Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
500 juta


__ADS_3

"Tidak apa apa, santai saja. Lagi pula aku juga sudah ada rencana untuk ke indonesia"


"Lebih baik kau menetap di indonesia saja"


"Aku juga kepikiran seperti itu, akhir akhir ini aku mencari beberapa info rumah dijual di sekitaran sini" jujur Sarah.


"Aku ada rumah lagi didekat sini. Walaupun tidak besar tapi kurasa itu sangat cukup untukmu El dan beberapa maid" tawar Al.


"Kau menjualnya berapa?"


Al menggeleng


"Aku tidak menjualnya, anggap saja aku memberikannya untuk El"


"Tapi bukankah itu terlalu berlebihan?"


"Tidak ada kata berlebihan Sar, lagi pula kau rela datang kemari hanya karna permintaan konyolku" ucap Al sembari tertawa.


"Itu bukan konyol. Wajar saja istrimu marah. Akupun kalau berada diposisinya pasti juga akan marah. Itu artinya istrimu mencintaimu" ucap Sarah membuat tawa Al seketika terhenti.


"Mencintaiku?" Batin Al.


"Hei, kau kenapa?" Sarah menepuk bahu pria itu yang tiba tiba melamun.


"Ah tidak apa apa"


"Kau yakin memberiku rumah? Lebih baik aku membelinya saja"


"Tidak usah, uangmu bisa kau gunakan untuk membeli beberapa furniture yang bekum lengkap saja. Rumah ith tidak pernah aku tempati, hanya beberapa maid saja yang selalu membersihkan rumah itu"


"Tidak usah, aku punya lumayan banyak tabungan. Lebih baik kau memberiku pinjaman modal saja daripada memberiku rumah" tawar Sarah merasa tidak enak jika sepupunya memberinya rumah.


"Pinjaman modal?"

__ADS_1


"Iya pinjaman modal, selama ini aku punya sebuah usaha kecil kecilan tapi selalu ku kelola dengan online. Jika kau memberiku pinjaman maka aku akan mengembangkan usaha itu di indonesia"


"Kau mau minta berapa?"


"500 juta saja, aku janji dalam waktu 3 bulan aku akan mengembalikannya"


"Tidak usah, aku akan memberi 500 juta untukmu dan El" ucap Al final.


"Tapi Al bukankah itu terlalu berlebihan?"


Al menggeleng


"Tadi kau menolak rumah dariku maka sekarang kau harus menerima pemberian uang dariku"


"Baiklah, terimakasib atas kebaikanmu Al"


"Sama sama"


"Al, istrimu mana?" Tanya mama Sofi.


"Dia sedang istirahat ma, sepertinya dia kelelahan setelah berjalan dimall tadi"


"Oh bagus kalau gitu. Bilangin istrimu biar banyak istirahat"


"Iya ma"


"Sofi,," panggil seseorang yang tak lain adalah mama Mia.


"Aa besanku udah datang" mama Sofi memeluk besannya itu.


"Zifa mana Al?" Tanya mama Mia.


"Zifa sedang istirahat ma"

__ADS_1


"Kata mamamu Zifa hamil?"


"Iya ma, Zifa dan Al juga baru tau kemarin"


"Berapa usia kandungannya?"


"Sudah 12 minggu ma"


"Hah? 12 minggu?" Mama Mia kaget.


"Iya ma" Al tersenyum.


"Hamil udah 12 minggu kok baru tau. Bukannya kalian itu sadar sama perubahan Zifa" mama Mia menggelengkan kepalanya.


"Al sama Zifa nggak sadar ma. Cuma sudah satu bulan terakhir ini Zifa sering muntah muntah tapi aku ajak ke dokter alasannya selalu maag kambuh"


"Huhh anak itu memang selalu keras kepala"


"Ya sudah ayo kita masak masak untuk makan malam bersama nanti" ajak mama Sofi yang diangguki mama Mia.


2 jam kemudian Al kembali ke kamarnya.


Ia menghampiri sang istri yang masih memeluk gulingnya.


"Sayang, bangun. Sudah jam makan siang" Al membangunkan sang istri.


"Hemm sebentar"


"Ayo bangun, nanti kamu telat makan loh"


Mau tidak mau wanita itu mengerjapkan matanya bangun.


"Mama sudah ada dibawah" ucap Al merapikan rambut istrinya yang berantakan.

__ADS_1


__ADS_2