Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Kontraksi


__ADS_3

"Flek? Flek itu apa?" Tanya Al bodoh.


"Ada bercak darah di celanaku"


"Ya sudah kita kerumah sakit sekarang aja"


Al merengkuh bahu istrinya itu dan mendudukannya disofa kamar.,


"Sebentar aku ambil dompet sama hp"


Setelah ketemu, Al menuntun istrinya kemobil.


"Sayang, aku gendong aja ya?" Tawar Al.


"Enggak usah"


"Tuan, dan nyonya mau kemana?" Tanya kepala pelayan disana.


"Mau nganterin Zifa kerumah sakit bik"


"Loh, memangnya nyonya Zifa kenapa?"


"Nggak tau bik, tadi katanya keluar flek"


"Ohh itu kemungkinan mau melahirkan, perutnya sakit kan?" Tanyanya lagi.


Zifa hanya mengangguk lemah


"Ya sudah, tuan Al dan nyonya ke rumah sakit saja dulu untuk memastikan. Nanti kalau benar hubungi saya saja tuan biar saya yang menyiapkan barang barangnya"


"Iya bik terimakasih"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mobil telah sampai dipelataran rumah sakit.


Tadi ditengah perjalanan Zifa kembali mengeluh perutnya sakit yang membuat Al kebingungan harus bagaimana.


dirumah sakit,,


"Tuan Al, saat ini nyonya Zifa sedang mengalami kontraksi melahirkan. Sudah pembukaan 3"


"Jadi istri saya beneran mau lahiran ini dok?"


"Iya, benar tuan Al"


Al langsung memesan kamar VIP untuk istrinya yang tentu saja memiliki fasilitas mewah.


"Sayang, bentar lagi anak kita lahir" Al menciumi dahi istrinya itu.


Ia menelpon kepala pelayan dirumahnya agar mengantarkan barang perlengkapan Zifa. Tak lupa ia juga menelpon kedua orang tua dan mertuanya itu.


"Sayang, operasi aja ya biar lebih cepet"


"Iya, biar kamu nggak kontraksi gini. Nanti aku temenin"


"Enggak ah, sembuhnya nanti lama"


"Enggak sayang, nanti aku minta obat paling bagus biar kamu cepet sembuh"


"Enggak mau, aku takut"


"Aku temani, aku nggak tega liat kamu gini"


"Enggak mau" kekeh Zifa karna ia sudah membayangkan pisau, gunting dan alat menyeramkan lainnya yang siap membelah perutnya.

__ADS_1


"Ya udah kalau nggak mau," Al mengusap lembut kepala istrinya itu.


Beberapa saat kemudian mama Mia, papa Bryan, papa Farhan dan juga mama Sofi sudah datang.


"Nak, mama saranin kamu operasi aja ya?" Ucap mama Mia karna mengingat saat ia pertama kali melahirkan mengalami pembukaan lambat.


"Iya, bener kata mama kamu. Lebih baik kamu operasi aja nak" mama Sofi ikut menimpali saat mengingat rasa sakit saat melahirkan normal dulu.


"Papa juga setuju kalau kamu operasi aja" papa Bryan menambahi.


Zifa hanya terdiam


"Apapun pilihanmu nak, papa yakin pasti yang terbaik" papa Farhan enggan menekan menantunya itu.


"All" lirih Zifa memanggil suaminya meminta bantuan.


"Ma pa, Al pengennya juga Zifa operasi aja. Tapi Zifa nggak mau. Katanya takut"


"Kenapa takut? Pasti nanti suamimu nemenin kamu" papa Bryan menjawab.


"Nggakpapa pa, kalau Zifa pengen lahiran normal. Mungkin dia ingin merasakan sakitnya melahirkan normal" Al menengahi.


"Ya udah, itu keputusan kalian. Mama sama papa cuma bisa dukung doa aja" mama Sofi menimpali.


Jadi gaes ruangan VVIP itu bukan 1 ruangan. Tapi terdiri beberapa ruangan. Ada ruang tamunya, ada kamar istirahat dan juga meja makan.


Semuanya duduk diruang tamu tak ingin mengganggu sepasang calon orang tua itu.


"Al, peluk" Zifa bermanja manja pada suaminya itu.


Dokter meminta Zifa untuk berjalan jalan agar pembukaannya cepat.

__ADS_1


"Al, usap pinggangku" keluh Zifa lagi.


Baru beberapa kali mengusap perut istrinya Zifa sudah meminta yang lain lagi.


__ADS_2