
"Kenapa sih?"
"Udah udah, malah ngobrolin *** ***" sindir mama Mia.
"Pa, ma, selama Al diluar negeri nanti Al titip Zifa ya ma pa. Maaf malah jadi ngerepotin kalian" ucap Al.
"Iya, nggak papa Al. Lagi pula ini semua kan demi kebaikan masa depan kalian juga" papa Bryan menenangkan menantunya.
"Beneran kamu mau berangkat besok Al?" Tanya mama Mia.
"Iya ma, besok pagi Al berangkat"
"Berapa lama emang disana?"
"Kurang lebih sebulan ma"
"Sebulan?! Kamu yakin?" Pekik mama Mia kaget.
"Iya ma, sebenernya Al juga nggak tega ninggalin Zifa selama itu. Tapi mau gimana lagi ma"
"Ya udah nggak papa, yang penting komunikasi kalian tetep baik"
"Iya ma"
Setelah selesai makan malam, semua kembali ke kamarnya masing masing.
"Sayang, udah dong nangisnya" Al terus berusaha menenangkan istrinya yang terus saja menangis sejak tadi.
"Kasian loh anak kita nanti ikut sedih. Lagipula ibu hamil nggak boleh sedih kan?"
__ADS_1
Lama kelamaan Zifa tertidur karna kelelahan menangis.
Al menatap wajah teduh istrinya itu. Ia mengusap usap pipi sang istri.
"Sayang, maafkan aku. Tapi ini semua demi kebaikan rumah tangga kita dimasa depan" gumam Al menahan air matanya yang juga ingin keluar mendengar isakan sang istri.
Pagi hari,,
Zifa bangun tepat saat Al baru saja keluar dari kamar mandi.
"Al kau sudah mandi?" Tanya Zifa melihat badan suaminya yang sudah fresh.
"Iya sayang, buruan kamu gih yang mandi. 1 jam lagi aku harus berangkat ke bandara"Al mengusap kepala istrinya.
Zifa pun bergegas ke kamar mandi dan segera membersihkan diri.
Setelah selesai Zifa mengoleskan sedikit krim diwajahnya agar tidak pucat.
"Al, kamu udah selesai packingnya?" Tanya Zifa saat melihat Al baru saja menutup koper.
"Udah sayang, lagipula aku nggak bawa barang banyak kok"
Zifa memeluk tubuh Al tiba tiba.
Al yang paham dengan mood istrinya itupun membalas pelukan itu.
"Kamu hati hati ya disana. Jaga kesehatan, jangan lupa selalu kabarin aku"
"Iya sayang pasti"
__ADS_1
Setelah 5 menit berlalu Zifa masih terus saja memeluk erat suaminya itu.
Tak lama terdengar suara isakan dari mulut wanita hamil itu.
"Sayang, kok nangis lagi sih. Udah dong, percaya deh satu bulan itu nggak lama" Al mengusap kepala istrinya.
Al melepas pelukan itu lalu menangkup wajah sang istri.
"Udah ya nangis nya, tuh mata kamu sampe bengkak gini" Al menghapus air mata Zifa dengan ibu jarinya.
"Udah ya, sarapan yuk" Al mengusap lembut kepala istrinya itu.
Zifa menggangguk lemah
Nampak semua anggota keluarga sudah menunggu Al dan Zifa.
"Ya ampun, akhirnya yang ditunggu tunggu dateng juga" suara mama Mia menyambut kedatangan anak fan menantunya itu
"Ya ampun Zif, kamu nangis semaleman sampek mata kamu bengkak gitu"
Zifa hanya diam tak menanggapi ucapan sang mama.
Suasana makan nampak hangat karna mama Mia terus saja mengoceh menggoda pasangan pengantin baru.
Sedangkan Zifa sendiri nampak tidak nafsu makan karna mengingat akan berpisah dalam waktu lama dengan suaminya.
Setelah selesai sarapan Al kembali ke kamar untuk mengambil kopernya.
Nampak semua keluarga sudah menunggu diruang tengah.
__ADS_1
"Pa, ma Al pamit dulu ya" Al menyalami kedua mertuanya itu.