
"Oh iya aku ingat" potong Al saat mengingat ia pernah memberi Zifa ayam goreng saat mereka masih menjalin kasih.
"Kau mengingat semuanya?" Tanya Al.
"Ya, aku ingat"
"Itu tandanya kau memang mencintaiku sampai tak bisaelupakan kenangan kita dulu" goda Al.
"Siapa bilang? Mengingat itu bukan perkara cinta atau tidak. Tapi aku punya akal untuk mengingat itu semua"
"Oh begitu, tidak apa apa aku yakin suatu hari kau pasti mencintaiku" Al merengkuh pinggang istrinya lalu membenamkan ciuman didahi istrinya itu.
"Jangan terlalu berharap tinggi Al" Zifa mengingatkan.
"Lalu aku harus apa? Aku sangat yakin suatu hari, kau akan mencintaiku. Entah saat aku masih ada didunia ini atau tidak"
"Al.."
"Sayang, kita tidak pernah tau umur manusia. Entah aku yang lebih dulu pergi atau justru kamu. Tapi aku selalu berdoa pada tuhan untuk mengambilku lebih dulu agar aku tidak akan lagi merasakan sakitnya kehilangan untuk yang kedua kalinya"
"Al, jangan berbicara seperti itu"
"Memangnya kenapa? Apa kau memang sudah mulai mencintaiku?" Goda Al.
"Al lepas, aku risih" Zifa menyingkirkan tangan Al yang ada dipinggangnya.
"Iya iya aku lepas, oke aku buatin ayam goreng buat kamu ya" Al menuju kedapur dan segera memakai celemeknya.
Zifa hanya memandangi suaminya yang sedang memasak itu.
Tak lama kemudian bau ayam goreng sudah menguar di area dapur itu.
"Ini, ayam goreng spesial untuk istri dan anakku" Al menyajikan ayam itu diatas meja makan.
__ADS_1
"Wahh kelihatannya enak"
"Makanlah"
Zifa langsung mengambil nasi lalu mengambil ayam itu.
"Hmm sepertinya kau punya bakat memasak. Rasanya sangat enak"
"Ayam itu enak karna aku membuatnya dengan penuh cinta" goda Al.
"Terserah"
Zifa pun segera menghabiskan makanan itu.
Setelah selesai ia dan suaminya berangkat menuju dokter kandungan.
Di dalam perjalanan
"Sayang, kamu ingin anak kita nanti cewek apa cowok?" Tanya Al.
"Kenapa memangnya?"
"Biar bisa kudandani" jawab Zifa sembari tertawa.
"Kalau aku pengen cowok" ucap Al serius.
"Memangnya kenapa?"
"Biar dia bisa melindungimu"
"Oh"
Di ruangan dokter kandungan
__ADS_1
"Bagaimana keadaan calon anak saya dok?" Tanya Al tak sabaran.
Dokter itu tersenyum lembut
"Keadaan janinnya baik dan sehat. Usinya sudah memasuki minggu ke 24. Lebih diperhatikan lagi istrinya ya pak, mulai dari cara bangun dari tempat tidur. Makanan yang dimakan sampai aktivitas yang tidak boleh berlebihan karna di usia ini ibu hamil biasanya akan lebih cepat lelah"
"Iya dok"
"Mau tau jenis kelaminnya?"
"Mau dok" jawab Al dan Zifa antusias.
"Laki laki"
Al langsung tersenyum sumringah
"Sayang, kau dengar? Anak kita laki laki. Kelak dia akan bisa melindungi dan menyayangimu melebihi aku"
"Al" Zifa menekankan kata katanya karna malu didengar oleh dokter didepannya.
Setelah dari dokter kandungan Al dan Zifa langsung menuju mall.
"Sayang, memangnya kita mau membelikan mama papa apa?" Tanya Al pada istrinya.
"Aku juga bingung"
"Apa ya? Sebelumnya aku biasanya memberikan mereka tiket jalan jalan keluar negeri saja"
"Ya udah, kasih tas buat mama sama jam tangan buat papa" usul Zifa.
"Ya udah, itu juga nggak papa"
Merekapun menuju toko tas
__ADS_1
"Al, sepertinya ini bagus untuk mama" Zifa menunjukan sebuah tas branded dengan harga mencapai milyaran rupiah itu.
jangan lupa Like dan Komen