
"Beli 3 saja yang paling akurat ya" pinta Zifa.
"Siap nyonya"
Maid itupun keluar dari mansion untuk membeli barang yang Zifa minta.
Dikamar Zifa menggeser kalender menstruasinya.
Satu hari sebelum pernikahannya dengan Al adalah hari terakhir ia datang bulan.
Dan berdasarkan website yang dibacanya mengatakan bahwa kemungkinan saat Al menyentuhnya kedua kalinya merupakan masa suburnya.
"Jika memang aku hamil berarti benar yang dikatakan Al" gumamnya mengingat ucapan suaminya sebelum menyentuhnya yang mengatakan hari itu masa suburnya.
"Tapi bagaimana aku bisa menerima kehadirannya jika ayah dari anakku saja berkhianat" batin Zifa dengan mata mulai memerah.
Tangannya tergerak mengusap perutnya yang memang sudah tak serata dulu lagi.
"Jika benar berarti kemungkinan sudah 2 bulan" lanjutnya lagi.
"Oh astaga Zifa, jangan terlalu berharap dulu atau kau akan patah nantinya" Zifa mengetuk kepalanya.
Tak lama kemudian
Tok tok tok
"Nyonya ini saya membawakan pesanan anda" seorang maid yang tadi disuruh Zifa sudah datang.
Ceklekk
Zifa membuka pintu itu dan mengambil belanjaannya.
"Makasih ya mbak, kembaliannya buat mbak aja"
"Makasih kembali nyonya" maid itu membungkuk lalu meninggalkan kamar majikannya.
__ADS_1
Zifa langsung ke kamar mandi mengecek dugaannya.
Hatinya berdebar debar saat akan melihat hasil testpack itu.
Degg
Jantung Zifa terpompa cepat
Ia sampai mencoba semua alat tes tadi dan menunjukan hasil yang sama.
"Hah? Ja jadi a aku benar benar hamil?" Gumamnya tidak percaya.
Zifa langsung berjalan dan duduk diatas ranjangnya.
"Kenapa malah jadi seperti ini?" Gumamnya dengan air mata mulai menetes.
"Momy mengetahui kehadiranmu setelah kebenaran dadymu selingkuh terungkap" Zifa mengusap perutnya dengan air mata yang menetes.
"Bagaimana ini?" Zifa semakin bimbang dengan pikirannya.
"Sebaiknya aku langsung kerumah sakit saja" Zifa beranjak dan segera bersiap menuju rumah sakit.
"Nyonya Kenzifa Hendrawan" panggil suster.
Zifa langsung memasuki ruangan dokter obigyn itu dengan hati berdebar.
"Dok, akhir akhir ini saya mual dan muntah. Lalu tadi saya testpack hasilnya positif"
"Kapan terakhir kali menstruasi?"
"Sudah 3 bulanan ini dok, sejak saya menikah belum datang bulan" jawab Zifa jujur.
"Baiklah kita cek dulu, silahkan berbaring" dokter itu.
Zifa pun berbaring diranjang itu dan suster pun mengoleskan gel bening diperut Zifa.
__ADS_1
"Nah, coba lihat ini nyonya janin anda sudah berusia 12 minggu. Ukurannya sudah besar, hidung, mata, telinga dan beberapa organ lain sudah terbentuk" Zifa kaget dengan penjelasan dokter itu.
"Tapi kenapa saya bisa nggak sadar ya dok" Zifa sedikit mengeluarkan tawanya.
"Apa anda tidak merasakan mual, muntah?"
"Saya sudah merasakan mual sejak sebulan yang lalu dok, tapi saya kira maag saya kambuh"
Dokter itu mengangguk mengerti
"Cek tensi darah dulu ya nyonya, silahkan sama susternya" tunjuk dokter itu.
Suster itu membantu Zifa untuk mengukur tensi darahnya.
"Tensi darahnya normal nyonya" ucap suster itu.
"Makasih sus"
"Saya sangat mengidolakan anda dan suami anda. Kalian memang pasangan yang sangat serasi" ucap suster itu.
"Terimakasih"
"Baiklah kalau begitu isi biodata buku cek up kandungan dulu ya nyonya" dokter mengambil alih.
Zifa mengangguk
"Nama dan umur anda?"
"Kenzifa Hendrawan 22 tahun"
"Nama dan umur suami?"
"Alfin Danendra 24 tahun"
"Apa nyonya ada riwayat penyakit?" Tanya dokter itu.
__ADS_1
"Tidak ada dok"
jangan lupa like dan komen