Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Maafkan Aku


__ADS_3

"Aku Kayla andini temanmu saat Sma"


"Oh ya ampun, bagaimana kabarmu?"


"Jangan banyak tanya dulu. Bantu aku"


"Bantu apa?"


"Suamiku sudah menemukan donor hati. Dan sekarang harus segera transplatasi namun rumah sakit disini tidak mendukung. Kebetulan suamiku adalah pasienmu, Rio Adhitama" sebut Kay.


"Apa? Rio Adhitama? Pengusaha itu? Yang ada kanker hati kan?"


"Iya, aku mohon bantu aku agar suamiku bisa cepat cepat transplatasi"


"Iya aku akan membantumu. Siapkan saja dokumen pribadinya. Biar aku yang mengurusnya"


Semua keluarga terdiam, mereka sudah mempersiapkan hati mereka masing masing untuk hari ini.


Malam hari,


Terlihat Rio membuka matanya. Pria itu hanya terdiam.


Sejak tadi Kay mengajaknya berbicara namun pria itu hanya menanggapi dengan senyum tipis.


"Mama.." panggil pria itu.


"Iya nak gimana, mana yang sakit?" Tanya mama Tasya.


Rio menggeleng pelan


"Maafkan Rio.." lirih pria itu


Mama Tasya menangis,


"Kamu anak mama, tidak ada kesalahanmu. Kau akan selalu jadi kesatangan mama. Cepat sehat ya" mama Tasya mencium dahi putranya.


"Papa.." lirih Rio pelan.


"Sudah, tidak apa apa. Maafkan kesalahan papa juga yang kadang terlalu keras padamu" papa Roni mengusap setitik air mata disudut matanya.


"Kay, maafkan aku" lirih Rio.


Kay hanya menangis

__ADS_1


Wanita itu menggelengkan kepalanya


"Tidak, kau tidak bersalah. Aku yang egois, maafkan aku. Kau harus cepat sehat ya" Kay mengusap pipi pria itu.


Rio hanya mengangguk lemas


"Aku akan sehat" lirihnya tanpa suara.


Keesokan harinya Rio benar benar dibawa kembali keluar negeri untuk melanjutkan pengobatannya.


Sesampainya dinegara itu, Kay langsung konsultasi dengan temannya itu.


"Kau tau keadaan Rio tidak baik. Penyakitnya sudah menyebabkan komplikasi serius. Menurutku transplatasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang sangat kecil. Selain itu, sekalipun berhasil suamimu masih harus melakukan pengobatan lanjutan untuk penyakitnya yang tentu saja memakan waktu tidak sebentar" jelas dokter muda itu.


Kay terdiam,


Pikirannya melayang mengingat dokter sebelumnya juga mengatakan hal yang sama.


"Jika operasinya gagal bagaimana?"


"Aku tidak bisa menjamin keselamatannya" jawaban dokter itu membuat Kay membisu.


Kay menatap papa Roni dan mama Tasya yang juga berada dalam ruangan itu.


"Kami sudah mengusahakan upaya pengobatan terbaik untuk Rio. Tapi sepertinya tuhan berkehendak lain" papa Roni buka suara.


Kay semakin bimbang dengan keputusannya. ia ingin kesembuhan Rio, namun nampaknya sedikit kecil harapan itu.


tak mungkin juga ia membiarkan suaminya merasakan rasa sakit setiap harinya.


"Aku mau suamiku di operasi sekarang juga. Aku harap kau melakukan yang terbaik" putus Kay walau hatinya ragu.


kakinya melangkah gontai menuju ruang rawat suaminya.


terlihat tubuh kurus seperti tulang terbungkus kulit dengan wajahnya yang sayu dan pucat.


"Rio" panggil Kay pada suaminya yang masih memejamkan matanya.


Rio mengerjap ngerjapkan matanya pelan


"maaf mengganggumu istirahat" Kay mengusap lembut kepala pria itu.


"Hari ini juga kamu operasi ya? biar sehat"

__ADS_1


Rio hanya terdiam


"Kau harus sehat demi aku dan Rean. apa kau tak kasihan dengan kami berdua?"


"Kenapa?"


"Rean membutuhkan kasih sayang papanya, akupun juga membutuhkanmu sebagai suamiku" mata Kay kembali berkaca kaca.


"Kau cantik, kau baik. kau bisa mendapatkan pria jauh lebih baik dariku. Perusahaan sudah agas namamu, aku yakin kau bisa mengelolanya" Rio berucap lirih.


dadanya kembali sakit namun ia menahannya.


"itu tidak cukup, aku hanya perlu kau sehat. itu saja tidak lebih. jika nanti kau memang ingin berpisah dariku, tidak apa apa. asal kau sehat dulu" Kay menangis.


Rio hanya diam


"Mau ya operasi?" tawar Kay lagi.


Rio sedikit ragu


"Kau yakin aku akan sembuh?"


Kay mengangguk yakin


"bagaimana jika aku mat..."


Kay lebih dulu meletakan telunjuknya dibibir suaminya.


"jangan berkata seperti itu, kau akan sembuh. yakinlah"


Rio mengangguk pelan


"aku mau, aku pasti sembuh" pria itu yakin menjalani pengobatannya.


Kya tersenyum lebar


"berjanjilah setelah ini kau harus sembuh, dan kau juga harus bahagia" mata Kay berbinar ketika melihat suaminya mengangguk yakin.


wanita itu kembali ke ruangan dokter untuk mengatakan bahwa Rio siap dioperasi hari ini juga.


Kay menatap gusar ruang operasi yang masih tertutup sejak beberapa jam yang lalu.


Batinnya meramalkan doa untuk suaminya yang masih berjuang melawan penyakitnya.

__ADS_1


__ADS_2