
"tidak, pas dirumah anteng anteng aja. main sama anaknya Zifa. tapi ya kalau malem gitu, nyariin kamu"
"maaf ya pa, jadi ngerepotin" Kay tidak enak.
"enggak kok, malah seneng bisa jaga Rean"
"jadi gimana keadaan Rio?" tanya mama Mia mendekat ke arah suami dari anak angkatnya itu.
"Rio udah baik ma, cuma kata dokter perlu perawatan selama 1 tahun kedepan. jika keadaannya baik satu bulan lagi Rio bisa keluar dari rumah sakit dengan syarat kontrol rutin"
"mau perawatan disini apa di indo?"
"sementara Kay disini sampai satu bulan kedepan, kalau sudah boleh keluar rumah sakit baru minta rujukan ke indo"
"oh gitu, papa Bryan mengangguk mengerti.
"Rean pulang lagi ya sama opa?" Bryan menggoda cucunya itu karna tau bocah itu pasti tak mau pisah dengan Kay.
Rean langsung menggeleng
"mama" pinta bocah itu merengek.
"enggak, opa cuma bercanda. kan udah ada mama sama papa" Kay menciumi wajah putranya itu.
tak terasa 1 bulan berlalu,
Rio sudah berada dirumah walau masih setia berbaring di ranjang karna masih belum diperbolehkan beraktivitas.
"makan dulu" Kay meletakan makanan di nakas lalu membantu suaminya untuk duduk bersandar.
"ayo buka mulut" dengan telaten Kay menyuapi pria didepannya itu.
sudah tak ada lagi raut pucat di wajah pria itu.
"sudah, aku sudah kenyang" protes Rio karna sepanjang hari Kay terus memaksanya makan.
__ADS_1
"kau harus segera sehat. lagipula ini agar tubuhmu kembali berisi bukan kurus kering seperti ini" jawab Kay merasa iba melihat tubuh suaminya.
berat badan pria itu juga berangsur naik walaupun tak terlalu banyak.
namun sedikit demi sedikit sudah menunjukan perubahan.
Rio hanya tersenyum tipis melihat perhatian kecil padanya.
setiap hari istrinya selalu memberinya semangat agar ia segera sembuh dan bisa beraktifitas seperti dulu.
tak dirasa satu tahun sudah berlalu,
usia Rean sudah menginjak hampir 3 tahun.
pria kecil itu sudah aktif mencoret coret buku gambar dengan pensil warna yang Kay belikan.
"kau yakin akan mulai bekerja?" tanya Kay masih cemas dengan kesehatan suaminya.
"iya aku yakin, aku sudah sehat. hanya perlu beberapa kontrol saja"
"jangan terlalu memaksakan diri. jika sudah lelah lebih baik segera pulang" pesan Kay membuat pria itu tersenyum lalu mengangguk paham.
Kay mengangguk
"sini biar ku pakaikan" Kay memakaikan dasi di leher suaminya itu seperti kebiasaannya beberapa tahun lalu.
setelah kepergian suaminya, Kay duduk termenung di atas kasur.
"apa rumah tangga ini harus dilanjutkan?" batinnya bertanya tanya.
"apa dia bahagia denganku? apa dia bertahan hanya karna kasihan padaku dan Rean?" batin Kay penuh pertanyaan.
suaminya yang cenderung kaku dan jarang mengungkapkan perasaan membuat Kay begitu bimbang.
Rio disambut hangat ketika sampai diperusahaan.
__ADS_1
"selamat datang kembali tuan Rio" sang asisten menyambut kedatangan bos nya.
"ya terimakasih"
"dia sekertaris baru?" tanya Rio melihat wanita cantik di meja sekertaris.
"iya namanya Nesya"
Rio mengangguk paham
siang hari, Kay mengantarkan makanan suaminya ke kantor karna Rio belum boleh makan makanan sembarangan.
langkahnya terhenti saat melihat suaminya mengobrol akrab dengan seorang wanita yang ia ketahui sebagai sekertaris baru perusahaan itu.
"kenapa tiba tiba hatiku sakit? aku sudah berjanji akan membuatnya bahagia" gumam Kay memegang dadanya yang terasa nyeri.
Kay meletakan makanan itu di meja depan sofa ruangan itu.
Rio bahkan tak sadar jika istrinya datang. pria itu terlalu fokus pada dokumen dan juga sekertarisnya yang sedang menjelaskan proyek besar.
Kay melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
ia sudah mengirimkan pesan pada suaminya.
30 menit berlalu,
Kay sudah dirumah dan sedang menemani putranya yang sedang tidur.
Rio yang sudah selesai dengan urusannya pun membuka ponselnya.
ia kaget melihat pesan dari istrinya itu.
"Rio, makanannya sudah aku taruh di meja depan sofa. tadi kulihat kau sedang serius jadi aku tak berani mengganggu" tulias Kay pada pesan itu.
"dia tadi kesini?" batin Rio.
__ADS_1
Rio membuka kotak makanan itu.
bibirnya menyunggingkan senyum melihat makanan sehat yang terhidang disana.