
"Enggak, aku nggakpapa"
Al memanggil salah satu maid agar mengambilkan makanan untuk sang istri.
"Ini makan dulu" Al menyodorkan suapan untuk istrinya itu.
"Aduhh anak sama mantu makin romantis aja" canda mama Sofi.
Zifa hanya tersenyum malu malu
Setelah acara selesai, Zifa dan Al kembali ke kamar.
Kediaman Al nampak masih ramai karna orang tua Al dan Zifa sama sama menginap dirumah itu.
"Sayang, buruan mandi gih. Terus kita ke rumah sakit buat periksa baru nanti istirahat" pinta Al lembut.
"Iya" Zifa berjalan menuju kamar mandi sedangkan Al mandi dikamar lain agar istrinya tak perlu menungguinya mandi.
Beberapa saat kemudian Al kembali ke kamar dan menampakan istrinya yang duduk disofa sambil mengusap perutnya.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Al bingung melihat ekspresi istrinya sedikit berubah.
"Al, perut aku sakit banget" keluh Zifa.
"Kram lagi?" Tanya Al sedikit panik.
__ADS_1
Zifa mengangguk lemas
"Ayo cepat kerumah sakit" keluh Zifa dengan keringat dingin menetes di dahinya.
"Sebentar" buru buru Al mengganti bajunya.
Setelah selesai ia segera membopong istrinya dan membawanya kerumah sakit.
"Al, sakit banget perutku" keluh Zifa sepanjang perjalanan.
"Kamu yang sabar ya, bentar lagi kita sampai kok"
"Tapi ini sakit banget Al" air mata Zifa sudah menetes.
Beberapa menit kemudian mobil sudah sampai dirumah sakit.
"Dok, tolong istri saya mengeluh perutnya sakit" ucap Al membaringkan istrinya ke atas brankar rumah sakit.
"Al, sakit banget perutku" keluh Zifa dengan tangisan pilu nya membuat hati Al serasa tersayat.
"Kamu yang tenang ya, kamu dan anak kita pasti baik baik aja" Al menenangkan istrinya itu.
"Darah?" Gumam Al melihat telapak tangannya dipenuhi darah yang mengalir dari pangkal paha sang istri.
"Al, aku pendarahan?!!" Zifa semakin panik kala menyadari telapak suaminya yang tadi menggendongnya berlumuran darah.
__ADS_1
"Sttt berdoa saja anak kita baik baik saja. Okey" Al terus menenangkan istrinya meskipun dirinya sendiri dilanda kegundahan.
Beberapa saat kemudian dokter menangani Zifa.
Nampak Al masih setia disamping sang istri jarna Zifa kekeh ingin ditemani Al.
Setelah perdebatan panjang pun akhirnya dokter memperbolehkan Al mendampingi Zifa.
"Al, anak kita gimana Al" Zifa terus saja menangis dipelukan suaminya itu.
"Kan aku udah bilang, anak kita pasti baik baik aja"
Dokter pun memasangkan infus di punggung tangan Zifa lalu menyuntikan sesuatu.
Setelah beberapa tindakan dilakukan, langkah terakhir dokter mengoleskan gel ke perut Zifa dan mulai menjalankan prosedur usg.
"Tuan Al dan nyonya Zifa, bisa dilihat disini. Janin diperut nyonya Zifa baik baik saja. Masih bergerak aktif, detak jantungnya pun normal. Pendarahan yang dialami nyonya Zifa adalah salah satu dampak kelelahan yang dialami nyonya Zifa karna perjalanan udara yang cukup jauh dan juga acara tujuh bulanan. Selebihnya aman aman saja. Hanya saja nyonya Zifa perlu bedrest di rumah sakit ini untuk 2 hari kedepan. Setelah nanti kondisinya membaik mungkin bisa pulang"
"Jadi harus rawat inap dok?" Tanya Zifa.
"Iya nyonya"
"Tapi saya nggak mau rawat inap dok" protes Zifa.
"Tapi dengan kondisi anda yang seperti ini dianjurkan untuk rawat inap untuk memastikan anda dan bayi dikandungan anda dalam kondisi baik"
__ADS_1
"Al.." Zifa merengek pada suaminya