Cinta Nona Arogan

Cinta Nona Arogan
Masih Lama?


__ADS_3

"Iya iya, kalo istriku yang minta mah pokoknya gas aja. Ya nggak" Al menggoda istrinya.


Merekapun melakukannya


Pukul 9 pagi Al dan Zifa sudah kembali merasa segar setelah mandi.


"Sayang, mau ikut nggak ke kantor?" Tawar Al.


"Enggak ah, aku lagi males. Nanti jam makan siang aku kesana?"


"Loh, ngapain yang?"


"Makan siang bareng"Jawab Zifa polos membuat Al mengacak rambut istrinya itu.


"Nggak usah yang, mending kamu dirumah istirahat. Nanti kalo nganterin makan siang ke kantor kamu kecapekan"


"Enggak, kan katanya nanti mau nyari baju buat persiapan acara tujuh bulanan" Zifa mengingatkan.


"Iya juga sih, ya udah deh terserah kamu enaknya gimana" putus Al.


"Ya udah, buruan berangkat gih" ucap Zifa yang diangguki suaminya.


"Ya udah aku berangkat dulu" Al mengacak rambut istrinya.


Siang harinya,


Zifa benar benar datang ke kantor Al.


"Al ada?" Tanya Zifa pada asisten suaminya.


"Ada nyonya"

__ADS_1


Zifa pun masuk keruang kerja suaminya


"Al.." panggilnya membuat Al mengalihkan pandangannya dari laptopnya.


"Sayang, kamu sudah sampai? Duduk disitu dulu" Al menunjuk sofa empuk diruangannya.


Zifa pun duduk disofa yang sudah ditunjuk suaminya itu.


Ia bersandar sambil mengusap usap perut buncitnya.


"Lihatlah nak, Dady mu sedang bekerja untuk kita" gumamnya pelan.


"Al, kau masih lama?" Tanya Zifa.


"Enggak, ini dikit lagi. Kenapa emangnya? Kamu udah laper banget?" Tanya Al.


"Enggak, kalau masih lama aku pengen tidur dulu. Aku ngantuk banget"


"Ya udah kalau gitu kita makan sekarang aja" ucap Al lalu menutup laptopnya.


"Udah nggak papa, bisa dikerjain besok lagi" ucap Al lalu mendekat ke arah istrinya.


"Ya udah, yukk" Al menggenggam tangan istrinya dan berjalan melewati lobi perusahaan.


Pemandangan itu tentu saja tak terpewatkan oleh para karyawan Al yang memandangi sang bos berjalan mesra dengan istrinya.


Didalam mobil,


"Sayang, anak kita gimana? Masih suka nendang nendang?" Tanya Al.


"Ya kadang sih nendang nendang, tapi udah enggak parah banget kayak pas di acara anivnya mama"

__ADS_1


"Ya udah, bagus deh kalau gitu"


Sesampainya di mall Al dan Zifa langsung menuju ke food court terlebih dahulu.


Al langsung memesan makanan untuk istri tercintanya.


"Sayang, sepertinya jadwalku ke paris di majukan. Jadi besok sore kita berangkat ke paris, gimana?" Tanya Al.


Zifa terdiam sesaat


"Kalau kamu nggak mau nggak papa, tapi nanti aku disana semingguan" sambung Al.


"Tidak apa apa, nanti pulang dari sini aku langsung packing aja"


"Nggak usah packing, semua barang yang kita butuhin udah disediain. Kita cuma tinggal berangkat aja"


"Ya udah deh kalau gitu"


Setelah selesai makan pun Al dan Zifa langsung menuju salah satu butik milik desainer terkenal.


"Selamat datang tuan dan nyonya Danendra, ada yang bisa saya bantu?" Tanya penjaga toko yang jelas tau siapa klien nya kali ini.


"Hmm, iya aku mau bertemu langsung dengan pemilik butik ini" ucap Al.


"Baik, silahkan duduk dulu" Al pun duduk diruang tunggu butik itu.


Beberapa menit kemudian


"Selamat siang tuan Al" sapa perempuan cantik yang tak lain adalah pemilik butik itu.


"Oh, siang juga"

__ADS_1


"Ada yang perlu saya bantu?"


"1 minggu lagi aku dan istriku akan mengadakan acara tujuh bulanan. Aku ingin kau membuatkan gaun yang cantik untuk istriku"


__ADS_2