Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Dia Lagi?


__ADS_3

Setelah selesai ia kembali menghampiri istrinya di toko sepatu tadi.


Langkah Al terhenti saat melihat istrinya sedang mengobrol dengan seorang pria yang sangat dikenali Al.


"Dia lagi? Bagaimana dia ada disini?" Batin Al bertanya tanya saat melihat seorang pria tampan yang tak lain adalah Bayu Andreas.


Al hanya memandangi 2 orang manusia yang nampak sedang mengobrol itu.


1 jam kemudian Al melihat pria itu sudah keluar dari toko sepatu itu. Al pun langsung menghampiri istrinya.


"Sayang, maaf membuatmu menunggu lama. Tadi aku ke kamar mandi dulu" Al beralasan.


"Iya nggak papa"


Zifa duduk disebuah kursi disana lalu mencoba menggunakan sepatu yang dipilihnya tadi.


"Sini, aku bantu" Al berjongkok didepan istrinya dan memasangkan sepatu itu dikaki Zifa.


"Sudah pas?" Tanya Al.


"Sudah, aku ingin yang ini saja"


"Hanya satu? Ambil lagi beberapa. Kau kan hanya memiliki beberapa sneakers kan?"


"Aku tidak menyukai model yang lain. Aku hanya mau yang ini saja"


"Oh, ya sudah kalau gitu"


"Ini kamu coba dulu" Zifa menyerahkan sebuah sepatu dengan model yang sama dengan miliknya.


"Untukku?"


"Iya, untukmu"


Al pun mencoba memakai sepatu itu


"Bagaimana? Sudah pas?" Tanya Zifa.


"Iya, ini pas. Bagaimana kau bisa tau ukuran kakiku?"

__ADS_1


"Aku mengingat saat kita masih..."


"Oh iya aku tau" Al memotong ucapan istrinya karna ia tau pasti setelah ini mood istrinya akan memburuk.


"Ya sudah kita ke kasir dulu lalu makan malam" ajak Al yang diangguki Zifa.


Al dan Zifa pun makan malam karna jam sudah menunjukan pukul 7.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Al sembari membuka buku menu.


"Sushi"


"No, ibu hamil tidak boleh makan sushi" tolak Al.


"Ya sudah aku mau beef steak saja"


"Oke"


Al memanggil pelayan untuk mencatat pesanannya.


"Sayang, besok kita berkunjung dirumah papa ya. Karna besok malam ada pesta aniv orang tuaku"


"Aniv?" Tanya Zifa.


"Iya"


"Tadi aku lupa memberitahumu yang"


"Tapi aku udah capek"


"Ya udah nggak papa, biar besok Rio yang mengurus"


"Memangnya mau beli kado apa?"


"Apa saja, mereka pasti suka"


"Emm besok kita beli bersama saja pulang dari kantor" usul Zifa.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya" Zifa mengangguk.


Keesokan harinya


Siang hari, di jam makan siang


Al datang keruang kerja istrinya.


"Sayang, kita makan diluar aja yuk. Sekalian beli kado buat mama papa. Kamu mau kan?"


"Iya nggak papa, sekalian check up kandungan"


"Emang kamu bawa buku catatan check up nya?"


"Enggak" Zifa menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, kalau gitu kita pulang dulu ambil bukunya"


Zifa pun mengangguk setuju


Mereka berdua pun pulang ke mansion milik Al.


Sampai dirumah,


"Al, aku ingin makan dirumah saja" pinta Zifa.


"Tapi kan cheff rumah ini nggak ada jadwal masak"


"Ya udah, kamu aja yang masak" usul Zifa.


"Hah?? Aku? Masak?" Al menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, aku ingin memakan masakanmu" ucap Zifa memohon.


"Tapi mau masak apa?"


"Aku ingin ayam goreng seperti dulu kau membuatkanku" ucap Zifa.


"Hah? Memangnya aku pernah masak untukmu?" Al merasa semenjak menikah belum pernah memasakan istrinya.

__ADS_1


"Pernah, tapi dulu saat kita masih..."


"Oh iya aku ingat" potong Al saat mebgingat ia pernah memberi Zifa ayam goreng saat mereka masih menjalin kasih.


__ADS_2