Hatinya bimbang dengan keputusan yang akan diambilnya.
Proses pemulihan tercepat dalam operasi tlansplatasi ginjal kisaran 4- 5 minggu.
Tidak mungkin bagi Al untuk meninggalkan istrinya yang sedang hamil besar itu.
Namun semakin buruk juga jika ia menolak tawaran kali ini karna belum tentu ada oenawaran selanjutnya.
Pagi hari,,
Nampak Zifa sedang mensroll sosial media miliknya sedangkan Al sedang mandi.
Tak lama kemudian Al keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sepinggang.
Ceklek
Namun naas Al keluar kamar mandi tepat saat pintu ruangan Zifa terbuka.
"Oh astagaa" suara wanita yang kaget dengan pemandangan didepannya yang tak lain adalah mama Mia.
"Ehh" Al kaget langsung salah tingkah.
Mama Mia kembali keluar dari ruangan sang putri.
"Kenapa sih ma?" Tanya papa Bryan bingung karna wajah istrinya mendadak memerah.
"Itu, anu.."
__ADS_1
"Apasih?" Papa Bryan yang kepo pun langsung membuka ruang rawat Zifa dan menampakan Al yang berdiri disamping ranjang sang istri dengan handuk sepinggangnya sambil memegang ponselnya.