
"Kakak nggak sempet ngasih tau kamu. Kan kamu sibuk honeymoon" goda Zio pada sang adik.
"Honeymoon apaan sih"
"Ya itu ke paris kalo nggak honeymoon ngapain?"
"Babymoon Zi, kan udah hamil" tambah mama Mia membuat wajah Zifa kembali memerah.
"Apasih ma"
"Ngobrolin apasih sampe wajah Zifa merah gitu?" Tanya paoa Bryan yang baru saja masuk bersamaan dengan Al.
"Enggak ada pa"
"Beneran nih? Papa nggak percaya" cibir papa Bryan yang tau jelas sifat putrinya.
"Ini, tadi Zifa protes nggak dikasih tau pernikahan Zio. Terus Zio bilang kalau nggak sempet ngasih tau karna Zifa kan honeymoon. Ya terus mama ralat. Buka honeymoon tapi babymoon kan udah ada bayi diperut Zifa" jelas mama Mia membuat Al malu mendengar ocehan absurd mertuanya itu.
"Mama ada ada aja, tuh Al sama Zifa udah kepentok malu"
Al mendekat ke brankar sang istri.
"Mau sarapan apa? Biar aku beliin" tanya Al lembut sambil mengusap puncak kepala istrinya itu.
"Mau bubur ayam aja"
"Buahnya?"
"Apa aja terserah"
"Ya udah, aku keluar dulu cari sarapan"
Al pun keluar dari ruangan itu
__ADS_1
"Kamu makan buah? Tumben mau?" Tanya mama Mia karna tau putrinya kurang terlalu suka dengan buah.
"Semenjak hamil Al emang buat aturan wajib makan sama ngemil buah"
"Tumben nurut, biasanya kalo disuruh mama aja iya iya doang" cibir mama Mia.
"Ya awalnya nggak mau ma, tapi Al selalu punya cara biar aku mau makan buah"
"Ya udahlah yang penting cucu mama sehat"
Beberapa saat kemudian Al kembali dengan membawa banyak makanan dan buah karna tau mertuanya pasti belum sarapan karna mereka datang pagi pagi sekali.
"Ini ma pa, Al beli sarapan pagi buat kita semua"
"Iya Al, makasih"
Al mendekat ke istrinya lalu membuka pembungkus bubur ayam.
"Udah nyaman?" Tanya Al.
"Hmm udah"
"Ini" Al menyodorkan sesendok bubur ayam kemulut istrinya.
"Al, rasanya pahit" keluh Zifa.
"Pahit?" Tanya Al membuat Zifa mengangguk.
Al menyuapkan sedikif bubur itu kemulutnya.
"Enggak kok, enak"
"Tapi buat aku pahit" protes Zifa.
__ADS_1
"Sayang, itu kan karna kamu belum sembuh total. Makannya rasanya pahit"
"Aku nggak mau makan itu lagi" rajuk Zifa.
"Sayang, ayolah. Makan dikit ya, kasian anak kita pasti laper" bujuk Al.
"Nggak mau, rasanya nggak enak"
"Terus kamu pengen makan apa?"
"Nggak pengen makan"
"Sayang, jangan gitu ya. Makan bubur dulu. Dikit aja abis itu nanti kamu minta makan apa aja aku beliin" Al terus membujuk istrinya itu.
"Janji ya?"
"Iya, janji. Tapi selain sushi dan semacamnya" jawab al karna tau istrinya pasti merengek makan sushi padahal makanan itu kurang baik dikonsumsi ibu hamil.
"Yahh kamu nggak asik ah" Zifa cemberut.
"Nak, yang dibilang suamimu bener. Sushi nggak baik buat ibu hamil" papa Bryan angkat bicara.
"Ya udah deh" Zifa pasrah.
Ia menerima suapan dari suaminya walaupun mulutnya terasa pahit.
"Bentar aku kupas buah dulu" Al mengambil pisau dinakas lalu mengupas buah apel dan buah naga.
"Ini, makan buah dulu" ucap Al tanpa mau dibantah.
Mau tidak mau Zifa kembali memakan buah itu.
"Al, tapi kalau gini terus yang gemuk ibunya bukan anaknya" protes Zifa.
__ADS_1