Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Pengganggu


__ADS_3

"Rio, lepas" kesal Kay ketika sudah sampai di ruangan itu.


"Apa ini?! Kenapa memakai baju seperti ini" wajah Rio memerah karna amarah.


"Karna aku menyukainya. Memangnya kenapa? Ada yang salah?"


"Jelas ada! Kau ini wanita bersuami. Tidak sepantasnya kau memakai pakaian seperti ini"


"Kenapa kau jadi marah? Memangnya aku ini siapa disini?" Senyum Kay nampak meremehkan.


"Apa kau lupa, biar kuingatkan. kau ini istri dari Rio Adhitama" tegas Rio menekankan kata katanya.


"Ck sepertinya kau lupa satu hal tuan Rio Adhitama yang terhormat" senyum smirk terbit diwajah cantik itu.


Rio memandang heran, merasa bingung dengan apa yang dimaksud istrinya.


"Aku, Kayla Andini. Datang kemari hanya sebagai tamu undangan. Bukan sebagai seorang istri dari pemilik perusahaan ini. Lagian istri mana yang sudi datang di acara yang dirinya sama sekali tidak diberitahu seciul pun. Jangankan diundang, mungkin kau bahkan melupakan bahwa kau memiliki seorang istri dirumah"


"Kau begini mau menggoda laki laki lain kan?" tuduh Rio.


"Atas dasar apa kau menuduhku! dengar ya, aku wanita terhormat. Bahkan jika aku niat, aku bisa mencari pria yang lebih darimu" Kay ikut emosi.


"Oh, kalau bukan untuk menggoda laki laki luaran sana lalu untuk apa? untuk menggodaku hah?"


"cih aku tidak sudi"


"tidak sudi katamu?" senyum Rio nampak meremehkan.


pria itu mendekat hingga langkah Kay terhenti karna membentur tembok.


"bagaimana kalau seperti ini?" Rio menyeringai.


pria itu merremmas dada istrinya yang terlihat terbuka seperti itu.


"Sialan, kau meleccehkanku!"


"Suami mana yang meleccehkan istrinya?"


"Rio kau gila!!" teriak Kay karna tangan suaminya sudah mengoyak cellanna dallammnya.


"Aku gila? ayo aku tunjukan yang lebih gila lagi" Rio menyeringai.


jantung Kayla berdebar hebat. tidak dipungkiri ia juga merasa takut dengan suaminya.

__ADS_1


pria itu langsung menyerang bibir Kay ganas dengan jari lang masih bergerak lincah dibawah sana.


"Rio, sudah cukup" pinta Kay memohon.


"kenapa? kau menginginkan yang lebih dari ini?"


Kay mengangguk lalu sepersekian detik kemudian wanita hamil itu menggeleng.


"Aku tidak mau" tegas Kay.


"Benarkah? tapi tubuhmu berkata lain" Rio mulai meluciti pakaian keduanya dan kegiatan itu berlanjut.


"Rio jangan lama lama, acaranya sebentar lagi dimulai" Kay mengingatkan.


"iya, tanpa aku acaranya tak akan dimulai" cuek Rio masih sibuk dengan aktivitasnya.


"Sudah kubilang jangan lama lama, kasian anakku" kesal Kay.


"iya bawel"


kegiatan itu selesai, keduanya sama sama membersihkan tubuhnya. Kay langsung kembali berdandan. untung tadi ia membawa alat makeup nya. tadi ia sudah memperkirakan hal seperti ini.


"jangan tebal tebal make upnya" peringat Rio hanya dicueki Kay.


"jangan pakai baju itu lagi, pakai pakaian yang lain"


"Kau mau membangkangku" Rio mencengkram pergelangan lengan istrinya.


"Ya, aku membangkangmu. Untuk apa aku menghargai suami yang dengan senang hati digoda wanita lain tanpa menolak". Sindir Kay lagi.


"Siapa bilang?! Aku tak seperti yang kau katakan"


"Pengecut!,"


"Kau yang pengecut, bukankah kau sendiri yang mengatakan tak akan peduli dengan perasaanku lagi" bisik Rio membuat Kay tertegun.


Dua manusia itu saling menatap dingin


tok tok tok


(suara pintu diketuk)


"Rio, ayo ke panggung. Acara sudah akan dimulai" seorang wanita cantik mendekati Rio.

__ADS_1


"Ayo kita ke lantai bawah" ajak Rio membuat Kay mau tidak mau menurut.


sesampainya di lantai bawah, wajah Kay muram karna ia melihat secara langsung wanita itu mendekati suaminya bahkan tidak segan mencari perhatian terutama saat di lift tadi.


"Ohh jadi kamu perempuan perusak itu" senyum Kay menusuk pada wanita itu membuat wanita itu terdiam beku.


"Anda siapa?"


"Wow, jadi kau tak tau aku siapa? perkenalkan, aku Kayla Andini. Istri sah dari tuan Rio adhitama" tekan Kay dengan nada angkuh.


Wanita itu hanya diam membeku


"Kenapa diam? Kau kaget karna aku jauh lebih cantik darimu?" Kay meremehkan.


"Ck ck, lihatlah, dadamu bahkan tak lebih besar dari buah jeruk. Bahkan tubuhmu tak lebih indah dariku yang sedang hamil ini" ejek Kay merendahkan wanita didepannya.


Mama Tasya yang melihat perdebatan itu dari jauh tersenyum penuh kemenangan melihat keberanian menantu kesayangannya itu.


"Ck, aku tidak menyangka seleramu sangat menjijikan Rio. Eitss aku lupa, pelakor memang tak harus cantik. Tapi memang harus murahan. Kalo enggak murahan mana lalu" ejek Kay lagi lalu berbalik hendak meninggalkan dua manusia itu.


"Kemana!" Rio mencekal tangan wanita hamil itu.


"Apa pedulimu!" Ketus Kay.


"ini tidak seperti yang anda pikirkan, saya tidak berniat seperti itu" Rachel membela dirinya.


"panggil aku Nyonya, sekali lagi kutekankan 'nyonya'!!"


Wanita itu menghempaskan lengan suaminya.


Kay berjalan angkuh lalu duduk dikursi tepat didepan panggung lalu menyilangkan kakinya elegan.


Wajahnya nampak tersenyum puas setelah mempermalukan wanita tadi. Tapi rasanya masih kurang baginya.


"Maaf nyonya, ini pemberian dari tuan dan anda diharuskan memakainya" seorang bodyguard datang menyerahkan jas pada Kay.


"Hmm ya" jawab Kay cuek lalu segera menutupkan ke pundaknya karna sejujurnya ia juga tak nyaman karna pandangan kagum para petinggi perusahaan padanya.


Rio berpidato diatas panggung didampingi oleh wanita tadi sebagai sekertarisnya.


"Dan ini, mungkin beberapa sudah mengenal wanita cantik ini. Wanita spesial dihudup saya" ucapan Rio membuat Kay mencelos.


"Ini, istri saya. Kayla Andini" Rio turun dari oanggung dan mengulurkan tangannya ke Kay.

__ADS_1


Kay sempat terkejut


"Permainan apalagi ini?" Batin Kay.


__ADS_2